Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POTENSI KOMBINASI AMIDO-BRIDGED NUCLEIC ACID MODIFIED ANTISENSE OLIGONUCLEOTIDES DENGAN POLYAMIDOAMINE DENDRIMER GENERASI 4 TERTARGET Α-SYNUCLEIN SEBAGAI TERAPI PARKINSON Putu Aprilyanti Aristadewi; Adrian Wiryanata Gorintha; Andrea Ivena
Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran Vol 4, No 1 (2021): DISEASE
Publisher : Journal Medical Universitas muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/aimj.v4i1.4985

Abstract

Parkinson adalah penyakit neurodegeneratif yang meningkat lebih cepat daripada gangguan neurologis lainnya. Saat ini pengobatan Parkinson menggunakan dopamine agonist dan levodopa, namun pengobatan ini memiliki efek samping seperti menurunkan nafsu makan dan tidak berfokus pada pencegahan kematian neuron. Salah satu protein yang berperan dalam patogenesis dari Parkinson adalah protein α-synuclein, di mana agregasi dan misfolding dari protein ini bersifat toksik pada neuron sehingga mendukung progresi Parkinson. Antisense oligonucleotide (ASO) yang dikombinasikan dengan amido-bridge nucleic acid (AmNA) diketahui memiliki efek untuk menekan ekspresi mRNA α-synuclein namun hanya sebagian kecil dosis yang terdistribusi ke jaringan target sehingga diperlukan karier yang stabil. Polyamidoamine (PAMAM) Dendrimer menjadi pilihan dengan kemampuan menembus Blood Brain Barrier dan menarget organ secara spesifik. Secara khusus, PAMAM Dendrimer Generasi 4 (PAMAM G4) dapat menghambat agregasi protein α-synuclein. Oleh karena itu, mengombinasikan potensi yang dimiliki oleh AmNA-ASO dengan PAMAM Dendrimer Generasi 4 menggunakan larutan HEPES buffer diharapkan mampu menjadi terapi Parkinson yang menjanjikan.
POTENSI SIANIDIN POLY(LACTIC-CO-GLYCOLIC ACID)-POLYETHYLEN GLYCOL YANG DIMODIFIKASI FUSED FOLLICLE UNTUK MENINGKATKAN SENSITIVITAS DAN SEKRESI INSULIN DALAM MENANGANI PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE 2 Adrian Wiryanata Gorintha; Stevina Debora; Natasya Eiffeline Chandra
Essence of Scientific Medical Journal Vol 20 No 1 (2022): Volume 20 No. 1 (Januari - Juli 2022) Essential: Essence of Scientific Medical J
Publisher : Kelompok Ilmiah Hippocrates Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ESTL.2022.v20.i01.p01

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Diabetes melitus tipe 2 merupakan salah satu dari empat prioritas penyakit tidak menular menurut WHO. Data WHO pada tahun 2015 menunjukkan bahwa sebanyak 415 juta jiwa di dunia menderita diabetes melitus tipe 2. Bahkan di Indonesia pada tahun 2013, prevalensi orang dengan diabetes mengalami peningkatan menjadi 6.9%. Saat ini penatalaksanaan untuk diabetes melitus tipe 2 yang umum diberikan adalah pemberian obat metformin. Namun pemberian jangka panjang akan menyebabkan asidosis laktat dan kerusakan ginjal. Karena hal tersebut, maka dibutuhkan alternatif yang dapat baru yang meminimalisir efek samping yang ditimbulkan, sebagai contoh dengan menggunakan bahan herbal. Cyanidin adalah flavonoid alami yang memiliki efek sebagai peningkat sensitivitas dan sekresi insulin. Pembahasan: Cyanidin berpotensi sebagai peningkat sensitivitas reseptor insulin dan meningkatkan sekresi insulin. Dalam upaya meningkatkan sensitivitas insulin, cyanidin mampu menghambat penurunan regulasi ekspresi Glut4 dan menurunkan tingkat ekspresi RBP 4. Sebagai peningkat sekresi insulin Cyanidin meningkatkan ekspresi gen GLUT2, Kir6.2 dan Cav1.2 yang berperan dalam sekresi insulin. Sayangnya Cyanidin memiliki bioavaibility rendah dan tidak stabil. Oleh karena itu enkapsulasi Cyanidin akan meningkatkan ketersediaan cyandin dalam darah dan mudah terkonsentrasi ke sel pankreas Simpulan: Kombinasi Cyanidin PLGA-PEG yang dimodifikasi FC dapat menjadi alternatif baru dalam pengobatan penyakit diabetes melitus tipe 2 Kata kunci: Diabetes Melitus tipe 2, Cyanidin, PLGA-PEG yang dimodifikasi Fc