Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

AKSIOLOGI TARI BEDHAYA KRATON YOGYAKARTA Sunaryadi, Sunaryadi
Jurnal Kawistara Vol 3, No 3 (2013)
Publisher : Sekolah Pascasarjana UGM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.139 KB)

Abstract

Bedhaya at Palace dance was originally a sacred dance that is laden with symbols of life because it’snot just a dance movement, but an action that is displayed and that becomes the life reference. Bedhayais presented as a mirror of Javanese culture axiological which includes ethical and aesthetic values . Itis a reflection of manunggaling kawula-Gusti in terms of its ethical dimension and it has the aestheticvalues of the motion, fashion, and makeup. Bedhaya dance philosophy is summaried in the doctrineof ngelmu sangkan paran covering three things: the first it’s related to the human consciousness thatcomes from God (urip iki saka sapa); the second, it is irelated to the duties and obligations of humanbeings in the world (urip iki arep apa); and the third, it is related to man’s return to his Lord (urip ikipungkasane piye). Therefore, in the moral ethics context, Javanese life purpose is how to be a good manto reach the manunggaling kawula with Gusti as it is believed that goodness and beauty (mind) are themanifestation of the Essence of the Most Holy. The journey of human life portrayed in lampah bedhayaof majeng beksa , beksa to mundur beksa is a role model to determine the choice between good and bad .
IPTEK BAGI MASYARAKAT : PEMANFAATAN POTENSI ALAM UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DESA (Sari Bubuk Temulawak / Gold Lambau) Ferasinta, Ferasinta; Fredrika, Larra; Sunaryadi, Sunaryadi; Zuliani, Peri; Dinata, Endah Zulya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Raflesia Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jpmbr.v4i1.1190

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorriza) telah banyak digunakan masyarakat Indonesia dan industry, tetapi produk samping temulawak seperti daun, pelepah, dan bunga dari temulawak belum digunakan. Masyarakat desa Air Sempiang kabupaten Kepahiang masih banyak yang belum mengetahui pemanfaatan dari temulawak menjadi sari bubuk (gold lambau).Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa Air Sempiang yaitu dengan memanfaatkan temulawak yang ada pada warga. Sasaran pada pelaksanaan penyuluhan kesehatan ini adalah lansiadan kader-kader di desa Air Sempiang Kab.Kepahiang. Pelaksanaan Penyuluhan dengan pemaparan materi menggunakan Proyeksi LCD dan diskusi dengan peserta penyuluhan.Hasil dari pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dengan penyuluhan pemanfaatan sari temulawak (Gold Lambau) pada lansia dan kader desa Air Sempiang yaitu peserta sangat antusias serta mengikuti arahan dari penyuluh secara rutin dan pihak kader menyatakan bahwa lansia  dan kader akan memulai proses pemanfaatannya.         Kata Kunci : Sari temulawak, kader desa
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP PERLEMAKAN DARAH ITIK TALANG BENIH Fatchur Rochman, Deyo; Sunaryadi, Sunaryadi; Rita, Wismalinda; Zurina, Rita
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v4i2.6508

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung daun kelor (Moringaoleifera) terhadap kadar High Density Lipoprotein (HDL), Low-Density Lipoprotein (LDL), danHaemoglobin pada darah itik Talang Benih. Penelitian ini menggunakan Rancangan AcakKelompok (RAK) yang terdiri atas 5 perlakuan dengan masing-masing 4 ulangan, menggunakan 80ekor itik Talang Benih pada setiap kelompok. Perlakuan A (Tanpa Penambahan Tepung DaunKelor), B (2% Tepung Daun Kelor), C (4% Tepung Daun Kelor), D (6% Tepung Daun Delor) danE (8% Tepung Daun Kelor) yang mulai diberikan pada umur 2 bulan. Pengambilan sampel secaraacak sebanyak 20 ekor dari setiap kelompok dilakukan di akhir pemeliharaan umur 3 bulan denganparameter yang meliputi: Komponen darah yaitu Haemoglobin, HDL dan LDL. Berdasarkanpenelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa Suplementasi Tepung Daun Kelor (Moringaoleifera) dalam ransum itik Talang Benih tidak berpengaruh nyata terhadap Haemoglobin tetapiberpengaruh nyata terhadap High Density Lipoprotein (HDL) dan Low Density Lipoprotein (LDL).Penggunaan Suplemen Tepung Daun Kelor sampai 8% mempengaruhi High Density Lipoprotein(HDL) dan High Density Lipoprotein (LDL).Kata Kunci: Tepung Daun Kelor, Itik Talang Benih, Haemoglobin, HDL Colesterol, LDLCholesterol
PENGAKTIFAN KEMBALI ORGANISASI KEPEMUDAAN DESA BANDARAJI (KARANGTARUNA) Yusmaniarti, Yusmaniarti; Sunaryadi, Sunaryadi; Rahma Danti, Riri
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 1 No. 2 (2023): April
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.136 KB) | DOI: 10.59407/jpki2.v1i2.12

