Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENYULUHAN GEMAR MAKAN SAYUR DAN BUAH PADA SISWA SDN 18 BATANG ANAI KABUPATEN PADANG PARIAMAN Sri Handayani; Inge Angelia; Annisa Novita Sari
Jurnal Abdimas Saintika Vol 2, No 2 (2020): November Jurnal Abdimas Saintika
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jas.v2i2.805

Abstract

Proporsi makan sayuran di Sumatera Barat menurun dari 97% pada tahun 2007 menjadi 95% pada tahun 2013 (Riskesdas, 2013). Sama halnya dengan Pariaman konsumsi buah dan sayurnya juga masih rendah yaitu 72%. Kondisi ini sangat jauh dari harapan dikarenakan Pariaman  merupakan salah satu daerah yang banyak mengahasilkan sayur dan  buah dimana pada tahun 2016 pariaman memproduksi bayam sebanyak 638, 20 ton, kangkung 882, 76 ton, alpukat 537, 33 ton, semangka 1003, 74 ton, dan mangga sebanyak 429, 85 ton (BPS, 2017). SDN 18 Batang Anai merupakan salah satu Sekolah dasar di Pariaman yang memiliki 12 kelas dan 356 orang siswa. Kegiatan penyuluhan gemar makan sayur dan buah dilaksanakan pada hari sabtu, tanggal 29 September 2018 di SDN 18 Batang Anai berjalan dengan lancar mulai persiapan, pelaksanaan dan tahap evaluasi. Semua siswa antusias dalam mengikuti kegiatan ini terlihat dari benyaknya pertanyaan yang mereka ajukan. Kegiatan ini efektif dilakukan dalam peningkatan pengetahuan siswa dimana terlihat adanya peningkatan siswa sebelum dan sesudah mendapatkan penyuluhan yang terlihat dari koesioner pre dan post test yaitu sebesar 6, 88 point.
TEKNIK KULTUR FITOPLANKTON CHLORELLA VULGARIS SEBAGAI PAKAN ALAMI IKAN KERAPU CANTANG: PHYTOPLANKTON CHLORELLA VULGARIS CULTURE TECHNIQUE AS NATURAL FEED FOR CANTANG GROUPER Alyaniazy, Silviana; Putri Rahayuning Tiyas; Nur Ikhsan Ma’arif; Annisa Novita Sari
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 7 No. 3 (2023): JFMR on November
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2023.007.03.10

Abstract

Ketersedian pakan alami pada kegiatan budidaya perikanan menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan kegiatan budidaya. Pakan alami menjadi sumber nutrisi paling penting pada stadium awal perkembangan organisme (larva ikan, udang, kepiting, serta budidaya perikanan lainnya). Salah satu pakan alami fitoplankton yang digunakan untuk budidaya ikan yaitu C.vulgaris. Namun, pemberian C.vulgaris bukan sebagai pakan pada larva, melainkan digunakan untuk sebagai pakan rotifera, Green Water System untuk menjaga keseimbangan kualitas air, dan meningkatkan kadar oksigen terlarut dari hasil fotosintesis. Tujuan dari  Praktek  Kerja Lapang ini adalah untuk mengetahui teknik kultur fitoplankton C.vulgaris sebagai pakan alami larva ikan kerapu cantang dan memahami serta engetahui kendala dalam teknik kultur fitoplankton C.vulgaris sebagai pakan alami larva ikan kerapu cantang di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Situbondo. Metode kerja yang digunakan adalah  deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan data meliputi data primer diperoleh dari kegiatan observasi secara langsung dan  data sekunder dilakukan melalui pengumpulan data sekunder berupa informasi yang didapat dari jurnal, buku, dan studi pustaka lainnya yang berkaitan dengan teknik Kultur Fitoplankton C.vulgaris  sebagai pakan alami larva ikan kerapu. Teknik kultur  C.vulgaris dilakukan  dengan metode  bertingkat. Hasil yang diperoleh selama kultur  C.vulgaris menunjukan bahwa pola pertumbuhan  C.vulgaris sesuai dengan pola pertumbuhan pada  pertumbuhan fitoplankton secara umum.  Kemudian hasil dari kultur  C.vulgaris secara bertingkat  dapat dilakukan pemanenan dengan mengalirkan langsung ke bak-bak pembenihan larva ikan kerapu cantang dan pengendapan untuk penyimpanan maupun pengangkutan.   The availability of life feed in aquaculture activities is one of the factors that determines the success of aquaculture activities. Life feed is the most important source of nutrition in the early stages of organism development (fish larvae, shrimp, crabs, and other aquaculture). One of the natural phytoplankton feeds used for fish farming is C.vulgaris. However, the provision of C.vulgaris is not used as feed for the larvae but also used for the Green Water System to maintain a balance of water quality, as feed for rotifers, and increase dissolved oxygen levels from the results of photosynthesis. The purpose of this Field Work Practice is to find out the phytoplankton culture technique C.vulgaris as a natural food for cantang grouper larvae and to understand and know the constraints in the phytoplankton culture technique C.vulgaris as a life food for cantang grouper larvae. The work method used is descriptive quantitative with data collection techniques including primary data obtained from direct observation activities and secondary data carried out through secondary data collection in the form of information obtained from journals, books, and other literature related to the Phytoplankton C.vulgaris Culture technique as natural feed for grouper fish larvae. The C.vulgaris culture technique used a stratified method. The results obtained during the culture of C.vulgaris showed that the growth pattern of C.vulgaris was by the growth pattern of phytoplankton growth in general. Then the results can be harvested in stages by flowing directly into cantang grouper larvae hatching and left to be stored and transportation.
Evaluation of the Reservoir Carrying Capacity to Support the Aquaculture Activities Annisa Novita Sari; Waluyo, Waluyo; Sri Hidayati
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 8 No. 2 (2024): JFMR on July
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2024.008.02.10

