Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Estimation of the Status of Small-Scale Fisheries Resources in Semarang City: Pendugaan Status Sumberdaya Perikanan Skala Kecil di Kota Semarang Hendi Kristiana; Jamaludin Malik; Nur Anwar
Tropical Fisheries Management Journal Vol 5 No 1 (2021): Journal of Tropical Fisheries Management
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v5i1.34756

Abstract

Perikanan di Kota Semarang didominasi oleh perikanan skala kecil. Hal ini ditandai dengan penggunaan armada perikanan paling besar 10 gros ton yang beroperasi di dekat pantai. Data statistik perikanan selama 10 tahun (2010-2019) terlihat hasil tangkapan yang mulai menurun, sementara perkembangan jumlah unit penangkapan yang semakin meningkat. Hal ini mengindikasikan stok ikan mulai berkurang dan tingkat pemanfaatan sumberdaya perikanan mengarah overfishing. Hal tersebut diperkuat dengan hasil pengamatan langsung di lapangan yang menunjukkan jumlah hasil tangkapan cenderung sedikit dan ukuran ikan yang tertangkap cenderung kecil. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis status sumberdaya perikanan skala kecil di Kota Semarang. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah analisis data runtun waktu (time series) produksi surplus yaitu data dari hasil tangkapan (ton/tahun) dan jumlah alat tangkap (unit), dalam kurun waktu 10 tahun (2010-2019), untuk menghitung nilai catch per-unit effort (CPUE), potensi maksimum lestari (MSY), jumlah effort optimum (fopt), tingkat pemanfaatan (TP) dan tingkat kapasitas (TK). Penelitian ini diperoleh hasil adanya tren penurunan CPUE; hasil tangkapan/produksi perikanan eksisting tahun 2019 telah melewati nilai MSY-nya yaitu sebesar 479 ton/tahun (Schaefer) dan 439,11 ton/tahun (Fox); tingkat pemanfaatan lebih dari 100% yaitu sebesar 108-127% (Schaefer) dan 118-138% (Fox), sehingga perikanan skala kecil di Kota Semarang berada pada tingkat over-exploited. Berdasarkan analisis fopt menunjukkan jumlah alat tangkap yang digunakan (fexisting) telah melebihi jumlah optimumnya dengan tingkat kapasitas penangkapan melebihi 100%, sehingga perikanan skala kecil di Kota Semarang telah mengalami kelebihan kapasitas penangkapan (overcapacity).
Elements of Strategic Policy for Small Scale Fisheries Management in Semarang City: Elemen Kebijakan Strategis Pengelolaan Perikanan Skala Kecil di Kota Semarang Nur Anwar; Hendi Kristiana; Jamaludin Malik
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v5i2.34733

Abstract

Perikanan skala kecil di Kota Semarang memegang peranan penting, karena keseluruhan armada penangkapan yang ada merupakan skala kecil (< 10 GT). Namun keberadaannya kurang mendapat perhatian, karena kontribusi sektor perikanan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Semarang tergolong kecil. Perkembangan jumlah unit penangkapan pada perikanan skala kecil di Kota Semarang setiap tahun selalu meningkat, sementara di sisi lain hasil tangkapan atau produksi perikanan mulai menurun sejak tahun 2017 sampai sekarang. Masih terdapatnya pengoperasian alat tangkap yang tidak ramah lingkungan, seperti halnya arad (sejenis pukat), dan implementasi dari kebijakan peraturan perundangan yang belum efektif menjadikan permasalahan perikanan skala kecil di Kota Semarang ini semakin kompleks. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji elemen kebijakan strategis pengelolaan perikanan skala kecil di Kota Semarang berdasarkan elemen aktor, elemen kendala, elemen kebutuhan, dan elemen program agar berkelanjutan. Metode analisis data digunakan teknik Intrepretative Structural Modelling (ISM). Hasil penelitian ini menunjukan terdapat empat elemen sistem dalam kebijakan strategis pengelolaan perikanan skala kecil di Kota Semarang, yaitu elemen aktor, elemen kendala, elemen kebutuhan, dan elemen program. Aktor utama dalam pengelolaan perikanan skala kecil di Kota Semarang adalah nelayan dan Dinas Perikanan Kota Semarang dengan kendala utamanya, yaitu kelebihan kapasitas penangkapan, penurunan hasil tangkapan, penangkapan tidak ramah lingkungan dan regulasi belum efektif kebutuhan utamanya adalah perlunya konservasi sumberdaya ikan dan peningkatan pendapatan nelayan serta program utamanya, yaitu pembatasan alat tangkap tidak ramah lingkungan.
Strategi Keberlanjutan untuk Pengelolaan Perikanan Skala Kecil: Studi Kasus di Pesisir Kota Semarang, Indonesia : Strategi Keberlanjutan Pengelolaan Perikanan Skala Kecil: Studi Kasus di Pesisir Kota Semarang, Indonesia Jamaludin Malik; Hendi Kristiana
Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis (Journal of Tropical Fisheries Management) Vol 5 No 2 (2021): Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jppt.v5i2.34761

Abstract

Perikanan skala kecil di Kota Semarang memiliki permasalahan yang kompleks. Pada kondisi yang ada telah terjadi kelebihan kapasitas penangkapan dan tangkap lebih. Pada tataran keberlanjutan, setiap aspek pengelolaan (lingkungan, sumberdaya ikan, sarana dan teknologi, sosial ekonomi, serta tata kelola dan kelembagaan) merupakan tantangan untuk mencapai pengelolaan perikanan berkelanjutan di Kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi keberlanjutan pengelolaan perikanan skala kecil di Kota Semarang. Strategi keberlanjutan pengelolaan perikanan skala kecil di Kota Semarang yang dapat dirumuskan adalah: (1) meningkatkan upaya pelestarian/konservasi sumberdaya ikan dan ekosistem; (2) meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan serta pengentasan kemiskinan; (3) meningkatkan produktivitas perikanan tangkap; (4) meningkatkan penegakan hukum/regulasi perikanan.