Abstract

Pada saat ini salah satu permasalahan yang ada di Masyarakat Desa Bandaraji, Kecamatan Sikap Dalam Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan yaitu masyarakat Desa Bandaraji masih kurang memahami arti dan peranan dari Karangtaruna serta masih rendahnya minat berorganisasi pada diri pemuda dan pemudi di Desa Bandaraji sehingga organisasi kepemudaan desa tidak berjalan. Maka dari itu saya membuat artikel yang berjudul Pengaktifan Kembali Organisasi Kepemudaan Desa atau Karangtaruna Di Desa Bandaraji dengan tujuan memberitahukan kepada masyarakat di Desa Bandaraji tentang arti pentingnya kepemudaan Desa atau Karangtaruna serta membangkitkan minat berorganisasi pada diri pemudadan pemudi Di Desa Bandaraji. Karena dengan adanya Organisasi kepemudaan Desa akan membantu tugas pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan sosial di Indonesia yang merata dan menyeluruh. Maka dengan adanya karangtaruna akan memberikan pembinaan dan pemberdayaan kepada para Remaja. Pelaksanaan program kegiatan ini dilaksanakan bertempat di Desa Bandaraji, kecamatan sikap dalam Kabupaten Empat Lawang, pada tanggal 14 september 2022. Kegiatan ini di ikuti oleh perangkat Desa dan para pemuda pemudi Desa Bandaraji. Adapun kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut : 1). Pelaksanaan program pelatihan ini dilkasanakan pada tanggal 21 September 2021, adapun kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut : 1). Observasi melalui wawancara kepada kepala Desa dan masyarakat untuk mengetahui permasalahan yang ada Terkait pemuda pemudi desa Bandaraji. 2). Melakukan pendataan pemuda pemudi Desa Bandaraji. 3). Menganalisis masalah- masalah dalam organisasi. 4) Melakukan sosialisasi kepada pemuda pemudi terkait pentingnya Organisasi Karangtaruna. 5). Pembentukan Karangtaruna. Dampak dengan adanya pengaktifan Kembali karangtaruna yakni dapat membantu meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat Desa Bandaraji. Salah satu contoh yaitu semenjak adanya karangtaruna di Desa Bandaraji, pemuda pemudi tersebut mulai aktif membuat kegiatan yang dulunya tidak pernah dilaksanakan namun semenjak adanya organisasi karangtaruna Desa tersebut Mulai aktif dalam berkegiatan. seperti kegiatan Gotong Royong dalam membersihkan Lingkungan dan sekarang dengan adanya Organisasi karangtaruna tersebut kebersihan lingkungan terlaksana dalam 2 minggu sekali. Serta ikut dalam kegiatan yang bersangkutan dengan Desa Bandaraji.  Kata Kunci : Organisasi Kepemudaan, Karangtaruna
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT BUAH PISANG DIJADIKAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC) Sunaryadi, Sunaryadi; Jasili, Berdho
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 1 No. 2 (2023): April
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v1i2.17

