Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI MODEL BELAJAR KOLABORATIF DENGAN STRATEGI PERMAINAN MONOPOLI PADA MATERI UANG DAN BANK DI KELAS IX-A SMPN 3 BALONGPANGGANG Anis Sa’adah
DIDAKTIKA Vol 25 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.833 KB) | DOI: 10.30587/didaktika.v25i2.880

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada materi uang dan bank melalui permainan monopoli. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan (action research) dengan subjek penelitian peserta didik kelas IX A SMPN 3 Balongpanggang. Fokus penelitian ini adalah keaktifan peserta didik dalam hal mendengarkan, berpendapat, menanggapi, dan bertanya. Indikator yang ditetapkan adalah 70 % peserta didik mendengarkan/memperhatikan pada saat proses belajar, berani berpendapat, dapat menanggapi, dan berani bertanya. Selain keaktifan penelitian ini juga ingin meningkatkan hasil belajar peserta didik, indikatornya adalah 85 % peserta didik mampu mencapai nilai KKM yang ditetapkan yaitu 75. Apabila indikator itu tercapai maka tindakan yang diterapkan dianggap berhasil. Penelitian dilakukan dengan model siklus yang masing-masing siklus ada 2 pertemuan dan setiap pertemuan ada 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keaktifan belajar peserta didik setelah diterapkan model belajar kolaboratif melalui strategi permainan monopoli ini. Pada siklus I keaktifan peserta didik rata-rata 71% sedangkan pada siklus II rata-rata 87%. Hal ini berarti telah terjadi peningkatan pada keaktifan belajar peserta didik pada saat belajar. Hasil belajar peserta didik juga meningkat pada siklus I rata-rata ketuntasan individu 77,1% menjadi 80,1% pada siklus II dan ketuntasan klasikal pada siklus I dari 62 % menjadi 82,7% pada siklus II. Hal ini berarti juga ada peningkatan dalam capaian hasil belajar peserta didik.Kata kunci : Keaktifan, hasil belajar, kolaboratif, monopoli
Pentingnya Psikologi Komunikator Winda Kustiawan; Laila fitri; Ajizah Nurul Fadhilah Siddiq; Anis Sa’adah; Harris Fadhillah; Sri Ayu Ulandari; Muhammad wisudawan
JIKEM: Jurnal Ilmu Komputer, Ekonomi dan Manajemen Vol 2 No 1 (2022): JIKEM: Jurnal Ilmu Komputer, Ekonomi, dan Manajemen
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari tingkah laku lahiriah manusia dengan sebuah metode observasi secara objektif terhadap stimulus dan respons yang menimbulkan tingkah laku. Kita dapat mempelajari tentang psikologi manusia dengan cara memperhatikan bagaimana seseorang itu berprilaku dalam kehidupannya. Tingkah laku yang negative akan menjadi positif, apabila ada suatu sumber yang mampu mengajak kepada kebaikan dan tingkah laku yang positif akan menjadi negative, apabila seseorang mudah dipengaruhi kepada keburukan. Apabila orang lain tidak memahami apa yang kita katakan itu artinya kita telah gagal dalam berkomunikasi. Dan hubungan kita terhadap orang lain akan menentukan kualitas hidup kita. Pengertian komunikasi lisan ialah bentuk komunikasi dengan mengucapkan kata-kata secara lisan dan langsung kepada lawan bicara. Biasanya komunikasi lisan dapat dilakukan dalam kondisi para personal atau individu yang berkomunikasi berhadapan langsung. Komunikasi tertulis adalah komunikasi yang dilakukan melalui sebuah tulisan yang dilakukan dalam kegiatan surat menyurat melalui : pos, telegram, telexaf, fax, e-mail dan sebaginya.
EFEKTIVITAS INTERVENSI POSITIF BERBASIS 5S (SENYUM, SALAM, SAPA, SOPAN, DAN SANTUN) UNTUK PENGUATAN KARAKTER KEPEDULIAN SISWA MTSN 3 TUBAN Kartika Hidayati; Anis Sa’adah
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 2 No. 12 (2025): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Edisi Desember 2025)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v2i12.1466

Abstract

In the era of globalization, character education is a crucial issue in developing a young generation with ethical and social awareness. The caring character of students in Indonesia, particularly in Islamic schools (madrasah), shows a decline in moral and social values due to the influence of digital technology and a lack of positive interactions. This phenomenon threatens social stability and the readiness of the younger generation to become responsible and empathetic citizens. This study examines the effectiveness of a positive intervention based on the 5S culture (Smile, Greet, Greet, Polite, and Courteous) in strengthening the caring character of students at MTsN 3 Tuban through a qualitative, explanatory descriptive method, collecting data from interviews, observations, and documentation. The results indicate that this intervention significantly increased students' empathy, respect, and social awareness, despite challenges during the initial adaptation phase. Limitations of the study include its coverage in a single location and limited subjects. It is recommended that the implementation of the 5S culture be carried out sustainably, involving the entire school community, to optimize its positive impact and expand its application to other schools.