Siti Maisaroh
Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN BBLR Siti Maisaroh; Rizka Vidya Nabella
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.672 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v6i1.21

Abstract

Bayi berat lahir rendah (BBLR) ialah bayi baru lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram. (Saifuddin, 2009). Menurut WHO, melalui laporan kesehatan Dunia tahun 2013 tingkat kasus Berat Bayi Lahir Rendah (32%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR di RSUD Balaraja. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan rancangan penelitian cross sectional.dengan menggunakan data sekunder sebanyak 80 responden, analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan analisa bivariat dengan derajat kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil penelitian tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR di RSUD Balaraja tahun 2018 terbanyak pada BBLR dengan usia ibu yaitu 51 responden (63,8%), diperoleh nilai P 0,004
PERILAKU SEKSUAL BERESIKO PADA REMAJA Samsinar; Siti Maisaroh
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56861/jikkbh.v8i1.93

Abstract

Remaja Indonesia saat ini sedang mengalami perubahan sosial yang cepat dari masyarakat tradisional menuju masyarakat modern. Hal ini juga mengubah norma, nilai-nilai dan gaya hidup. Tingginya perilaku seksual berisiko berakibat penyimpangan norma dan nilai yang ada di masyarakat, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksual berisiko pada remaja di Kelurahan Bojong Jaya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik (kuantitatif) dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel 60. Hasil penelitian menunjukkan perilaku seksual berisiko cukup tinggi (20,5%), Selanjutnya ada hubungan bermakna antara pengetahuan (pv= 0,003), pengaruh orang tua (pv= 0.002) dan media pornografi (pv= 0,014. Disarankan agar kepada orang tua disarankan agar bersikap terbuka dalam memberikan pemahaman perilaku seksual berisiko, serta orang tua berperan sebagai role model bagi perilaku anak. Meningkatkan peran tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam pembentukan karakter anak bangsa.
DETERMINAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PMB “S” Deastri Pratiwi; Siti Maisaroh
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56861/jikkbh.v8i2.97

Abstract

Jumlah kematian ibu di Indonesia yang dihimpun dari pencatatan program kesehatan keluarga di Kementerian Kesehatan pada tahun 2020 menunjukkan 4.627 kematian di Indonesia. Jumlah ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2019 sebesar 4.221 kematian. Salah satu penyebab AKI adalah perdarahan yang menduduki urutan pertama. Perdarahan dapat disebabkan oleh banyak faktor salah satunya adalah anemia. Anemia adalah keadaan dimana kadar Hb dalam darah kurang dari 12 gr %, sedangkan anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu hamil bila kadar Hb nya kurang dari 11 gr %. Penelitian ini menggunakan data primer untuk mengetahui determinan yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian bersifat deskriptif dengan rancangan cross sectional serta dalam pengambilan sample yang digunakan metode total sampling, pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan cara accidental sampling sebanyak 59 ibu hamil yang mengalami anemia. Hasil penelitian unutk variable paritas di peroleh p value = 0,049 (P <0,05) maka dapat di simpulkan bahwa ada hubungan antara paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Hasil analisis di peroleh OR 4,278, untuk variable usia ibu di peroleh p value = 0,001 ( P <0,05) maka dapat di simpulkan bahwa ada ada hubungan antara usia ibu dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Hasil analisis diperoleh OR 0,122 dan untuk variable pendidikan di peroleh p value = 1.000 ( P <0,05) maka dapat di simpulkan bahwa tidak ada hubungan antara pendidikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil hasil analisis diperoleh OR 0,929. Kesimpulan dari variable yang diteliti ada dua variable yang memiliki hubungan dengan anemia pada kehamilan yaitu variable paritas dan variable usia ibu sedangkan variable yang tidak memiliki hubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil adalah variable pendidikan.
Hubungan Status Kesehatan Ibu Dengan Kejadian Preekamsi Di Rumah Sakit Tangerang Dewi Susanti; Siti Maisaroh
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56861/jikkbh.v9i1.104

