Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Animal Agricultural Journal

KUALITAS SERAT LIMBAH PERTANIAN DAN HASIL SAMPING PERTANIAN YANG DIFERMENTASI DENGAN Aspergilus Niger PADA ARAS DAN LAMA PEMERAMAN YANG BERBEDA Sukarti, Enik; Sulistiyanto, Bambang; Mukodiningsih, Sri
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.344 KB)

Abstract

Penelitian untuk mengkaji pengaruh fermentasi limbah Pertanian dan hasil samping pertanian dengan A. niger pada berbagai aras dan lama pemeraman yang berbeda terhadap komponen serat kaitannya dengan pemanfaatan limbah lokal telah dilaksanakan Januari-Maret 2012 di Laboratorium Teknologi Makanan Ternak Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro Semarang. Materi penelitian adalah jerami jagung, jerami padi, dedak padi, onggok, ampas brem, ampas tahu, A. niger. Bahan kimia yang digunakan antara lain larutan deterjen netral, larutan deterjen asam, Natriumsulfit (Na2SO3), aseton, asam asetat dan air panas. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 4x4 masing-masing terdiri dari 3 kali. Parameter yang diukur adalah komponen serat acid detergent fiber (ADF) dan neutral detergent fiber (NDF) . Pengolahan data menggunakan analisis ragam untuk mengetahui pengaruh perlakuan dan jika terdapat pengaruh nyata dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan untuk mengetahui perbedaan dan pengaruh perlakuan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi pengaruh peningkatan aras starter dan lama waktu pemeraman terhadap kandungan NDF dan ADF. Namun, secara parsial berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap penurunan kandungan NDF dan ADF. Disimpulkan bahwa perlakuan peningkatan aras starter hingga 6% dan lama pemeraman hingga 21 hari secara parsial menurunkan kadar ADF dan NDF. Penambahan Aras A. niger sampai 4% dan lama pemeraman selama 14 hari masing-masing menghasilkan kadar NDF dan ADF terendah.Kata kunci : limbah pertanian dan hasil samping pertanian, fermentasi, A. niger, komponen seratABSTRACTResearch to assess the effect of fermentation waste Agriculture and agricultural byproducts by A. niger on various old cedars and different curing the fiber components related to the use of local waste has been carried out from January to March 2012 in the Department of Laboratory Animal Food Technology and Nutrition Faculty of Animal Science, Diponegoro University Semarang. Material research is corn straw, rice straw, rice bran, cassava, pulp brem, tofu, A. niger. Chemicals used include neutral detergent, acid detergent, Natriumsulfit (Na2SO3), acetone, acetic acid and hot water. Experimental design used was completely randomized factorial design 4x4 each consisting of 3 times. Parameters measured were acid detergent fiber component fiber (ADF) and neutral detergent fiber (NDF). Data processing using various analysis to determine the effect of treatment and if there is a real effect followed by Duncan multiple test area to determine the differences and the effect of treatment on the level of 5%. The results showed that there was no interaction effect of elevated cedar and long curing time starter for the content of NDF and ADF. However, partially significant (p <0.05) to decrease the content of NDF and ADF. It was concluded that the treatment increased the cedar starter up to 6% and up to 21 days curing time partially reduce levels of ADF and NDF. The addition of A. niger Aras to 4% and the long curing for 14 days each produce the lowest levels of NDF and ADF.Keywords: agricultural waste and agricultural byproducts, fermentation, A. niger, fiber components
KANDUNGAN BAKTERI ASAM LAKTAT DAN BAKTERI SELULOLITIK PADA POLLARD YANG DIFERMENTASI (Content Of Lactid Acid Bacteria And Cellulolytic Bacteria On The Pollard Fermentation) Nurhalimah, Neneng; Widiyanto, Widiyanto; Sulistiyanto, Bambang
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.012 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian untuk mengetahui kandungan bakteri asam laktat (BAL) dan bakteri selulolitik pada pollard yang difermentasi dengan cairan rumen dan Cairan Limbah Sayur Fermentasi (CLSF).  Pembuatan CLSF dengan mencampur limbah sayuran kubis 80% dan sawi 20%, serta garam 8% dan molases 6,4% dari total limbah sayur, kemudian diperam selama 6 hari dan diperas untuk diambil ekstraknya.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 2x4 dengan 4 ulangan.  Faktor pertama adalah pemeraman 0 dan 48 jam dan faktor kedua adalah rasio ELSF:cairan rumen 0:0 (B0); 20:10 (B1); 20:20 (B2) dan 10:20 (B3).  Analisis bakteri asam laktat dan bakteri selulolitik menggunakan metode hitungan cawan tuang (Standard Plate Count).Data dianalisis menggunakan analisis ragam.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh perlakuan pemeraman sangat nyata (p<0,05) terhadap kandungan BAL. Fermentasi ELSF:cairan rumen pada pemeraman 48 jam dan perlakuan B3 terbukti mampu mempengaruhi jumlah kandungan BALyaitu sebesar 4,05 x 107sel/g, jumlah ini lebih besar dibandingkan pada saat pemeraman 0 jam dengan perlakuan yang sama yaitu sebesar 0,075x 107sel/g.  Simpulan penelitian ini adalah lama waktu fermentasi dapat meningkatkan jumlah BAL dan jumlah nutrisi yang masih memungkinkan untuk berlangsungnya metabolisme BAL, namun pada perlakuan dan pemeraman yang sama bakteri selulolitik tidak mampu untuk tumbuh.  Perlukajian lanjut terhadap kemungkinan penambahan rasio CLSF dan cairan rumen serta lama waktu fermentasi agar bakteri selulolitik mampu berproliferasi. Kata Kunci:starter, CLSF, cairan rumen, bakteri asam laktat, bakteri selulolitik. ABSTRACT           Experimentto determine the content of lactic acid bacteria (LAB) and cellulolytic bacteria tothe pollard fermentation with rumen fluid and extractoffermentedvegetablewastes(EFVW).  Making the EFVW, mixing the wastes of cabbage 80% and mustard 20% with salt 8% and molasses 6.4% of the total vegetable wastes, then cured for 6 days, and it was mechanically exctrcated to get the EFSW.  This research using a complety randomized design (CRD) factorial (2x4) with 4 replication.  The first factor are incubation times, 0 and 48 hours, second factors ratio of EFVW:rumen fluid  (B0); 20:10 (B1); 20:20 (B2) and 10:20 (B3).  Analyzes of lactid acid bacteria (LAB) and cellulolytic bacteria (CB)were conducted by themethod of standard plate count.  Data were analyzed  of analyst  variant.  The result showed that there was interaction of treatment is significant (p<0,05) on the content of LAB.  Fermentation of EFVW:rumen fluid in 48 hours incubationof B3-treatment afford affect the content with the number 4.05 x 107cell/g the number is greater than 0 hours with time the same is 7.5 x 105.  This result indicate that a timeof fermentation can increase the number of bacteria and the nutrient still allows of the LAB-metabolism, however treatments of ratio EFVW:RF as well as time of curing made the cellulolytic bacteria have not proliferate. Keywords: starter, EFVW, rumen fluid, lactis acid bacteria, cellulolityc bacteria
KUALITAS CHIP BERBAHAN DASAR ONGGOK DAN EKSTRAK LIMBAH SAYUR FERMENTASI DILIHAT DARI BAKTERI ASAM LAKTAT DAN BAKTERI GRAM Mahfudi, Sholikhul; Sulistiyanto, Bambang
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.694 KB)