Abstract

Pengabdian pada masyakarat  ini dilaksanakan di  Desa Lubuk Rumbai merupakan salah satu Desa yang terletak di Kecamatan Muara Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara.  Di Desa Lubuk Rumbai rata-rata masyarakat bekerja sebagai petani, para petani hanya menggunakan pupuk kimia tanpa mereka sadari pupuk kimia lebih berbahaya dari pada Pupuk Organik Cair  yaitu POC.   Pupuk cair merupakan pupuk yang bahan dasarnya berasal dari hewan atau tumbuhan yang sudah mengalami fermentasi dan bentuk produknya berupa cairan.   Kulit pisang salah satu bahan dasar yang dinggunakan untuk pembuatan pupuk cair karena mengandung unsur mikro N, P dan K.   Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang pemanfaatan limbah kulit buah pisang dijadikan Pupuk Organik Cair  (POC).   Harapannya masyarakat dapat memahami manfaat dari limbah kulit buah pisang yg bisa dijadikan Pupuk Organik Cair  (POC). Pupuk Organik Cair  adalah larutan dari hasil pembusukan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa tanaman, kotoran hewan, dan manusia yang kandungan unsur haranya lebih dari satu unsur. Kelebihan dari pupuk organik ini dapat secara cepat mengatasi defisiensi hara, tidak bermasalah dalam hal pencucian hara, dan mampu menyediakan hara secara cepat.   Dibandingkan dengan pupuk cair anorganik, Pupuk Organik Cair  secara umumnya tidak merusak tanah dan tanaman walaupun digunakan sesering mungkin.   Selain itu, pupuk ini juga memiliki bahan pengikat, sehingga larutan pupuk yang diberikan kepermukaan tanah bisa langsung digunakan oleh tanaman.   Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini dilakukan dengan mengajak masyarakat membuat Pupuk Organik Cair  (POC) .   Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Lubuk Rumbai Kecamatan Muara Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara Provinsi Sumatera selatan.   Kegiatan ini menghasilkan Pupuk Organik Cair  dari limbah kulit buah pisang.     Kata kunci : Limbah Kulit Buah Pisang, Pupuk Organik Cair
IPTEK BAGI MASYARAKAT : PEMANFAATAN POTENSI ALAM UNTUK MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DESA (Sari Bubuk Temulawak / Gold Lambau) Ferasinta, Ferasinta; Fredrika, Larra; Sunaryadi, Sunaryadi; Zuliani, Peri; Dinata, Endah Zulya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bumi Rafflesia Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bumi Raflesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorriza) telah banyak digunakan masyarakat Indonesia dan industry, tetapi produk samping temulawak seperti daun, pelepah, dan bunga dari temulawak belum digunakan. Masyarakat desa Air Sempiang kabupaten Kepahiang masih banyak yang belum mengetahui pemanfaatan dari temulawak menjadi sari bubuk (gold lambau).Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa Air Sempiang yaitu dengan memanfaatkan temulawak yang ada pada warga. Sasaran pada pelaksanaan penyuluhan kesehatan ini adalah lansiadan kader-kader di desa Air Sempiang Kab.Kepahiang. Pelaksanaan Penyuluhan dengan pemaparan materi menggunakan Proyeksi LCD dan diskusi dengan peserta penyuluhan.Hasil dari pelaksanaan pemberdayaan masyarakat dengan penyuluhan pemanfaatan sari temulawak (Gold Lambau) pada lansia dan kader desa Air Sempiang yaitu peserta sangat antusias serta mengikuti arahan dari penyuluh secara rutin dan pihak kader menyatakan bahwa lansia  dan kader akan memulai proses pemanfaatannya.         Kata Kunci : Sari temulawak, kader desa
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN TALAS (Colocasia esculenta) DALAM RANSUM TERHADAP PERSENTASE KARKAS SERTA PERSENTASE BAGIAN-BAGIAN KARKAS DAN INCOME OVER FEED COST PADA ITIK TALANG BENIH Heriyati, Liza; Rita, Wismalinda; Sunaryadi, Sunaryadi; Zurina, Rita
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 2 No. 3 (2022): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v2i3.3693

