Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

History of Japanese Writing System; From Kanji Into Hiragana Limantoro, Gray Hansen; Atma, Yeyen Dwi
International Journal of Multidisciplinary Sciences and Arts Vol. 3 No. 4 (2024): International Journal of Multidisciplinary Sciences and Arts, Article October 2
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ijmdsa.v3i4.4794

Abstract

The Japanese writing system has undergone a long and complex evolution since the introduction of Chinese characters (hànzì) in the 5th century. Over time, this system, comprising kanji, kana (hiragana and katakana), and romaji, has seen continuous transformations. This research explores the historical progression of the Japanese writing system, tracing its development from the early use of kanji and the adaptation of Man’y?gana to the eventual creation of kana. Kanji, originally imported from China, initially posed challenges due to its complexity and the mismatch with the Japanese language structure. As a result, Man’y?gana, an early form of Japanese script using kanji phonetically, emerged as an intermediary step. Eventually, this evolved into two distinct syllabaries: hiragana and katakana, collectively known as kana, which simplified writing and better suited the Japanese linguistic context. This study utilizes desk research to analyze the key stages of this transformation, focusing on the cultural, linguistic, and social factors that contributed to each phase of development. From the influence of Chinese characters to the creation of a uniquely Japanese writing system, the transition from kanji to kana reflects the need for reform and adaptation. By examining these historical shifts, the research sheds light on how Japan tailored a borrowed writing system to suit its own language and facilitated easier, more accessible written communication.
History of Japanese Writing System; From Kanji Into Hiragana Limantoro, Gray Hansen; Atma, Yeyen Dwi
International Journal of Multidisciplinary Sciences and Arts Vol. 3 No. 4 (2024): International Journal of Multidisciplinary Sciences and Arts, Article October 2
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/ijmdsa.v3i4.4794

Abstract

The Japanese writing system has undergone a long and complex evolution since the introduction of Chinese characters (hànzì) in the 5th century. Over time, this system, comprising kanji, kana (hiragana and katakana), and romaji, has seen continuous transformations. This research explores the historical progression of the Japanese writing system, tracing its development from the early use of kanji and the adaptation of Man’y?gana to the eventual creation of kana. Kanji, originally imported from China, initially posed challenges due to its complexity and the mismatch with the Japanese language structure. As a result, Man’y?gana, an early form of Japanese script using kanji phonetically, emerged as an intermediary step. Eventually, this evolved into two distinct syllabaries: hiragana and katakana, collectively known as kana, which simplified writing and better suited the Japanese linguistic context. This study utilizes desk research to analyze the key stages of this transformation, focusing on the cultural, linguistic, and social factors that contributed to each phase of development. From the influence of Chinese characters to the creation of a uniquely Japanese writing system, the transition from kanji to kana reflects the need for reform and adaptation. By examining these historical shifts, the research sheds light on how Japan tailored a borrowed writing system to suit its own language and facilitated easier, more accessible written communication.
PENERAPAN MODEL RAPID APPLICATION DEVELOPMENT DALAM PERANCANGAN APLIKASI MONITORING BAHAN BAKU PRODUKSI Atma, Yeyen Dwi; Insan, Pramudya Prima; Idris, Nasruddin Bin
MULTITEK INDONESIA Vol 19 No 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/mtkind.v19i1.11209

Abstract

Kualitas produk ini sangat bergantung pada kualitas bahan baku yang digunakan dalam proses produksi. Bahwa UMKM bidang usaha kuliner catering perlu memperhatikan dengan serius aspek ini untuk tetap bersaing di pasar yang semakin ketat. Dalam pengembangan sistem pengelolaan dan monitoring bahan baku makanan, model Rapid Application Development (RAD) dapat menjadi pendekatan yang efektif. RAD adalah suatu metodologi pengembangan perangkat lunak yang memungkinkan pengembang untuk menciptakan prototipe aplikasi/sistem dengan cepat dan iteratif, dengan melibatkan pengguna secara aktif. Model RAD dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam mempercepat pengembangan dan implementasi sistem pengelolaan dan monitoring bahan baku makanan di UMKM. Hasil penelitian sebuah aplikasi menggunakan menerapkan model Rapid Application Development menghasilkan sistem monitoring persediaan bahan baku produksi untuk UMKM bidang usaha catering. Tahapan-tahapan metode yang diselesaikan telah berhasil membuat dan di implementasikan menggunakan data contoh (dummy) untuk sementara naum tetap berdasarkan hasil metode pengumpulan data dari sebuah perusahaan UMKM yang bergerak di bidang catering. Sehingga pengujian fitur dan proses bisnis dari aplikasi yakni monitoring pada UMKM tersebut tidak jauh berbeda atau yang bersifat data umum dari usaha tersebut, diantaranya user proses monitoring, proses Pre-0rder (PO) dari costumer dan pegawai gudang dapat mengetahui stok bahan baku berdasarkan laporan hasil stok bahan baku produksi di UMKM bidang usaha catering.
Studi Empiris Terhadap Asistensi Artificial Intelligence (AI) Dalam Rancang Bangun Aplikasi Setiawan, Muhammad Nurfalah; Roring, Riovan Styx; Atma, Yeyen Dwi; Tetiawadi, Henri
Digital Transformation Technology Vol. 4 No. 1 (2024): Periode Maret 2024
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/digitech.v4i1.4115

