Dewi Susanti
Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL Samsinar; Dewi Susanti
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.849 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v6i1.19

Abstract

Abstrak : Faktor yang berhubungan Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil. Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu hamil bila kadar Hb kurang dari 11gr%. Menurut WHO kejadian anemia saat hamil berkisar antara 20% sampai 89% pada tahun 2015 dengan menetapkan Hb 11 gr % sebagai dasarnya. Penelitian ini dengan menggunakan metode desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sample menggunakan rendom sampling dengan jumlah 40 sampel, analisis data yang digunakan adalah analisis bivariat. Hasil penelitian tidak ada hubungan yang signifikan antara Usia Ibu dengan Kejadian anemia pada ibu hamil dengan nilai P value 0,808 dan OR= 1,348. Ada hubungan yang signifikan antara Paritas dengan Kejadian anemia pada ibu hamil dengan nilai P value 0,036. Ada hubungan yang signifikan antara usia kehamilan dengan Kejadian anemia pada ibu hamil dengan nilai P value 0,021, dan OR= 0,153. Tidak ada hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu dengan Kejadian anemia pada ibu hamil dengan nilai P value 1,000 dan OR= 1,054
PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG HUBUNGAN SEKSUAL PADA KEHAMILAN Dewi Susanti; Samsinar
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.411 KB) | DOI: 10.56861/jikkbh.v7i2.57

Abstract

Hubungan seksual bukan hanya hubungan yang melibatkan alat kelamin dan daerah yang mudah terangsang, tetapi juga psikologis dan emosi. Umumnya wanita khawatir bahwa hubungan seksual selama kehamilan dapat melukai bayinya dan orgasme bisa menyebabkan keguguran. Kehamilan bukan merupakan suatu alasan untuk tidak melakukan hubungan seksual, karena hubungan seksual merupakan salah satu kebutuhan fisiologis. Maka dari itu, peneliti ingin mengetahui pengetahuan ibu hamil tentang hubungan seksual selama kehamilan.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriftif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di BPS S pada tanggal 10- 11 Agustus dengan menggunakan alat ukur angket. Populasi dalam penelitian ini adalah 50 responden. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat (chi – square). Dari hasil penelitian ibu denganpengetahuan dengan hasil terbesar dengan tingkat berpengetahuan rendah sebanyak 32 responden, ada hubungan antara sikap dengan pengetahuan hubungan seksual P = 0,003 dan OR 7,800 , ada hubungan antara kepercayaan dengan pengetahuan hubungan seksual P = 0,008 dan OR 6,682, ada hubungan antara dukungan suami dengan pengetahuan hubungan seksual P = 0,008 dan OR 6,682,ada hubungan antara sumber informasi dengan pengetahuan hubungan seksual P = 0,004 dan OR 7,700. Dapat disimpulkan bahwa sebagian ibu hamil masih belum mengetahui hubungan seksual pada kehamilan.
PERUBAHAN POLA AKTIFITAS SEKSUAL PADA IBU PASCA MELAHIRKAN Roichatul Djannah; Dewi Susanti
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56861/jikkbh.v8i1.92

Abstract

Seks adalah sesuatu yang sangat naluriah dan semua manusia akan melewatinya. Tapi seks juga sangat berkaitan dengan lingkungan, norma masyarakat, faktor fsikologis maupun fisik seseorang. Artinya dorongan seks bias berubah setiap saat. Begitu seorang wanita melewati masa nifas, hubungan seks sudah boleh dilakukan, tentunya dengan frekuensi dan kekuatan yang tidak sekuat sebelum hamil. Karena masih dalam proses penyesuaian. Kadang masih sering muncul ketakutan, cemas atau takut jahitan robek, sering kali akan sedikit mengurangi kenikmatan berhubungan seks, bahkan tidak jarang justru menimbulkan rasa sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan turunnya aktivitas seksual ibu post partum. Berdasarkan hasil penelitian dari 36 orang di dapatkan 32 orang (88,9%) yang mengalami penurunan aktivitas seksual, diantaranya dipengaruhi oleh faktor stress dan troumatik yaitu sebanyak 12 orang (33,3%), faktor luka episiotomi 21 orang (58,3%), faktor keletihan 20 orang (55,65%) dan faktor Depresi sebanyak 10 orang (27,8%). Dari hasil penelitian yang telah di jelaskan dapat di tarik kesimpulan bahwa luka episiotomi merupakan faktor yang paling mempengaruhi turunnya aktivitas seksual ibu post partum di BPS Diah Sholihah. Maka dari hasil penelitian diatas disarankan kepada petugas kesehatan agar dapat memberikan pengertian dan penjelasan mengenai hal ini terutama kepada ibu post partum yang mengalami masalah seksual.
ANALISIS KARAKTERISTIK IBU HAMIL TERHADAP KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET FE DI BPS KOKOM Samsinar; Dewi Susanti
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56861/jikkbh.v8i2.100