Abstract

Onggok adalah bahan pakan lokal umum yang memiliki potensi sebagai sumber karbohidrat untuk pakan unggas. Onggok dapat ditingkatkan menjadi pakan fungsional bahkan jika diperkaya dengan bakteri fungsional seperti bakteri asam laktat (BAL). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kualitas mikrobiologi chip onggok yang terbuat dari onggok yang ditambahkan dengan ekstrak limbah sayur fermentasi (ELSF) dengan melihat kandungan bakteri asam laktat dan bakteri Gram. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah onggok , ELSF yang dibuat dengan metode Sulistiyanto dan Nugroho. Percobaan ini dilakukan dengan disain acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah tingkat perbedaan ELSF dengan cara 0% (T0), 40% (T1), 60% (T2)%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ELSF dalam membuat chip secara signifikan mempengaruhi jumlah total bakteri dalam chip (P <0,05), namun, tidak ada efek signifikan diberikan terhadap keberadaan bakteri gram. Di antara perlakuan (TO, T1 dan T2), yang masing-masing kandungan BAL 1,2 X102, 1,0 x103 dan 2,3 x104. Menganggap ke skor kehadiran Gram + / - bakteri, antar perlakuan masing-masing 1,00; 1,70 dan 1,90. Hal ini dianggap bahwa produk chip mengandung cukup bakteri gram postive yaitu BAL, tetapi bakteri gram negatif masih ditemukan.Kata kunci: onggok, ELSF, BAL, bakteri Gram ABSTRACT Cassava meal (onggok) is a common local feedstuff that has potential as a source of carbohydrates for the poultry feed. It can be improved to be functional feed even if enriched with functional bacteria such as lactic acid bacteria (LABs). This study aimed to study microbiological quality of cassava chips made from cassava meal that added with the extract fermented vegetable wastes (EFVW) by obeserving the presence of LABs and Gram bacteria. The material used in this study is cassava meal (onggok), EFVW that made by method of Sulistiyanto and Nugroho. The Experiment was conducted by completely randomized design (CRD) with 3 treatments and 5 replications. The treatment applied is the difference level of ELSF by means 0% (T0), 40% (T1), 60% (T2)%. The results showed that the addition of ELSF in making chips significantly affected of number of total LABs of chips (P <0.05) , however, there was not significantly effect provided to the existence of gram bacteria. Among the treatments (TO, T1 and T2), the Total LAB respectively 1.2 X102; 1.0 x103 and 2.3 x104. Regard to the score the presence of Gram +/- bacteria, among the treatments respectively 1.00; 1.70 and 1.90. It is considered that the product of chip had enough contained the gram postive bacteria i.e. the LAB , but the gram negative bacteria was still found.Key word : cassava meal; EFVW; LABs; Gram bacteria