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung daun talas terhadap persentase karkas, serta Persentase Bagian-Bagian Karkas dan Income Over Feed  Cost pada itik talang benih. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan November 2019 – Januari  2020 di Experimental Farm Jalan Danau 4 Kelurahan Dusun Besar Kota Bengkulu. Penelitian  ini menggunakan 80 ekor Itik Talang Benih jantan umur 2 minggu, dan ransum yang  digunakan adalah jagung kuning giling, dedak padi, ampas kelapa, ampas tahu, tepung ikan  rucah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK)  dengan 5 perlakuan dan 4 pengulangan. Setiap ulangan berisi 4 ekor Itik Talang Benih jantan  umur 2 minggu. Pada penelitian ini parameter yang diamati adalah, persentase karkas,  persentase bagian bagian karkas ( dada, paha dan sayap) dan Income Over Feed Cost itik  talang benih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun talas dalam  ransum itik talang benih hingga level tertinggi 8% berpengaruh tidak nyata terhadap  persentase karkas dan bagian bagian karkas itik talang benih, namun berpengaruh sangat  nyata  terhadap Income Over Feed Cost.    Kata kunci : Tepung Daun Talas, Persentase Karkas, Bagian-bagian Karkas (sayap, paha,  dada), Income Over Feed Cost, Itik Talang Benih. 
SUPLEMENTASI TEPUNG DAUN TALAS (Colocasia esculenta) DALAM RANSUM TERHADAP KOMPONEN DARAH ITIK TALANG BENIH Syuhada Gultom, Wahyu; sunaryadi, Sunaryadi; Zurina, Rita
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v3i2.5579

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung daun talas terhadap komponen darah itik talang benih. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan November 2019 – Januari 2020 di Experimental Farm Jalan Danau 4 Kelurahan Dusun Besar Kota Bengkulu.Penelitian ini menggunakan 80 ekor Itik Talang Benih jantan umur 2 minggu, dan ransum yang digunakan adalah jagung kuning giling, dedak padi, ampas kelapa, ampas tahu, tepungikanrucah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 4 pengulangan. Setiap ulangan berisi 4 ekor Itik Talang Benih jantan umur 2 minggu. Parameter yang diamati adalah kadar haemoglobin, kadar high density lipoprotein (HDL), kadar low density lipoprotein (LDL), dan kadar trigliserida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun talas sebanyak 8% berpengaruh nyata terhadap kadar HDL di dalam komponen darah Itik Talang Benih Kata kunci :Itik Talang Benih, tepung daun talas, komponen darah
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG DAUN LAMTORO (Leucaena leucocephala) DALAM RANSUM YANG MENGANDUNG TEPUNG MAGGOT BSF TERHADAP PERFORMANS ITIK PEKING Amelia, Dinda; Zurina, Rita; sunaryadi, Sunaryadi
Jurnal Inspirasi Peternakan Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Inspirasi Peternakan
Publisher : Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jinak.v6i1.10207

Abstract

Pakan merupakan faktor penting dalam budidaya itik pedaging seperti Itik Peking yang memiliki pertumbuhan cepat. Namun, tingginya biaya pakan menjadi kendala utama bagi peternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan tepung daun lamtoro (Leucaena leucocephala) dalam ransum yang mengandung maggot terhadap konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum Itik Peking. Penelitian dilakukan Di lokasi Peternakan Dewi Farm jalan Citanduy Kota Bengkulu, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan, melibatkan 100 ekor Itik Peking. Perlakuan meliputi konsentrasi tepung daun lamtoro dalam ransum sebesar A (0%), B (2%), C (4%), D (6%) dan E (8%). Ransum disusun dengan kadar protein 19% dan energi metabolisme 2.900 kkal/kg, menggunakan bahan baku jagung kuning, dedak, ampas kelapa, konsentrat, tepung lamtoro, dan tepung maggot BSF. Parameter yang diamati yaitu konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum, dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian tepung daun lamtoro dan tepung maggot dalam ransum tidak menurunkan efisiensi pakan terhadap konsumsi ransum, pertambahan berat badan, dan konversi ransum itik Peking. Kata Kunci: Itik Peking, Daun Lamtoro, Konsumsi, Pertambahan Bobot Badan, Konversi