Abstract

Angka Kematian ibu di Kabupaten Tangerang pada tahun 2020 yaitu sebanyak 38/100.000 KH dan jumlah Kematian bayi di Kabupaten Tangerang sebanyak 203/1.000 KH. (Dinkes Kab. Tangerang, 2021). Penyebab terbanyak kematian ibu adalah dikabupaten tangerang adalah perdarahan dengan jumlah sebanyak 10 kasus dan PEB/Eklamsia dengan jumlah sebanyak 10 kasus.Namun dengan adanya Pandemik Covid-19 sejak Maret 2020 menyebabkan menjadi penyumbang kematian ibu pada urutan ke-3 di Kabupaten Tangerang, Kematian ibu yang terkonfirmasi positif covid-19 yaitu dengan jumlah sebanyak 5 Kasus.Kematian ibu di bagi menjadi langsung dan tidak langsung. Kematian ibu langsung adalah sebagai akibat komplikasi kehamilan, persalinan atau masa nifas, dan segala inrtervensi atau penanganan tidak tepat dari komplikasi tersebut. Kematian ibu tidak langsung merupakan akibat dari penyakit yang sudah ada atau penyakit yang timbul sewaktu kehamilan, misalnya malaria, anemia, HIV/AIDS, dan penyakit kardiovaskuler. Salah satu penyebab AKI adalah preeklamsi yang menduduki urutan kedua setelah perdarahan. Preeklamsia merupakan penyulit kehamilan yang akut dapat terjadi ante, intra, dan post partum. Dari gejala-gejala preeklamsia dapat dibagi menjadi preeklamsia ringan dan preeklamsia berat. Kejadian preeklamsia dan eklamsia bervariasi setiap negara bahkan pada setiap daerah.dijumpai berbagai faktor yang mempengaruhi diantaranya jumlah primigravida, terutama primigravida muda,distensi rahim berlebihan: hidroamnion, kehamilan ganda, molahidatidosa, penyakit yang menyertai kehamilan: Diabetes melitus, kegemukan, jumlah usia ibu lebih dari 35 tahun, preeklamsia berkisar antara 3 sampai 5 %dari kehamilan yang dirawat. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di RSUD Kab. Tangerang kejadian preeklamsi di RSUD Tangerang selama Tahun 2021 terdapat 1050 kasus (29,9%) dari 3513 persalinan. Penelitian ini menggunakan data skunder untuk mengetahui hubungan status kesehatan ibu hamil dengan kejadian preeklamsi. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian bersifat deskriptif dengan rancangan cross sectional serta jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 154 sampel cara pengambilan sampel secara acak sistematis, analisi data menggunakan multivariate, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukan hasil ada empat variable yang memiliki hubungan yang signifikan dengan preeklamsi yaitu variabel hipertensi dengan p value 0,008 OR: 2,968, variable diabetes mellitus dengan p value 0,038 OR: 1,989 dan variable riwayat persalinan dengan p value 0,023 OR: 1,198, ada satu variable yang tidak memiliki hubungan dengan kejadian preeklamsi yaitu variable anemia dengan p value 0,081 OR 1,891. Kesimpulan dari ke empat variable yang diteliti tentang status kesehatan yaitu variable hipertensi, diabetes mellitus, anemia dan riwayat persalinan ada satu variable paling dominan terhadap preeklamsi yaitu variable hipertensi.
Determinants of the Use Long-Term Contraception Method In Banten Province: Secondary Data Analysis of Survey Kinerja Akuntabilitas Program (SKAP) BKKBN in 2019 Y Yuliwati; Siti Maisaroh; Rd Deden Gumilar Nugraha
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 2: June 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1418.185 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i2.482

Abstract

The province of Banten population growth rate is higher than the rate of population growth in Indonesia (BPS, 2020) to suppress the growth of population can be controlled with the family planning program, using the method of Long-term contraception. Coverage MKJP Banten Province is still low (17%), compared to the scope of MKJP in (24,6%). The purpose of the research to determine the factors associated with the use of the method of long-term contraception. The type of research used is the quantitative analytical cross-sectional approach. The population is all of WUS in the Province of Banten, while the sample WUS that be acceptors totalled 827 people. Data collection using secondary data. The results showed that the factor associated with the use of MKJP is the age and number of children (P-value less than 0.05). The number of children who owned PUS be the factor most dominant associated with the use of MKJP evidenced by the results of logistic regression double value (OR= 1,980) after the controlled variables age, number of children and maternal Education. The number of children that are owned by couples of childbearing age is something of value which is very important for the decision to wear Long-term contraception.Abstrak: Di provinsi Banten laju pertumbuhan penduduk lebih tinggi dari laju pertumbuhan penduduk di Indonesia BPS 2020) untuk menekan pertumbuhan penduduk dapat dikendalikan dengan program KB, menggunakan metode kontrasepsi jangka Panjang. Cakupan MKJP Provinsi Banten masih rendah (17%), dibandingkan cakupan MKJP secara (24,6%). Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasinya adalah seluruh WUS di Provinsi Banten, sedangkan sampelnya WUS yang menjadi akseptor KB berjumlah 827 orang. Pengumpulan data menggunakan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa factor yang berhubungan dengan penggunaan MKJP adalah umur dan jumlah anak (P value kurang dari 0,05). Jumlah anak yang dimiliki PUS menjadi factor yang paling dominan berhubungan dengan pemakaian MKJP dibuktikan dengan hasil uji regresi logistic ganda dengan nilai (OR= 1,980) setelah dikontrol dengan variabel umur, jumlah anak dan Pendidikan ibu. Jumlah anak yang dimiliki oleh pasangan usia subur merupakan sesuatu nilai yang sangat penting bagi pengambilan keputusan untuk memakai kontrasepsi jangka Panjang