Sesilina Gulo
Sekolah Tinggi Teologi Soteria Purwokerto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Jalan Kehidupan dan Kematian Menurut Kitab Didakhe Pasal 1-6 Sesilina Gulo; Hendi Hendi
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 2 (2021): April 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v5i2.365

Abstract

Abstract. The book of Didache is a non-canonical book in the Bible, therefore, the teachings of the book are not widely known, discussed, and taught. However, the book contains deep morality teachings. This article aimed to explore the teachings in the book so that we can explain the concept of the path of life and death as it was taught in the Bible. The study was conducted by using a descriptive-analytical approach based on Alistair Stewart’s view in his book “On the Way Life and Death, Light or Darkness: Foundation Texts in The Tradition.” From this study, that the teachings of the Book of Didache help believers to have spirituality discipline and lead to holiness of life so that believers no longer live in sins that will lead to death.Abstrak. Kitab Didakhe bukanlah Kitab kanonikal dalam Alkitab, oleh sebab itu ajaran dalam Kitab tersebut tidak banyak diketahui, dibahas, dan diajarkan. Namun demikian, Kitab tersebut mengandung ajaran moral yang dalam. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menggali ajaran dalam kitab tersebut yang dapat menjelaskan konsep jalan kehidupan dan kematian sebagaimana yang diajarkan dalam Alkitab. Kajian dalam artikel ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan mendasarkan pada pandangan Alistair Stewart dalam bukunya“On The Way Life and Death, Light or Darkness: Foundation Texts In The Tradition.” Dari kajian tersebut diperoleh hasil bahwa ajaran Kitab Didakhe menolong orang percaya untuk mendisplinkan diri dalam spiritualitas serta menuntun kepada kekudusan hidup sehingga orang percaya tidak lagi hidup di dalam dosa yang akan mendatangkan kematian.
Godaan Seorang Imam dalam Pelayanan menurut Yohanes Krisostomus Hendi Hendi; Sesilina Gulo
DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 6, No 1 (2021): Oktober 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30648/dun.v6i1.430

Abstract

Abstract. This article discussed how a priest (church elder or overseer) can overcome worldly temptations through three spiritual disciplines or ascesis: prayer, fasting, and inner guarding. This article used the analytical and argumentative methods in literature written by John Chrysostom in his book "On the Priesthood" and the writings of the Church Fathers to contribute to the ministry of a priest. These three points of ascesis produce a holiness which makes him more Christlike. First, through prayer a priest can practice defeating the temptations and passions that arise from within his soul. Second, through fasting he is trained to overcome the temptations and passions that arise from the body or the flesh. Third, through inner vigilance (nepsis) he will be able to overcome the temptations of Satan who has continually seduced humans throughout the ages. These three asceses are aimed at bringing and guiding a priest to live a holy life, that is, against the desires of the flesh or worldly temptations and to produce good fruits that can be practiced in the ministry and society.Abstrak. Artikel ini mengkaji tentang cara seorang imam (penatua atau pengawas gereja) dalam mengatasi godaan-godaan duniawi melalui tiga disiplin rohani atau askesis: doa, puasa, dan keberjagaan batin. Artikel ini menggunakan metode analistis dan argumentatif di dalam literatur yang ditulis oleh Yohanes Krisostomus dalam bukunya “On The Priesthood” dan tulisan para Bapa-bapa Gereja untuk memberikan kontribusi bagi pelayanan seorang imam. Ketiga pokok askesis ini menghasilkan kekudusan yang semakin menyempurnakan dia menjadi serupa Kristus. Pertama, melalui doa seorang imam dapat berlatih mengalahkan godaan dan nafsu yang timbul dari dalam jiwanya. Kedua, melalui puasa dia dilatih untuk mengalahkan godaan dan nafsu yang timbul dari tubuh atau daging. Ketiga, melalui keberjagaan batin (nepsis) dia akan bisa mengatasi godaan dari Iblis yang senantiasa tanpa henti menggoda manusia di sepanjang zaman. Ketiga askesis ini bertujuan membawa dan menuntun seorang imam untuk hidup kudus yaitu melawan keinginan daging atau godaan-godaan duniawi dan menghasilkan buah-buah kebajikan yang bisa dipraktikkan di pelayanan dan masyarakat.