Devi Anita
Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) ADABIAH

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat di Era Globalisasi Devi Anita
Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic Vol 2 No 3 (2018): Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.219 KB) | DOI: 10.36057/jips.v2i3.338

Abstract

Dunia sedang mengalami Era Glonalisasi yang ditandai Integrasi perdagangaan global yang melintasi batas batas wilayah dan georafis. Globalisasi sangat mengutamakan kepentingan ekonomi sementara kepentingan lainnya seperti kemanusiaan, perdamian, kebersamaan, demokrasi dan kesejahtaraan sosial cendrung diabaikan. Era Globalisasi memandang bahwa jika ekonomi global berjalan dengan baik maka kegiatan kegiatan yang lainnya juga berjalan dengan baik. Dengan kata lain yang penting ada uang segala urusan dan kebutuhan lainnya dapat diselesaikan. Tuntutan perubahan zaman ini perlu di siasati dengan prilaku yang dinamis. Individu yang berkualitas adalah individu yang mampu untuk belajar meningkatkan kemampuannya yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan dan potensi masyarakat. Dengan kata lain setiap individu harus belajar sepanjang hayat. Belajar tidak terbatas dunia ruang kelas atau pendidikan formal saja. Belajar juga dilakukan melalui media massa atau belajar dari lingkungan dan alam sekitarnya. Sebaliknya jika individu tidak bisa mengikuti perubahan tersebut maka ia akan ketinggalan dan menjadi pecundang di tengah tengah persaingan yang makin ketat dan global. Globalisasi tidak bisa hindari tetapi bagaimana meningkatkan kualitas hidup, merubah prilaku masyarakat yang dimulai dari mind set indivudu dalam mencapai meningkatkan kesejateraan hidup semua warga. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan kemampuan masyarakat untuk lebih mandiri baik dibidang ekonomi , sosial ,budaya serta dapat merubah prilaku masyarakat ke arah yang lebih baik.
Pengembangan Strategi Pelayanan Prima Melalui Administrasi Perkantoran Modern Devi Anita
Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic Vol 3 No 3 (2019): Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.902 KB) | DOI: 10.36057/jips.v3i3.384

Abstract

Pengembangan Strategi Pelayanan Prima Melalui Administrasi Perkantoran modern dapat dilakukan dengan meningkatkan kualitas pelayanan dalam lingkungan organisasi. Peningkatan kualitas pelayanan, dapat diakukan dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,dan peningkatan kualitas sumber daya non manusia, seperti sarana dan prasarana yang memadai, dan pengembangan teknologi informasi berbasis administrasi perkantoran modern. Peyanan Prima merupakan meningkatkan kualitas pelayanan yang menimbulkan rasa puas, aman, dan nyaman bagi pelangaan Untuk mencapai hal tersebut maka perlu dilakukan dengan mengembangan sistem pelayanan berbasis teknologi informasi, yang dapat membuat pelagan mudah untuk mengakses data yang diperlukan. Untuk mencapai hal tersebut, mka diperlukan sumber daya yang berkualitas dan menguasai teknologi informasi, serta mampu berkomunikasi sesuai perkembangan zaman
Strategi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengembangan Pembangunan Pedesaan Devi Anita
Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36057/jips.v4i2.409

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan suatu upaya dalam memberikan kekuatan dan kemampuan dengan segala potensi yang ada untuk mencapai masyarakat mandiri. Untuk mencapai masyarakat mandiri sangat diperlukan peran aktif pemerintahan desa sebagai motor penggerak pembangunan. Pemerintahan desa bersama masyarakat dapat merancang program program pemberdayaan yang dibutuhkan, melalui kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Salah satu faktor yang penting dalam merancang program pemberdayaan masyarakat adalah ketersediaan dana yang cukup, sehingga segala bentuk kegiatan dapat dilaksanakan.Pemerintahan desa memiliki tanggung jawab dalam menjalankan program-program pemberdayaan masyarakat sesuai dana yang dibutuhkan. Dana desa yang digunakan untuk menjalankan pogram pemberdayaan masyarakat dilandasi dengan prinsip keterbukaan, adil, jujur serta bertanggung jawab.Strategi
Implementasi Program Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) di Desa Lumindai Kota Sawahlunto Devi Anita
Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36057/jips.v5i2.489

