Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DEIKSIS PERSONA DALAM KUMPULAN PUISI MEDITASI RINDU KARYA MICKY HIDAYAT (PERSON DEIXIS IN MEDITASI RINDU ANTHOLOGY BY MICKY HIDAYAT) Muhammad Saihu
JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA Vol 4, No 1 (2014): JURNAL BAHASA, SASTRA DAN PEMBELAJARANNYA (JBSP)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.646 KB) | DOI: 10.20527/jbsp.v4i1.3790

Abstract

Deiksis Persona dalam Kumpulan Puisi Meditasi Rindu karya Micky Hidayat. Penelitianmengkaji isi kandungan teks dari kumpulan puisi Meditasi Rindu karya Micky Hidayat secarakeseluruhan dengan menggunakan teori deiksis persona. Sumber data penelitian ini adalah berupadokumen yang terdapat dalam kumpulan puisi Meditasi Rindu karya Micky Hidayat yang berjumlah45 buah. Deiksis persona pertama yang digunakan berjumlah 437 kata. Kata yang digunakan,yaitu partikel -–ku yang berada pada posisi prefiks atau sufiks dan kata aku. Penggunaan prefiks -–ku pada umumnya membuat kata yang digunakan menjadi lebih indah dan padat. Kata aku padaumumnya digunakan untuk menegaskan penulis sebagai pihak yang diacu di dalamnya. Deiksispersona kedua ditemukan sebanyak 233 buah. Bentuk yang digunakan ialah kata kau, engkau, kamu,dan sufiks –mu. Pada makna yang mengacu pada Tuhan, penulis menggunakan cara khusus denganmengikuti aturan tata bahasa, yaitu menggunakan kata hubung (-) dan huruf kapital. Deiksis personaketiga berjumlah 51 buah. Bentuk yang digunakan ialah kata ia, dan sufiks –nya. Bentuksufiks –nya memiliki jumlah yang paling banyak.Kata-kata kunci : deiksis persona, kumpulan puisi
Peningkatan Memahami Teks Cerita Siswa Menggunakan Metode PQ4R Susana Dewi; Muhammad Saihu
STILISTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 4 No 1 (2019): Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.406 KB) | DOI: 10.33654/sti.v4i1.974

Abstract

Pelaksanaan pembelajaran membaca wacana, Siswa sulit memahami Teks Cerita Inspiratif dengan menjawab pertanyaan bacaan yang isinya memuat garis besar isi bacaan.Alternatif untuk memecahkan permasalahan ini dipilih metode yang sesuai yaitu Metode PQ4R. Dengan metode ini siswa dapat meningkatkan kemampuan memahami Teks Cerita Inspiratif .Tujuan dari penelitian ini adalah “untuk mengetahui Peningkatan Kemampuan Memahami Teks Cerita Inspiratif Dengan Metode PQ4R siswa IX-C SMP Negeri 1 Martapura Kabupaten Banjar Semester Genap tahun pelajaran 2018/2019”. hasil penelitian dapat disimpulkan hal hal berikut : Peningkatan kemampuan memahami Teks Cerita Inspiratif dapat dilihat dari Hasil pengamatan aktivitas meningkat dari siklus I ke siklus II. Komponen yang berkualifikasi cukup pada siklus sbeelumnya meningkat menjadi kualifikasi cukup baik, begitu juga dari kualifikasi cukup baik menjadi baik.Hasil kemampuan siswa menyelesaikan LKS meningkat dari siklus I ke siklus II. Hasil rata-rata tes pemahaman terhadap Teks Cerita Inspiratif meningkat dari 14,08 dari siklus I ke siklus II (dari 70,31 menjadi 84,38). Ketuntasan belajar sebagai indikator peningatan pemahaman Teks Cerita Inspiratif secara klasikal juga meningkat 31,04% dari siklus I ke siklus II (dari 59,28 menjadi 90,32%)
Pesan Religius pada Tegaknya Masjid Kami (Sebuah Novel Sejarah Di Tanah Banjar) Karya Tajuddin Noor Ganie Muhammad Saihu
STILISTIKA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 5 No 1 (2020): Stilistika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.814 KB) | DOI: 10.33654/sti.v5i1.1005

Abstract

Sastra yang merupakan sebuah seni menjadi sesuatu hal yang menarik untuk diamati. Hal ini dikarenakan seni sendiri berbentuk keindahan bagi yang mengamatinya, bukan hanya itu, seni juga dianggap memiliki nilai dan makna yang implisit sehingga semakin diamati maka semakin banyak hal yang menjadi nilai-nilai sebagai pesan dari sastra. Sastra yang berupa seni dan karya tersebut sangat berhubungan erat dengan sebuah ekspresi penciptaan dan kegiatan penciptaan. Ekspresi penciptaan ini berupa pengekspresian seorang pencipta atau pembuat yang memuat berbagai unsur kemanusiaan yang ada di dalamnya. Artinya, ketika sastra berhubungan erat dengan ekspresi penciptaan maka ketika sastra ini diciptakan maka mengandung unsur-unsur kemanusiaan.Masyarakat memiliki keyakinan tentang apapun yang dianggapnya sesuai dengan keyakinannya. Dalam hal ini, berkenaan dengan agama. Orang yang mengamalkan serta patuh terhadap aturan agama ini dianggap sebagai orang yang religius. Keriligiusan seseorang tampak dari bagaimana sikapnya dalam menghadapi sesuatu setiap hari. Begitu pula dalam Novel sejarah di Tanah Banjar dengan judul Tegaknya Masjid Kami yang dikarang oleh Tajuddin Noor Ganie menceritakan bagaimana keriligiusan masyarakat Banjar yang akhirnya mampu membangun sebuah mesjid yang dijadikan sebagai tempat ibadah. Metode dalam penelitian ini adalah berupa kualitatif. Adapun pendekatan yang digunakan adalah dengan menggunakan pendekatan sosiologis, yaitu untuk mengetahui bagaimana cara manusia menyesuaikan diri dalam sebuah komunitas masyarakat. Metode yang digunakan adalah deskriptif analisis. Hasil yang didapatkan dalam pesan pesan religius pada Tegaknya Masjid Kami (Sebuah Novel Sejarah di Tanah Banjar) ini berupa sikap berani, syukur, dan sabar.