Nurul Amaliyah
Department Of Environmental Health, Politeknik Kesehatan, Pontianak, West Kalimantan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektifitas Konsentrasi Kulit Jeruk Sambal dalam Menurunkan Densitas Bakteri pada Ruang Penyajian Makanan Nurul Amaliyah; Aryanto Purnomo
Jurnal Vokasi Kesehatan Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.646 KB) | DOI: 10.30602/jvk.v2i2.63

Abstract

Abstract: Concentration Bushhammer Density on Reducing Bacteria of Citrus Peel Amblycarpa At Presentation Room. The research objective was to analyze the effectiveness of the concentration of citrus peel amblycarpa in decreased density of bacteria on food preparation space in Pontianak City Elementary School Cafeteria 2015. This study is a quasi-experimental research with one group pretest-posttest design. The population is the entire space serving food at the cafeteria space 345 of 162 elementary schools in the city of Pontianak. The sample was 30. Samples were taken by proportional random sampling. Results showed that the concentration of citrus peel amblycarpawere most effective in reducing the density of bacteria on food preparation space in Pontianak City Elementary School Diner is 5%.Abstrak : Efektifitas Konsentrasi Kulit Jeruk Sambal Dalam Menurunkan Densitas Bakteri Pada Ruang Penyajian Makanan. Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis efektifitas konsentrasi kulit jeruk sambal dalam menurunkan densitas bakteri pada ruang penyajian makanan di Kantin Sekolah Dasar Kota Pontianak Tahun 2015. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan one group pretest post-test. Populasi adalah seluruh ruang penyajian makanan pada kantin sebanyak 345 ruang dari 162 SD di Kota Pontianak.Sampel penelitian sebanyak 30. Pengambilan sampel dilakukan secara proportional random sampling. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kulit jeruk sambal yang paling efektif dalam menurunkan densitas bakteri pada ruang penyajian makanan di Kantin Sekolah Dasar Kota Pontianak adalah 5%.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat Tentang BTCLS (Basic Trauma Cardiac Life Support) dengan Penanganan Primary Survey di IGD RSU X Provinsi Kalimantan Barat Rina Raffa; Yunita Dwi Anggreini; Nurul Amaliyah
Khatulistiwa Nursing Journal Vol 2, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v2i1.40

Abstract

Latar Belakang: IGD (Instalasi Gawat Darurat) merupakan salah satu unit Rumah Sakit yang dimana perawat memberikan tindakan keperawatan gawat darurat yang memerlukan penanganan Primary Survey terkait dalam pengetahuannya.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawat tentang BTCLS (Basic Trauma Cardiac Life Support) dengan penanganan Primary Survey di IGD. Penelitian ini dilakukan di IGD RSU Yarsi Pontianak Provinsi Kalimantan Barat.Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode analitik korelatif menggunakan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 16 responden. Uji data statistik ini menggunakan uji Chi-Squere dengan program SPSS.Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengetahuan perawat dengan BTCLS 75 persen dengan kategori baik pada penanganan primary survey yang terampil dan 25 persen  dengan kategori kurang dalam pengetahuan perawat tentang BTCLS dengan penanganan Primary Survey tidak terampil. Maka didapatkan nilai p value =0,046 (p value lebih kecil dari 0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima, yang artinya ada hubungan pengetahuan perawat tentang BTCLS dengan penanganan Primary Survey.Kesimpulan: Tingkat pengetahuan perawat tentang Basic Trauma Cardiac Life Support ada berhubungan dengan penanganan Primary Survey. Sehingga rumah sakit secara umum dan instalasi gawat darurat pada khususnya diharapkan melakukan pelatihan, workshop dan seminar untuk meningkatkan ketempilan dan pengetahuan perawat dalam penanganan keperawatan gawat darurat .
Risk Factors Associated with Lung Capacity on “XY” Furniture Workers in Sungai Ambawang District Nurul Kharismadewi; Sunarsieh; Nurul Amaliyah
Jurnal teknologi Kesehatan Borneo Vol 2 No 1 (2021): Jurnal Teknologi Kesehatan Borneo
Publisher : POLTEKKES KEMENKES PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jtkb.v2i1.35

Abstract

Analysis of risk factors related to furniture worker’s lung capacity of “XY” at Sungai Ambawang district in 2018. The aim of study was knowing the analysis of risk factors related to meubel worker’s lung capacity of “XY” at Sungai Ambawang district in 2018. This type of study was observational with cross sectional study. The sample of this study was 39 men workers. The data were collected by interviews with responden, measurements of respirable dust producing by the work activity and inspections of lung capacity. The data were formed as univariat and bivariat with kruskal-wallis, t-test and chi-square test. The result showed that there was a significant between respirable dust producing by the work activity (p=0,000), years of service (p=0,001), smoking behavior (p=0,020) and history of diseases (p=0,060) with the lung capacity, while there were no a significant are the age (p=0,951) and using of personal protective equipment masks (p=0,060) with the lung capacity. The conclusion from this study that was a significant between respirable dusts of the work activity produces, years of services, smoking behaviors and history of diseases with the meubel worker’s lung capacity of “XY” at Sungai Ambawang district.