Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efek Skopoletin dari Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda Citrifolia) sebagai Modalitas Herbal dalam Penanganan Preeklamsia Michael Christopher; Stevina Debora; Eunike Louisa
Essence of Scientific Medical Journal Vol 19 No 2 (2021): Volume 19 No. 2 (Juli - Desember 2021) Essential: Essence of Scientific Medical
Publisher : Kelompok Ilmiah Hippocrates Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ESTL.2021.v19.i02.p03

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Preeklamsia adalah gangguan yang biasa terjadi pada wanita normotensif, yang ditandai dengan adanya hipertensi. Preeklamsia seringkali menyebabkan terjadinya morbiditas dan mortalitas pada ibu dan janin. Tidak sedikit kematian yang disebabkan oleh preeklamsia setiap tahunnya, karena itu perlu dilakukan pengobatan yang baik dan tepat. Penulisan ini dilakukan dengan tujuan mencari tahu dan membuat kajian literatur mengenai penanganan preeklamsia berbasis herbal, yang aman dikonsumsi oleh ibu hamil. Pembahasan: Banyak faktor dapat menyebabkan terbentuknya preeklamsia, beberapa di antaranya peningkatan stres oksidatif dan penurunan nitrogen monoksida (NO). Peningkatan stres oksidatif dapat menyebabkan disfungsi plasenta yang pada akhirnya akan menimbulkan manifestasi klinis dari preeklamsia. Menurunnya NO juga dapat menimbulkan manifestasi klinis dari preeklamsia. Skopoletin berasal dari ekstrak buah mengkudu (Morinda citrifolia), antioksidannya mampu mencegah kerusakan sel akibat stres oksidatif dan mencegah inaktivasi NO akibat radikal bebas. Skopoletin terbukti dapat menimbulkan penurunan tekanan darah yang signifikan pada tikus dengan hipertensi terkait stres oksidatif (PNL). Selain itu, juga terbukti dapat meningkatkan NO secara signifikan, pada kelompok PNL dan kelompok hipertensi umum (PN). Kesimpulan: Preeklamsia dapat ditangani dengan antioksidan skopoletin. Hasil yang ditimbulkan adalah pengaruh terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik, serta mean arterial pressure. Skopoletin berpengaruh pada peningkatan NO yang menghasilkan efek vasodilatasi. Dengan penulisan ini, diharapkan dapat memajukan pengobatan preeklamsia ke depannya. Kata Kunci: Morinda citrifolia, preeklamsia, skopoletin
POTENSI SIANIDIN POLY(LACTIC-CO-GLYCOLIC ACID)-POLYETHYLEN GLYCOL YANG DIMODIFIKASI FUSED FOLLICLE UNTUK MENINGKATKAN SENSITIVITAS DAN SEKRESI INSULIN DALAM MENANGANI PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE 2 Adrian Wiryanata Gorintha; Stevina Debora; Natasya Eiffeline Chandra
Essence of Scientific Medical Journal Vol 20 No 1 (2022): Volume 20 No. 1 (Januari - Juli 2022) Essential: Essence of Scientific Medical J
Publisher : Kelompok Ilmiah Hippocrates Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ESTL.2022.v20.i01.p01

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Diabetes melitus tipe 2 merupakan salah satu dari empat prioritas penyakit tidak menular menurut WHO. Data WHO pada tahun 2015 menunjukkan bahwa sebanyak 415 juta jiwa di dunia menderita diabetes melitus tipe 2. Bahkan di Indonesia pada tahun 2013, prevalensi orang dengan diabetes mengalami peningkatan menjadi 6.9%. Saat ini penatalaksanaan untuk diabetes melitus tipe 2 yang umum diberikan adalah pemberian obat metformin. Namun pemberian jangka panjang akan menyebabkan asidosis laktat dan kerusakan ginjal. Karena hal tersebut, maka dibutuhkan alternatif yang dapat baru yang meminimalisir efek samping yang ditimbulkan, sebagai contoh dengan menggunakan bahan herbal. Cyanidin adalah flavonoid alami yang memiliki efek sebagai peningkat sensitivitas dan sekresi insulin. Pembahasan: Cyanidin berpotensi sebagai peningkat sensitivitas reseptor insulin dan meningkatkan sekresi insulin. Dalam upaya meningkatkan sensitivitas insulin, cyanidin mampu menghambat penurunan regulasi ekspresi Glut4 dan menurunkan tingkat ekspresi RBP 4. Sebagai peningkat sekresi insulin Cyanidin meningkatkan ekspresi gen GLUT2, Kir6.2 dan Cav1.2 yang berperan dalam sekresi insulin. Sayangnya Cyanidin memiliki bioavaibility rendah dan tidak stabil. Oleh karena itu enkapsulasi Cyanidin akan meningkatkan ketersediaan cyandin dalam darah dan mudah terkonsentrasi ke sel pankreas Simpulan: Kombinasi Cyanidin PLGA-PEG yang dimodifikasi FC dapat menjadi alternatif baru dalam pengobatan penyakit diabetes melitus tipe 2 Kata kunci: Diabetes Melitus tipe 2, Cyanidin, PLGA-PEG yang dimodifikasi Fc