Supriyatun Supriyatun
Sekolah Tinggi Kesehatan Bina Putra Bajar, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN SIKAP IBU HAMIL RESIKO TINGGI TERHADAP PEMERIKSAAN ANTENATAL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LANGENSARI I KOTA BANJAR Supriyatun Supriyatun
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 2 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan antenatal care oleh Ibu hamil di sarana kesehatan yang disediakan Pemerintah dan swasta belum sepenuhnya mencapai hasil atau target yang diharapkan. Hal ini tergambar dari jumlah kunjungan Ibu hamil untuk pelayanan antenatal di beberapa daerah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sikap ibu hamil resiko tinggi terhadap pemeriksaan antenatal di Wilayah Kerja Puskesmas Langensari I Kota Banjar. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil resiko tinggi sebanyak 31 orang. Tekhnik penentuan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling (sensus), sehingga sampel yang ditelitisebanyak 31 ibu. Hasil penelitian di Wilayah Kerja Puskesmas Langensari I Kota Banjar menunjukkan sikap ibu hamil terhadap tujuan pemeriksaan antenatal mayoritas kategori negatif yaitu 21 orang (67,7%), sikap terhadap manfaat pemeriksaan antenatal kategori negatif yaitu 23 orang (74,2%), sikap terhadap frekuensi pemeriksaan antenatal kategori negatif yaitu 23 orang (74,2%). Sehingga sikap ibu hamil terhadap pemeriksaan antenatal di Wilayah Kerja Puskesmas Langensari I Kota Banjar mayoritas kategori negatif yaitu 22 orang (72%).
HUBUNGAN ANTARA JARAK KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN ABORTUS DI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH (BLUD) RUMAH SAKIT UMUM (RSU) KOTA BANJAR Supriyatun Supriyatun; Rina Diana
Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan Mandiri Aktif
Publisher : LPPM STIKes Bina Putera Banjar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abortus merupakan kegawatdaruratan yang berdampak pada kejadian perdarahan dan infeksi yang dapat menyebabkan kematian ibu. Kejadian abortus di Indonesia diperkirakan sekitar 2 – 2,5 % dari jumlah kehamilan setiap tahun. Dari data Kemenkes pada tahun 2017 jumlah kematian ibu yang terjadi 21,7 % terjadi karena abortus, terjadi peningkatan dari kejadian tahun 2016 yaitu sebesar 18,5 %. Jarak kehamilan merupakan salah satu factor predisposisi terjadinya abortus dilihat dari faktor maternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara jarak kehamilan dengan kejadian abortus. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik asosiatif dengan rancangan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu bersalin sebanyak 2009 responden. Penentuan jumlah sampel menggunakan tekhnik random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 95 responden. Instrument yang digunakan adalah lembar checklist, dengan analisa data univariat menggunakan distribusi frekuensi dan analisa bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil analisa data menunjukan jarak kehamilan kurang dari 2 tahun sebanyak 56 responden ( 58,9%), jarak kehamilan lebih dari dua tahun sebanyak 39 responden ( 41,15). Terdapat hubungan antara jarak kehamilan dengan kejadian abortus dengan p-value sebesar 0,000.