Abstract

Reservoir has many functions, one of them is to support aquaculture activities. Reservoir has a limited capacity to support all of the activities in it, so, it needs to know about the carrying capacities of reservoir to support the aquaculture activities. This research was conducted on Kedungombo Reservoir, Middle of Java, Indonesia at July – August, 2023. This research used survey method to collect the primary and secondary data. Primary data collected by observation and interview. Observation used to collect data of water quality, food quantity and fish quantity, by taking 5 stations, then interpolated into 15 stations. The data about reservoir profile and its management also obtained as a secondary data. The measurement of reservoir carrying capacity used Beveridge Method (1996). The average of water quality results are temperature 29,94oC; transparency 74,80 cm; TDS 0,16 mg/l; pH 4,76; DO 8,27 mg/l; BOD 4,73 mg/l; COD 26,93 mg/l; NH3 0,1 mg/l; Nitrate 0,33 mg/l; and total phosphate 0,06 mg/l. The measurement of carrying capacity showed that the permitted amount of fish production is 1.000 tons/year, with a maximum number of floating net cages of 667. But, the existing condition in Kedungombo reservoir, there are 6.178 floating net cages with 9.267 ton/year fish productions. So, it can be concluded that aquaculture activities in the Kedungombo Reservoir have exceeded its carrying capacity.
Manajemen Krisis dan Respons Insiden Keamanan dalam Era Digital Salsabila, Nazwa; Achmad Fauzi; Lina Ramadani; Annisa Novita Sari
Fibonacci: Jurnal Ilmu Ekonomi, Manajemen dan Keuangan Vol. 2 No. 1 (2025): Fibonacci: Jurnal Ilmu Ekonomi, Manajemen, dan Keuangan
Publisher : Yayasan Inovasi Akademi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63217/fibonacci.v2i1.253

Abstract

Penelitian ini membahas manajemen krisis dan respons insiden keamanan siber di era digital yang semakin kompleks. Perkembangan transformasi digital meningkatkan efisiensi organisasi, namun juga memperbesar risiko kebocoran data dan serangan siber yang dapat mengancam reputasi, kepercayaan publik, serta keberlanjutan bisnis. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur yang bersumber dari jurnal ilmiah, buku, dan prosiding, serta diperkuat dengan analisis studi kasus kebocoran data Tokopedia tahun 2020 dan serangan ransomware pada Bank Syariah Indonesia (BSI) tahun 2023. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar organisasi di Indonesia masih menerapkan pendekatan reaktif dalam menangani krisis keamanan digital, dengan keterbatasan integrasi antara kesiapan teknis, komunikasi krisis, dan perencanaan keberlanjutan bisnis. Meskipun sistem pemulihan dan koordinasi internal mampu menjaga operasional tetap berjalan, keterlambatan penyampaian informasi kepada publik berpotensi menurunkan kepercayaan pemangku kepentingan. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan manajemen krisis digital memerlukan sinergi antara kesiapan teknis, komunikasi internal dan eksternal yang transparan, serta budaya organisasi yang mendukung pembelajaran dan evaluasi pascakrisis.