Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENDAMPINGAN BELAJAR FISIKA BERBASIS SMART SOLUTION DENGAN REAL WORLD PROBLEM BAGI SISWA SMP DI DESA MALANUZA KECAMATAN GOLEWA Maria Yuliana Kua; Ni Wayan Suparmi; Ni Wayan Prawita Aryani; Josep Marsianus Rewo
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v1i1.71

Abstract

Pengabdian ini didasari oleh permasalahan para siswa sekolah menengah pertama yang kurang tertarik untuk menyelesaikan soal-soal fisika karena terdapat begitu banyak rumus dan hitungannya. Tujuan pengabdian ini untuk membantu para siswa SMP dalam mempelajari fisika terutama penyelesaian soal-soal menggunakan smart solution dengan real world problem. Penyelesaian soal-soal fisika dalam kegiatan pengabdian ini ditandai oleh adanya solusi cerdas dalam menggunakan masalah nyata dalam kehidupan sehari – hari sebagai konteks bagi siswa untuk memecahkan masalah. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pendampingan dan pembelajaran bagi siswa SMP oleh dosen dan mahasiswa. Hasil kegiatan pengabdian ini, yaitu. 1) Membantu siswa meningkatkan pemahamannya dalam penyelesaian soal-soal fisika melalui langkah-langkah cepat dan mudah berdasarkan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari. 2) Para siswa mulai menunjukkan respon yang positif dengan keantusiasan yang besar dalam pembelajaran fisika yang selalu dianggap sulit. Kegiatan pengabdian ini telah memberikan dampak positif bagi para siswa SMP. Melalui kegiatan ini, fisika mulai menjadi mata pelajaran yang menarik karena dapat dipelajari dengan lebih mudah.
PENDAMPINGAN ANAK USIA DINI MELALUI IMPLEMENTASI MATA KULIAH TATA RIAS DAN KOREOGRAFI BERBASIS BATIC (BEAUTY, TRENDY DAN ICONIC) UNTUK MENINGKATKAN ASPEK SENI ANAK Maria Yuliana Kua; Elisabeth Tantiana Ngura; Andi Nafsia; Melania Restintuta Ngonu
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v4i2.1653

Abstract

Seni merupakan salah satu satu dari bidang pengembangan kemampuan dasar yang dipersiapkan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas anak sesuai dengan tahap perkembangannya. Merujuk pada hal tersebut serta sebagai upaya pengembangan seni dalam diri anak, maka seorang mahasiswa PG-PAUD sebagai calon guru pendidikan anak usia dini perlu memiliki kemampuan diri untuk mengembangkan berbagai kreativitas seni sehingga siap mendampingi anak usia dini dalam proses pembelajaran pada dunia pendidikan. Tujuan dari kegiatan pendampingan ini adalah untuk meningkatkan daya kreativitas anak usia dini dalam mengembangkan aspek seni dalam dirinya. Pengabdian ini dilakukan dengan metode pendampingan oleh mahasiswa PG-PAUD semester V STKIP Citra Bakti melalui mata kuliah Tata Rias dan Koreografi bagi AUD Terpadu Citra Bakti dalam pelaksanaan kegiatan fashion show yang meliputi tahap perencanaan, persiapan, hingga pelaksanaan oleh mahasiswa. Perkembangan aspek seni pada anak usia dini diukur menggunakan istrumen penilaian ceklist. Data hasil pendampingan kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui peningkatan daya kreativitas anak dalam mengembangkan aspek seni. Hasil pendampingan memperlihatkan bahwa anak usia dini mengalami perkembangan dan perubahan yang signifikan mulai dari proses persiapan hingga pada pelaksananan kegiatan meliputi kemampuan mengeksplorasi dan mengekspresikan diri, berimajinasi dengan gerak, kemampuan gerak sesuai iringan musik musik, dan beragam seni lainnya.
PENDAMPINGAN BELAJAR FISIKA BERBASIS SMART SOLUTION DENGAN REAL WORLD PROBLEM BAGI SISWA SMP DI DESA MALANUZA KECAMATAN GOLEWA Maria Yuliana Kua; Ni Wayan Suparmi; Ni Wayan Prawita Aryani; Josep Marsianus Rewo
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v1i1.71

