Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERUBAHAN KARAKTERISTIK RICK GRIMES DALAM THE WALKING DEAD YANG BERALIH WAHANA DARI KOMIK KE SERIAL TV Fitra Mandela; Novi Dwi Gitawati
Ennichi Vol. 1 No. 1 (2020): Ennichi
Publisher : STBA JIA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini bermunculan banyak karya film maupun serial tv yang digarap dengan mengangkat cerita dari komik, seperti film-film pahlawan Hollywood yang berangkat dari pengembangan cerita komik Marvel dan DC. Dalam proses pengalihan wahana dari karya-karya tulis tersebut menjadi karya sinematik, banyak perbedaan yang kemudian dapat ditemukan oleh para pembaca yang sekaligus menjadi penikmat karya sinematiknya. Berawal dari ketertarikan pada fenomena tersebut, tulisan ini mencoba menganalisis perbedaan karakteristik tokoh Rick Grimes, dalam serial komik The Walking Dead dengan adaptasi alih wahananya dalam media serial tv dengan judul yang sama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mengacu pada metode penokohan melalui dialog dan metode penokohan melalui tindakan eksternal oleh Petrie dan Boggs. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat banyak perbedaan karakteristik Rick Grimes yang ditampilkan di komik dengan yang ditokohkan di serial tv. Perubahan karakteristik ini menjadikan tokoh Rick Grimes di serial tv sebagai sosok protagonis yang lebih ‘ideal’ dibandingkan dengan karakteristiknya di dalam komik.
ANALISIS BALIHO KEPAK SAYAP KEBHINNEKAAN PUAN MAHARANI MELALUI PENDEKATAN SEMIOTIK Novi Dwi Gitawati
Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 1 No. 2 (2022): Agustus : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.479 KB) | DOI: 10.56127/jushpen.v1i2.168

Abstract

Baliho di Indonesia biasa digunakan sebagai sarana promosi diri, baik untuk sosok seperti politikus maupun lainnya. Penggunaan baliho dengan tujuan ini pun juga diaplikasikan pada baliho ‘kepak sayap kebhinnekaan’ Puan Puan Maharani yang pada tahun 2021 lalu sempat menimbulkan kontroversi terkait regulasinya. Terlepas dari itu, tulisan ini bertujuan untuk menganalisis tanda-tanda sebagaimana yang dimaksud dalam semiotika yang terdapat dalam baliho tersebut dengan menggunakan teori trikotomi tanda yang dikemukakan oleh Pierce dan lebih lanjut untuk mengungkap tujuan penggunaan tanda tersebut yang didasarkan pada pemaknaan tandanya. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa terdapat setidaknya 8 tanda yang memiliki spesifikasi trikotomi tanda yang berbeda-beda. Pemilihan tanda secara selektif pada baliho tersebut juga kemudian secara keseluruhan dapat mempromosikan PDI Perjuangan dan merepresentasikan sosok Puan Maharani sebagai Individu dan pejabat publik berhati bersih dan berbudaya sebagaimana yang mungkin memang ingin ditekankan oleh mereka.
MEWUJUDKAN MULTIKULTURALISME DI INDONESIA MELALUI TOLERANSI Novi Dwi Gitawati
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 06 (2022): November: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jukim.v1i06.426

Abstract

Indonesia is a nation with diverse etnics, cultures and social groups. Instead of being seen as an obstacle in advancing the nation, the social diversity that has existed since the birth of this country should be seen as an advantage that must be realized and maintained with the spirit of multiculturalism for the sake of our nation development. Based on this view, this paper tries to discuss multiculturalism and steps that can be taken by the Indonesian people to make it happen. Efforts to realize the hopes of multiculturalism in Indonesia can be realized, one of which is by promoting toleration between ethnic groups, cultures, and existing social groups. Based on Forst's concept of toleration, multiculturalism in Indonesia is expected to happen through toleration that occurs in two of Forst’s four conceptions of toleration, namely: respect conception and esteem conception.