Abstract

Kemajuan teknologi yang pesat telah membuka jalan bagi integrasi Artificial Intelligence (AI) di berbagai bidang, termasuk dalam perancangan dan pengembangan aplikasi. Studi kualitatif ini menganalisis secara empiris peran AI dalam membantu proses perancangan dan pengembangan, dengan fokus pada pentingnya pemahaman dan penguasaan konsep dasar pemrograman untuk mencapai pengembangan aplikasi yang sukses. Melalui analisis beberapa studi kasus dan proyek sebelumnya, termasuk yang terkait dengan sistem manajemen keluhan, manajemen suku cadang mobile dengan QR code, dan permainan RPG edukatif, penelitian ini menyoroti bagaimana AI dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengembangan aplikasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun alat AI memberikan dukungan yang signifikan dalam mengotomatisasi tugas-tugas berulang, menghasilkan potongan kode, dan mengoptimalkan alur kerja desain, dasar yang kuat dalam prinsip-prinsip pemrograman tetap sangat penting bagi para pengembang. Studi ini memberikan kontribusi terhadap wacana yang sedang berlangsung tentang peran AI dalam pendidikan dan praktik rekayasa perangkat lunak, menekankan perlunya pendekatan seimbang yang memanfaatkan kemampuan AI sambil mempertahankan pemahaman mendalam tentang keterampilan pemrograman inti.
Penerapan Model Rapid Application Development Dalam Perancangan Aplikasi Monitoring Bahan Baku Produksi UMKM Atma, Yeyen Dwi; Prayitno, Pramudya Prima Insan; Idris, Nasruddin Bin
Jurnal Sains Informatika Terapan Vol. 4 No. 3 (2025): Jurnal Sains Informatika Terapan (Oktober, 2025)
Publisher : Riset Sinergi Indonesia (RISINDO)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62357/jsit.v4i3.734

Abstract

Kualitas pelayanan dalam industri kuliner sangat bergantung pada kelancaran proses produksi, yang salah satunya ditentukan oleh ketersediaan bahan baku. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang kuliner menghadapi tantangan dalam memastikan stok selalu tersedia untuk memenuhi permintaan pelanggan secara cepat dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem monitoring ketersediaan bahan baku guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan UMKM kuliner. Keterlambatan dalam pengelolaan stok dapat berdampak pada ketidaktepatan penyajian dan keterbatasan variasi menu. Untuk mengatasi tantangan ini, sistem dikembangkan menggunakan model Rapid Application Development (RAD). Metode RAD dipilih karena memungkinkan perancangan sistem secara cepat, iteratif, dan melibatkan pengguna dalam prosesnya. Dataset yang digunakan berupa data dummy yang merepresentasikan kondisi operasional UMKM kuliner, khususnya stok bahan baku dan variasi menu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem monitoring mampu mengoptimalkan pengelolaan stok bahan baku dan meningkatkan pelayanan melalui rekomendasi menu berbasis ketersediaan bahan. Pengujian sistem memperlihatkan bahwa fitur monitoring dan rekomendasi menu dapat meningkatkan efisiensi operasional, mendukung pengambilan keputusan yang cepat, serta meminimalkan risiko kehabisan stok dan pemborosan. Secara keseluruhan, sistem ini memungkinkan staf gudang memantau stok secara real-time, pelanggan memperoleh layanan lebih responsif, dan pengelola bisnis menyesuaikan menu secara fleksibel tanpa mengorbankan kualitas layanan. Dengan demikian, sistem ini memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan efisiensi pelayanan sekaligus mengoptimalkan manajemen bahan baku pada UMKM kuliner.