Abstract

Pengabdian ini didasari oleh permasalahan para siswa sekolah menengah pertama yang kurang tertarik untuk menyelesaikan soal-soal fisika karena terdapat begitu banyak rumus dan hitungannya. Tujuan pengabdian ini untuk membantu para siswa SMP dalam mempelajari fisika terutama penyelesaian soal-soal menggunakan smart solution dengan real world problem. Penyelesaian soal-soal fisika dalam kegiatan pengabdian ini ditandai oleh adanya solusi cerdas dalam menggunakan masalah nyata dalam kehidupan sehari – hari sebagai konteks bagi siswa untuk memecahkan masalah. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pendampingan dan pembelajaran bagi siswa SMP oleh dosen dan mahasiswa. Hasil kegiatan pengabdian ini, yaitu. 1) Membantu siswa meningkatkan pemahamannya dalam penyelesaian soal-soal fisika melalui langkah-langkah cepat dan mudah berdasarkan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari. 2) Para siswa mulai menunjukkan respon yang positif dengan keantusiasan yang besar dalam pembelajaran fisika yang selalu dianggap sulit. Kegiatan pengabdian ini telah memberikan dampak positif bagi para siswa SMP. Melalui kegiatan ini, fisika mulai menjadi mata pelajaran yang menarik karena dapat dipelajari dengan lebih mudah.
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA MELALUI METODE DEMONSTRASI PADA PEMBELAJARAN IPA DI SMPN 2 BAJAWA Maria Fransiska Romana Eye Kelore; Maria Marlinda Kae; Falentina Wonga Taghi; Maria Yuliana Kua
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Februari)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i2.6796

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru dalam meningkatkan minat dan keaktifan belajar siswa melalui penerapan metode demonstrasi pada pembelajaran IPA di SMPN 2 Bajawa. Permasalahan yang ditemukan adalah rendahnya minat dan partisipasi siswa dalam pembelajaran IPA yang dipengaruhi oleh keterbatasan fasilitas, kurangnya penggunaan media pembelajaran, serta rendahnya motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru sebagai fasilitator, mediator, dan motivator sangat menentukan dalam menciptakan pembelajaran yang aktif dan bermakna. Penerapan metode demonstrasi terbukti mampu meningkatkan perhatian siswa, mendorong partisipasi aktif, serta membantu siswa memahami konsep IPA secara lebih konkret. Selain itu, interaksi dua arah antara guru dan siswa menjadi lebih intensif sehingga suasana pembelajaran lebih kondusif dan tidak lagi berpusat pada guru. Dengan demikian, optimalisasi peran guru melalui inovasi metode pembelajaran, khususnya metode demonstrasi, dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan minat dan keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran IPA.
BUDAYA SEKOLAH DAN TINGKAT KEDISIPLINAN SISWA: STUDI DESKRIPTIF DI SMP NEGERI 6 BAJAWA Maria Anggrilia Dhone; Maria Yunita Kabha; Trivonia Leku Dore; Maria Yuliana Kua
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin (Februari)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i2.6797

Abstract

Kedisiplinan merupakan aspek fundamental dalam pembentukan karakter dan keberhasilan proses pendidikan di sekolah. Salah satu faktor yang berperan dalam membentuk perilaku disiplin siswa adalah budaya sekolah yang tercermin melalui nilai, kebiasaan, dan praktik yang diterapkan secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya sekolah terhadap tingkat kedisiplinan siswa di SMP Negeri 6 Bajawa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas 1 kepala sekolah, 2 guru, dan 5 siswa yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap aktivitas sekolah. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah yang diterapkan melalui pembiasaan positif seperti budaya 3S (senyum, salam, sapa), kegiatan literasi, kegiatan keagamaan, serta upacara bendera secara konsisten berkontribusi dalam menanamkan nilai-nilai disiplin siswa. Praktik tersebut membentuk kebiasaan patuh terhadap aturan, tanggung jawab, serta keteraturan dalam kegiatan sekolah. Namun demikian, masih ditemukan beberapa bentuk pelanggaran seperti keterlambatan, ketidaklengkapan atribut, dan ketidakhadiran tanpa keterangan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sosialisasi dan internalisasi budaya sekolah secara sistematis agar tingkat kedisiplinan siswa semakin optimal.
Exploring Students' Perceptions of Demonstration Tools For Respiratory System Learning: A Qualitative Approach Maria Yuliana Kua; Afrianus Gelu; Anna Julita Foa; Bernardus Ardy Dedo; Kristina Evanjelina Itu
Indonesian Journal of Education Research (IJoER) Vol. 6 No. 1 (2025): February
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/ijoer.v6i1.1194

Abstract

Purpose of the study: Science learning in the industrial revolution era also encourages teachers to provide learning media that support students' characters. One of the supporting media is the use of teaching aids. Limited resources pose a significant challenge for students. Students at State Junior High School 1 Golewa are also experiencing this issue. This study aims to identify students' perceptions of the use of human respiratory system teaching aids. Methodology: We conducted the study on Grade VIII students of State Junior High School 1 Golewa using observation and questionnaire methods. Data collection techniques involved participatory observation and student response questionnaires. The data were analyzed descriptively. Main Findings: The results showed that the use of teaching aids increased students' involvement and understanding of the concept of the respiratory system. Most students stated that teaching aids helped them understand the material better, increased their interest in learning, and encouraged activity and interaction during learning. Novelty/Originality of this study: This results confirm that teaching aids play an important role in improving the quality of science learning. The conclusion of this study is that the use of teaching aids is effective in increasing students' understanding of the human respiratory system material.