Abstract

Berdasarkan aturan Tablet zat besi yang diberikan kepada ibu hamil merupakan suplemen yang harus dikonsumsi setiap hari. Pada Program penanggulangan anemia gizi pemberian tablet fero sulfat telah dikaji dan diuji secara ilmiah dengan dosis dan ketentuan. Sedangkan , program pemberian tablet fero sulfat pada wanita hamil yang menderita anemia kurang menunjukan hasil yang nyata. Hal ini dikarenakan oleh kepatuhan yang tidak optimal dalam mengkonsumsi tablet fero sulfat (Depkes, 2012).Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana hubungan karakteristik pada ibu hamil dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe di BPS Kokom komariah Kota Tangerang Tahun 2022.. Penelitian ini dilakukan dengan jumlah sempel sebanyak 72 responden. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskritif dengan pendekatan cross sectional yang menggunakan variabel Dependent yaitu tingkat pengetahuan dan variabel independen yang digunakan yaitu usia ibu, pendidikan, Pengetahuan. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner yang diambil sesuai dengan jumlah sampel. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan antara karakteristik ibu hamil dengan kepatuhan mengkonsumsi tablet Fe, berdasarkan usia ibu dengan P value = 0,006, Pendidikan dengan P value=0,004, Pengetahuan dengan P value=0,001, Saran untuk BPS. Kokom menindaklanjuti hal ini agar dapat meningkatkan Kepatuhan ibu dalam mengkonsumsi tablet Fe sehingga dapat menurunkan kejadian Anemia apdda ibu hamil.
Hubungan Status Kesehatan Ibu Dengan Kejadian Preekamsi Di Rumah Sakit Tangerang Dewi Susanti; Siti Maisaroh
Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Karya Bunda Husada
Publisher : Akademi Kebidanan Karya Bunda Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56861/jikkbh.v9i1.104

Abstract

Angka Kematian ibu di Kabupaten Tangerang pada tahun 2020 yaitu sebanyak 38/100.000 KH dan jumlah Kematian bayi di Kabupaten Tangerang sebanyak 203/1.000 KH. (Dinkes Kab. Tangerang, 2021). Penyebab terbanyak kematian ibu adalah dikabupaten tangerang adalah perdarahan dengan jumlah sebanyak 10 kasus dan PEB/Eklamsia dengan jumlah sebanyak 10 kasus.Namun dengan adanya Pandemik Covid-19 sejak Maret 2020 menyebabkan menjadi penyumbang kematian ibu pada urutan ke-3 di Kabupaten Tangerang, Kematian ibu yang terkonfirmasi positif covid-19 yaitu dengan jumlah sebanyak 5 Kasus.Kematian ibu di bagi menjadi langsung dan tidak langsung. Kematian ibu langsung adalah sebagai akibat komplikasi kehamilan, persalinan atau masa nifas, dan segala inrtervensi atau penanganan tidak tepat dari komplikasi tersebut. Kematian ibu tidak langsung merupakan akibat dari penyakit yang sudah ada atau penyakit yang timbul sewaktu kehamilan, misalnya malaria, anemia, HIV/AIDS, dan penyakit kardiovaskuler. Salah satu penyebab AKI adalah preeklamsi yang menduduki urutan kedua setelah perdarahan. Preeklamsia merupakan penyulit kehamilan yang akut dapat terjadi ante, intra, dan post partum. Dari gejala-gejala preeklamsia dapat dibagi menjadi preeklamsia ringan dan preeklamsia berat. Kejadian preeklamsia dan eklamsia bervariasi setiap negara bahkan pada setiap daerah.dijumpai berbagai faktor yang mempengaruhi diantaranya jumlah primigravida, terutama primigravida muda,distensi rahim berlebihan: hidroamnion, kehamilan ganda, molahidatidosa, penyakit yang menyertai kehamilan: Diabetes melitus, kegemukan, jumlah usia ibu lebih dari 35 tahun, preeklamsia berkisar antara 3 sampai 5 %dari kehamilan yang dirawat. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di RSUD Kab. Tangerang kejadian preeklamsi di RSUD Tangerang selama Tahun 2021 terdapat 1050 kasus (29,9%) dari 3513 persalinan. Penelitian ini menggunakan data skunder untuk mengetahui hubungan status kesehatan ibu hamil dengan kejadian preeklamsi. Metode yang digunakan penulis dalam penelitian bersifat deskriptif dengan rancangan cross sectional serta jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 154 sampel cara pengambilan sampel secara acak sistematis, analisi data menggunakan multivariate, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukan hasil ada empat variable yang memiliki hubungan yang signifikan dengan preeklamsi yaitu variabel hipertensi dengan p value 0,008 OR: 2,968, variable diabetes mellitus dengan p value 0,038 OR: 1,989 dan variable riwayat persalinan dengan p value 0,023 OR: 1,198, ada satu variable yang tidak memiliki hubungan dengan kejadian preeklamsi yaitu variable anemia dengan p value 0,081 OR 1,891. Kesimpulan dari ke empat variable yang diteliti tentang status kesehatan yaitu variable hipertensi, diabetes mellitus, anemia dan riwayat persalinan ada satu variable paling dominan terhadap preeklamsi yaitu variable hipertensi.