Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persepsi Pengguna Dalam Mengukur Kinerja Operasi Konstruksi Berbasis Sampling Menggunakan Analytical Hierarchy Process Redityo Januardi; Paulus Setyo Nugroho; Bagyo Mulyono
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/telsinas.v6i2.4517

Abstract

Mengukur kinerja personil akan membantu upaya penyusunan strategi terbaik dalam pengelolaan sumber daya manusia di proyek konstruksi dibandingkan hanya mengetahui produktivitas tim kerja dari luaran yang dihasilkan dalam sehari kerja. Metode yang dapat digunakan untuk menilai kinerja personil suatu tim kerja dengan pendekatan sampling adalah field rating, work sampling, dan 5-minutes rating. Namun, ketiga metode tersebut jarang digunakan dalam pengendalian proyek konstruksi. Hal ini dikarenakan tidak diketahuinya metode tersebut dan dirasa sulit untuk dikerjakan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi pilihan terbaik dari ketiga metode berdasarkan pengalaman 4 pengguna di beberapa studi kasus proyek konstruksi menggunakan metode analytical hierarchy process (AHP) dengan kriteria penilaian meliputi kemudahan dan singkatnya durasi pengambilan serta analisis data. Hasil analisis menggunakan AHP menunjukkan bahwa field rating menjadi peilihan pertama bagi para pengguna untuk digunakan dalam mengukur produktivitas operasi konstruksi dengan skor 53,9%, diikuti 5-minutes rating dan work sampling masing-masing sebesar 25,9% dan 20,2%. Faktor yang menyebabkan nilai pilihan metode field rating tinggi adalah selain dari durasi yang paling singkat, juga tingginya nilai pada aspek kemudahan dalam pengambilan data. Studi ini berkontribusi pada peningkatan wawasan stakeholder proyek konstruksi terutama kontraktor sehingga dapat membantu mendapatkan pilihan metode pengukuran terbaik dalam pengelolaan pekerja konstruksi.
PENILAIAN EFISIENSI ENERGI GEDUNG IME UNSOED BERDASARKAN STANDAR BANGUNAN GEDUNG HIJAU Nadia Nasution; Paulus Setyo Nugroho; Gathot Heri Sudibyo
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 10 No 2 (2026): Jurnal Arsitektur ARCADE
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/arcade.v10i2.4647

Abstract

Abstract: Global warming is the increase in Earth's average temperature, primarily driven by greenhouse gas (GHG) emissions. The building sector accounts for 39% of global carbon emissions, underscoring the urgent need for effective mitigation strategies. Implementing green building practices is critical for advancing resource efficiency and sustainable design. In Indonesia, Green Building regulations are regulated in the Minister of Public Works and Public Housing Regulation Number 21 of 2021, which stipulates seven assessment parameters. This study aims to assess the performance of energy-efficiency parameters in the Integrated Medical Education Building at Jenderal Soedirman University. The method used is a descriptive, quantitative analysis of planning documents, field observations, and technical calculations, including Overall Thermal Transfer Value (OTTV), Roof Thermal Transfer Value (RTTV), Window-to-Wall Ratio (WWR), Lighting Power Density (LPD), and utility system performance. The assessment results showed a score of 31 points out of a maximum of 46 points or 67.39%. Further evaluation showed that the building still requires technical recommendations to improve energy efficiency. The implementation of technical recommendations resulted in a significant increase in the achievement score, from 31 points (67.39%) to 45 points (97.56%). Keyword: Climate Change, Green Building, Sustainable Construction. Abstrak: Pemanasan global merupakan peningkatan suhu rata-rata atmosfer bumi yang disebabkan oleh Gas Rumah kaca (GRK). Sektor bangunan menjadi salah satu kontributor utama dengan menyumbang 39% terhadap emisi karbon global. Upaya mitigasi diperlukan untuk menurunkan emisi karbon melalui penerapan bangunan gedung hijau yang menekankan efisiensi sumber daya dan desain berkelanjutan. Di Indonesia, regulasi Bangunan Gedung Hijau diatur dalam Peraturan Menteri PUPR Nomor 21 Tahun 2021 yang menetapkan tujuh parameter penilaian. Penelitian ini bertujuan menilai kinerja parameter efisiensi penggunaan energi pada Gedung Integrated Medical Education Universitas Jenderal Soedirman. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui analisis dokumen perencanaan, observasi lapangan, dan perhitungan teknis yang mencakup Overall Thermal Transfer Value (OTTV), Roof Thermal Transfer Value (RTTV), Window to Wall Ratio (WWR), Lighting Power Density (LPD), serta kinerja sistem utilitas. Hasil penilaian menunjukkan skor 31 poin dari maksimum 46 poin atau 67,39%. Evaluasi lebih lanjut menunjukkan bahwa gedung masih memerlukan rekomendasi teknis untuk meningkatkan efisiensi penggunaan energi. Penerapan rekomendasi teknis menghasilkan peningkatan signifikan pada capaian nilai, dari 31 poin atau 67,39% menjadi 45 poin atau 97,56%. Kata Kunci: Perubahan Iklim, Bangunan Gedung Hijau, Konstruksi Berkelanjutan.