Andini Hardiningrum
Universitas NU surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN ORANGTUA DALAM MENSTIMULASI PERKEMBANGAN SOSIAL ANAK USIA 4-5 TAHUN DI TK KHADIJAH PANDEGILING SURABAYA Andini Hardiningrum; Firdaus Firdaus
EARLY CHILDHOOD : JURNAL PENDIDIKAN Vol. 4 No. 2 (2020): Early Childhood: Jurnal Pendidikan
Publisher : Pendidikan Guru PAUD, FKIP, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/earlychildhood.v4i2.924

Abstract

Anak adalah individu yang aktif membentuk pengetahuan berdasarkan pengalaman yang diperoleh melalui lingkungan tempat bergaulnya. Kemampuan sosial anak akan berkembang ketika anak melakuka sosialisasi dengan teman sekitarnya. Kemampuan sosial ini tidak terlepas dari peran orangtua yang sangat berpengaruh.. Banyak sekali orangtua yang tidak memperhatikan hal ini karena mereka sibuk bekerja dan tidak punya waktu. Komunikasi dan pelayanan yang diberikan di di TK Khadijah Pandegiing Surabaya adalah orangtua diwajibkan selalu berperan aktif dalam proses pembelajaran di sekolah, maka orangtua selalu melakukan komunikasi dan aktif menyampaikan perkembangan anak dirumah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Peran orang tua dalam menstimulasi perkembangan sosial anak usia 4-5 tahun di TK Khadijah Pandegiling Surabaya. Metode penelitiannya menggunakan kualititatif deskriptif. Proses pengumpulan data menggunakan angket, observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan credibility, transferability, dependability, dan conformability. Hasil penellitiannya adalah Hasil analisis menunjukkan bahwa ada keterkaitan yang sangat signifikan mengenai peran orang tua dalam menstimulasi kemampuan sosial anak usia 4-5 tahun, yang berdampak pada kepribadian anak di perkembangan selanjutnya. Saran dari penelitian ini adalah perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui lebih dalam tentang adanya keterkaitan antara stimulasi orang tua terhadap kemampuan bersosialisasi anak.
EFEKTIVITAS KEGIATAN MENDONGENG DENGAN MEDIA POP UP BOOK DALAM MENGATASI KECANDUAN GADGET PADA ANAK USIA DINI Andini Hardiningrum; Jauharotur Rihlah; Destita Shari
Early Childhood: Jurnal Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2022): Early Childhood: Jurnal Pendidikan
Publisher : Pendidikan Guru PAUD, FKIP, Univ Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/earlychildhood.v6i2.2727

Abstract

Generasi milenial saat ini memang tidak dapat terlepas dari yang bernama gadget. Segala aktivitas dan kegiatan anak juga lebih mudah dilakukan dengan gadget. Orang dewasa sering menggunakan untuk mempermudah pekerjaan dan juga menenangkan anak dengan beraneka aplikasi yang ada.  Namun, pada kenyataanya banyak orangtua yang tidak mampu mengontrol penggunaan gadget sehingga anak menjadi kecanduan gadget. Kurangnya kontrol dan kedisiplinan dalam bermain gadget membuat banyak orangtua akhirnya merasa resah karena banyaknya sikap negatif yang terjadi pada anak. dari hal tersebut, maka perlu adanya media pembelajaran untuk mengalihkan anak dari kecanduan gadget. Salah satu media yang menarik adalah media Pop up book. Pop up book adalah media pembelajaran yang sengaja dirancang khusus untuk anak-anak berupa buku ceirta yang berbentuk tiga dimensi dengan bervariasi bentuk dan gambar yang menarik serta unik. Kita dapat membacakan pop up book dengan Teknik mendongeng. Karena mendongeng merupakan kegiatan membacakan cerita dengan mimic dan ekspesi yang menarik sehingga membuat anak tertarik untuk mendengarkan dan membaca buku Bersama. Peneliti melakukan penelitian dengan pendekatan kuantitatif deskriptif yang dilakukan untuk meneliti populasi dan sampel yang diambil secara random. Pengumpulan data menggunakan angket, observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah dari 50 anak yang orangtuanya menjadi subjek penelitian terdapat 35 atau sekitar 70% anak yang terlihat perubahan yang signifikan dalam hal tertarik membaca buku, dan peningkatan kemampuan berbahasa. Sedangkan 15 atau sekitar 30% anak yang lain masih belum tertarik dengan buku dan kurangnya kemampuan konsentrasi serta kemampuan berbahasa masih rendah. Dari hasil penelitian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kegiatan mendongeng yang dilakukan orangtua dengan menggunakan pop up book efektif dilakukan