Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Perubahan Garis Pantai Desa Rutong Kota Ambon Jessica D. Wattimena; Mansye Ronal Ayal
Jurnal Teknik Sipil Vol 14 No 2 (2018): Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jts.v14i2.1796

Abstract

Ambon sebagai ibukota Provinsi Maluku merupakan Daerah Kepulauan yang mana sebagian besardesanya berada pada Daerah pesisir pantai. Hal ini membuat timbulnya berbagai permasalahanpantai. Pantai Desa Rutong Kecamatan Leitmur Selatan Kota Ambon merupakan salah satu daerahyang sering mendapat serangan gelombang dan mengakibatkan kerusakan yang cukup parah.Berdasarkan informasi dan tinjauan yang dilakukan, jenis pantai pada Desa Rutong ialah pantaipasir (Sandy Beach). Kondisi ini menyebabkan sejumlah besar material (Pasir) terbawa akibatgelombang angin dan pasang tertinggi sehingga terjadi erosi yang mengakibatkan adanyaperubahan posisi garis pantai. Penelitian ini dilakukan dengan observasi dan pengamatan selama15 hari di pantai Desa Rutong Kota Ambon. Melalui penelitian ini diperoleh besarnya perubahangaris pantai dengan menggunakan metode perhitungan CERC (Coastal Engineering ResearchCenter) yaitu dengan membagi panjang garis pantai menjadi 50 pias untuk memprediksiperubahan garis pantai untuk 5 tahun dan 10 tahun ke depan. Dari analisis data tersebut diperolehhasil bahwa Desa Rutong mengalami kemunduran garis pantai pada 5 tahun sebesar -6,63 m dimana erosi terjadi pada pias 12 dan pada 10 tahun sebesar 16,04 m di mana erosi terjadi pada pias0.
Analisis Penggunaan Konfigurasi Tiang Pada Kelompok Tiang Bor Jembatan Wai Poka- Kota Ambon Maukar, Andito; Abraham Kalalimbong; Mansye Ronal Ayal
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 7 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v1i1.406

Abstract

Setiap konfigurasi tiang kelompok pondasi memiliki kelemahan dan kelebihannya masing-masing, konfigurasi yang digunakan pada lapangan mengalami pembesaran dimensi pile cap dari 12,30 m x 5,00 m menjadi 14,00 m x 7,00 m sehingga terjadi penambahan beban mati, selain itu pondasi bor pile tidak mengalami perubahan yang besar dari gambar rencana, namun jarak antara bor pile mengalami penambahan jarak. Dalam penelitian ini, peneliti akan mengubah konfigurasi tiang bor tanpa membuat dimensi pile cap bertambah, dan tetap memenuhi faktor keamanan. Dalam penelitian menggunakan metode Skempton dan metode faktor efisiensi tiang untuk menghitung kapasitas daya dukung tiang, dan metode Vesic untuk menghitung penurunan tiang. Hasil perhitungan yang didapatkan adalah konfigurasi tiang kelompok mempengaruhi seberapa besar efisiensi tiang dan kekuatan beban yang dapat ditampung oleh kelompok tiang tersebut. Semakin besar efisiensi tiang (Eg) maka kekuatan kelompok tiang tersebut untuk dapat menahan beban lebih banyak (Qg) maka semakin banyak pula jumlah tiang (n). konfigurasi tiang kelompok mempengaruhi besarnya penurunan tiang, hal ini dipengaruhi oleh lebar kelompok tiang. Semakin lebar konfigurasi kelompok pondasi, maka akan semakin besar nilai penurunan tiang.
Analisis Penggunaan Tiang Pancang Sebagai Alternatif Pondasi Pada Jembatan Wai Lapu Ambon Pattiserlihun, Frits; Abraham Kalalimbong; Mansye Ronal Ayal
Jurnal TESLINK : Teknik Sipil dan Lingkungan Vol 7 No 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52005/teslink.v1i1.485

Abstract

Setiap pondasi harus mampu memikul beban melebihi batas keselamatan yang direncanakan, di samping mampu menopang beban optimum yang dapat dicapai. Dengan mempertimbangkan data investigasi, analisis dukungan Yayasan telah dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan daya dukung pondasi tiang pancang dengan arus tiang pancang. Tiga alternatif variasi diameter 0.4 m, 0.5 m dan 0.6 m direncanakan untuk perhitungan ulang tiang pancang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan daya dukung pondasi tiang pancang dengan yang digunakan saat ini. Untuk analisis daya dukung ultimitQu metode Mayerhoff pada tiang pancang dengan diameter 0.4 m, 0.5 m, 0.6 cm diperoleh hasil sebesar 5816.144 kN, 6133.8 kN, 11508.83 kN. Dalam hal tiang pancang tunggal diperoleh, tiang-tiang tersebut segera dipasang pada ketinggian 0.05)1 m, 0.056 m, 0.08 m dan dalam kasus tiang pancang kelompok masing-masing tercapai 0.24m, 0.11m, 0.14m. Gaya lateral untuk tiang berdiameter 0.4 m mendapat defleksi sebesar 0.0007 m, untuk tiang berdiameter 0.5 m mendapat defleksi sebesar 0.002 m, dan untuk tiang berdiameter 0.6 m mendapat defleksi sebesar 0.004 m.