Mochamad Ariyo Faridh Zidni
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mengawal Lahirnya Masyarakat Membaca: Best Practice Pustakawan Indonesia Mochamad Ariyo Faridh Zidni
Jurnal AKRAB Vol. 2 No. 1 (2011): April 2011
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v2i1.199

Abstract

Kebiasaan membaca merupakan fondasi kemajuan bangsa. Sejarah telah membuktikan itu dan para ahli mendukungnya. Dua faktor utama sebagai penghambat tumbuhnya kebiasaan membaca di masyarakat, yaitu faktor struktural dan faktor kultural. Ada tiga strategi sebagai solusinya yaitu strategi kekuasaan, persuasif dan normatif-reedukatif. Banyak peran yang dapat dimainkan oleh pustakawan dalam mengawal lahirnya masyarakat membaca. Best Practise penulis dalam menggunakan ketiga strategi tersebut membuktikan bahwa pustakawan dapat berperan di ranah kebijakan dengan membantu membuat produk hukum; menggunakan media massa untuk membentuk opini publik; memasuki profesi organisasi untuk advokasi atau membuat lembaga masyarakat untuk penguatan dan pemberdayaan; memasuki lembaga pendidikan untuk praksis kesadaran membaca bagi pemangku kepentingan pendidikan; terjun langsung mengedukasi masyarakat bermitra dengan lembaga profit dalam pengelolaan dan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR).
Pendidikan Keaksaraan Usia Dini dengan Mendongeng Mochamad Ariyo Faridh Zidni
Jurnal AKRAB Vol. 2 No. 1 (2011): April 2011
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v2i1.200

Abstract

Kegiatan mendongeng dengan membacakan cerita adalah kegiatan sederhana yang dilakukan dalam keluarga . Kegiatan sederhana ini ternyata sangat berperan dalam pendidikan keaksaraan bagi anak sejak dini usia. Dalam perannya tersebut, tidak hanya kemampuan membaca yang ditumbuhkan, namun juga kegemaran membaca yang menjadi faktor yang agak sulit untuk dikembangkan. Membangun suasana yang tepat untuk pendidikan keaksaraan pada usia awal anak, dapat dilakukan dengan baik dengan orang tua melakukan kegiatan mendongeng.