Abstract

Peneliti memfokuskan penelitian di Kantor Desa Lumindai Kota Sawahlunto. Dengan identifikasi masalah: beberapa tahun terakhir salah satu permasalahan dalam hal kependudukan adalah terkait masalah administratif. Salah satu pemicu hal ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan tertib administratif. Dalam upaya mengatasi permasalahan ini pemerintah membuat program Gerakan Indonesia Sadar Administratif (GISA). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui sejauh mana implementasi Program GISA di Desa Lumindai Kota Sawahlunto. Dalam penelitian ini dilakukan studi mengenai Implementasi Program Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) di Desa Lumindai Kota Sawahlunto. Menggunakan teori Implementasi menurut George C. Edward III dalam Widodo (2011:107), dilakukan analisis terkait hal yang mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan implementasi kebijakan yaitu faktor komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Faktor-faktor implementasi ditinjau melalui wawancara langsung bersama perangkat desa sebagai pelaku utama dalam program GISA, wawancara bersama masyarakat serta melalui pengamatan langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa kendala dalam implementasi program GISA di Desa Lumindai, yaitu terkait masalah sumber daya manusia, kurangnya sosialisasi kepada masyarakat, lokasi desa yang jauh dari kantor kependudukan dan pencatatan sipil dan kekurangan personil untuk melayani administrasi kependudukan tersebut.Kesimpulannya bahwa implementasi program GISA di Desa Lumindai Kota Sawahlunto masih belum berlangsung secara maksimal. Di sarankan perlu adanya perbaikan SDM, baik dari segi pegawai maupun dari masyarakat itu sendiri, diperlukan adanya upaya pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, agar tercapai tujuan dari program GISA ini, diperlukannya pertimbangan dari pimpinan Desa Lumindai untuk penambahan staf agar dalam melayani masyarakat lebih maksimal dan perlu adanya pembahasan mengenai SOP agar bisa berjalan dengan baik.
Pengembangan UMKM Melalui Teknologi Informasi Pada Masa Pandemi Covid 19 Devi Anita; Fera Mutia
Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic Vol 6 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36057/jips.v6i1.527

Abstract

Pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak buruk dan memiliki pengaruh besar pada masalah perkonomian Indonesia khususnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Para pelaku UMKM tidak dapat lagi menjalankan usahanya akibat diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), maka diperlukanlah kontribusi langsung dari pemerintah dan masyarakat dalam membangun UMKM. Salah satu upaya yang dilakukan agar terhubung dengan konsumen adalah penjualan melalui media sosial. Digital marketing dapat membuka pasar baru yang efektif dan efisien yang sebelumnya tertutup karena keterbatasan komunikasi, jarak dan waktu. Untuk itu pelaku usaha UMKM perlu meningkatkan pengetahuan baik berupa pelatihan atau bimbingan mengenai pengelolaan media digital.
Kepemimpinan Kewirausahaan Fera Mutia; Devi Anita
Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic Vol. 7 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36057/jips.v7i3.636

Abstract

Didalam membangun leadership, yang pertama harus dimiliki seorang pemimpin adalah kemampuan memimpin dirinya sendiri, sebelum memimpin orang lain. Pemimpin juga harus punya kualitas kompetensi, kepekaan emosi, dan jiwa empati. Kewirausahaan dikatakan sangat penting karena dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara umum di suatu negara. Kepemimpinan Kewirausahaan merupakan sebuah temuan reflektif yang sesungguhnya tampak dari nilai-nilai kepemimpinan yang telah lama berproses, tetapi dirumuskan secara baru. Jadi bukan sesuatu yang sama sekali baru untuk dijadikan pegangan, tetapi malah sesuatu yang telah lama mengalami proses. Terdapat tiga sub pokok bahasan yang akan dibahas yakni Konsep Kepemimpinan Kewirausahaan, Kompetensi Kepemimpinan Kewirausahaan, Model Analisis Pada Kasus – Kasus Kepemimpinan Kewirausahaan.