Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas : Literature Review Elis Nurainun; Endang Susilowati
Jurnal Kebidanan Khatulistiwa Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Kebidanan Khatulistiwa
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jkk.v7i1.611

Abstract

Latar Belakang: ASI eksklusif sangat disarankan untuk diberikan pada bayi baru lahir sampai usia enam bulan dan tanpa adanya pendamping ASI. Keluarnya ASI yang lancar pada ibu menyusui merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk memenuhi nutrisi bayi, ASI merupakan nutrisi terbaik bagi bayi untuk mencegah infeksi dan beberapa penyakit lainnya. Pada ibu nifas, keadaan emosinya dinilai masih belum stabil dan berkaitan dengan refleks oksitosin. Presentase keadaan emosi ibu berkaitan dengan refleks oksitosin yang dapat mempengaruhi produksi ASI sekitar 80% sampai 90%. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas. Metode: Artikel ini menggunakan metode studi tinjauan pustaka dari jurnal ilmiah dengan penuntun kata kunci. Jurnal ilmiah yang terseleksi sejumlah 8 jurnal, masing-masing jurnal mewakili satu pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI dan memberi informasi yang bervariatif. Hasil:  Pijat oksitosin merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI. Pemijatan dilakukan sepanjang tulang belakang (vertebrae) sampai tulang costae kelima keenam, pijat oksitosin merupakan usaha untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin setelah melahirkan. Kesimpulan : Berdasarkan analisa yang telah dilakukan adalah pijat oksitosin efektif untuk produksi ASI. Ada pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI, karena ada perbedaan yang signifikan antara produksi ASI sebelum dan sesudah perlakuan
Scoping Review: Diarrhea in Toddlers and Causing Factors Endang Susilowati; Yuli Astuti; Refi Mulyasih
Jurma : Jurnal Program Mahasiswa Kreatif Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : LPPM UIKA Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jurma.v7i1.1708

Abstract

Diarrhea is a disease caused by infection with microorganisms including bacteria, viruses, parasites, and protozoa, and its transmission is fecal-oral. Diarrhea is a condition where stool is excreted abnormally or not as usual, characterized by an increase in volume, dilution, and frequency of bowel movements more than 3 times a day and in neonates more than 4 times a day with or without blood mucus. Diarrheal disease is still a public health problem in developing countries such as Indonesia, with high morbidity and mortality. From the IDHS results, it was found that 13.7% of children under five experienced diarrhea in the two weeks before the survey, 3% higher than the IDHS findings. The highest prevalence of diarrhea is in children aged 12-23 months, followed by those aged 6-11 months and those aged 23-45 months. (Ministry of Health, 2011). Research objective: This study aims to analyze the factors that influence the incidence of diarrhea in toddlers, based on the results of previous studies. Method: This research was conducted using the scoping review method using several data-based electronic media: Pubmed, DOAJ, Scopus, Sinta, and limited database, namely the last 10 years starting 2012-2021. There were 20 articles used which discussed the causes of diarrhea in toddlers. Results: Factors causing diarrhea that were intensified include the mother's knowledge about hygiene and environmental hygiene, unsanitary water sources, latrines in the family, and health services that are difficult to reach, giving complementary foods too early, and germ infection factors, toddler nutrition factors low and mother's knowledge of diarrhea in toddlers, posyandu visits, non-exclusive breastfeeding and use of milk bottles and hygiene, number of family members and low economic status.
Faktor yang Mempengaruhi Sosial-Emosional Anak Usia Dini: Literature Review: Factors Affecting Early Childhood Social-Emotional Well-Being: Literature Review Nabila Salsabina Itha Ishmah Aurora; Arum Meiranny; Endang Susilowati
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v7i4.4940

Abstract

Latar belakang: Salah satu bentuk perkembangan yang terjadi pada anak usia dini adalah perkembangan sosial emosional.Perkembangan sosial emosional anak usia dini ditandai dengan adanya perkembangan kemampuan anak untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar, memiliki rasa pertemanan yang melibatkan emosi, pikiran, dan tingkah laku mereka.Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi sosial emosional pada anak usia dini. Tujuan: Menelaah faktor apa saja yang berpengaruh terhadap sosial emosional anak usia dini. Metode: Systematic literature review dengan melakukan pencarian artikel.Pencarian artikrl dilakukan dengan database seperti Google Scholar dan Pubmed.Penulis menemukan 10 artikel yang relevan Hasil: Terdapat 3 hal yang menjadi faktor yang mempengaruhi sosial emosial anak suai dini yaitu : faktor keluarga , gadget , dan teman sebaya Kesimpulan: Perkembangan sosial emosional pada anak usia dini sangat penting untuk diperhatikan, karena hal ini akan berpengaruh pada cara bersosialisasi anak di fase kehidupan selanjutnya.Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan sosial-emosional anak yaitu : faktor kelurga yang mana disini terdisi dari pola asuh orang tua, pendidikan orang tua dan jumlah saudara di dalam keluarga, selanjutnya ada faktor gadget dan ada pula faktor teman sebaya.
Efforts To Improve the Motor Development of Children with Down Syndrome: Narrative Review Risna Junianti; Endang Susilowati; Arum Meiranny
Viva Medika Vol 18 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Harapan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35960/vm.v18i2.1477

Abstract

Background: In children with Down syndrome, the patterns of gross and fine motor development follow the same patterns as in normal children, but developmental milestones are achieved at a later time. There are several reasons why children with Down syndrome experience delayed motor development, including cognitive factors, hypotonia, reduced muscle strength, loose joints and ligaments, and hand structure factors. Objective: To determine effective interventions in improving the development of children with Down syndrome. Research Method: Narrative review. Research Results: A review of 15 articles found that the use of trampolines, virtual reality, treadmill exercises, isokinetics, vibration, surfing, traditional Indian dance, computer-based phonics, vestibular stimulation, improvement of numerical skills, the use of picture card media, traditional games such as jamuran and engklek, and sensory integration with busy books can improve the development of children with Down syndrome. Conclusion: There are effects and benefits from the provision of each intervention in various countries on improving the development of children with Down syndrome.