Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

BARONGAN REOG PONOROGO SEBAGAI ACUAN DESAIN MOTIF BATIK BERBASIS JULIA SET Arta Ekayanti; Uki Suhendar; Senja Putri Merona
Dinamika Kerajinan dan Batik: Majalah Ilmiah Vol 38, No 2 (2021): DINAMIKA KERAJINAN DAN BATIK : MAJALAH ILMIAH
Publisher : Balai Besar Kerajinan dan Batik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22322/dkb.v38i2.6445

Abstract

Reog Ponorogo merupakan kesenian yang berasal dari Kabupaten Ponorogo sehingga memunculkan julukan Kabupaten Ponorogo sebagai Kota Reog. Keindahan kesenian reog ini bermula dari pentas pertunjukkan, kemudian menginspirasi pada penciptaan kreatif yang lainnya, salah satunya  adalah penciptaan desain motif batik. Dewasa ini merupakan era Industri 4.0, sehingga kreativitas penciptaan desain motif batik pun perlu memanfaatkan teknik digital, salah satu  teknik yang relevan adalah ilustrasi Julia set. Ilustrasi Julia set dapat dimanfaatkan untuk menciptakan motif batik dengan inspirasi seni tradisional menjadi kreasi desain motif baru yang harmonis.. Tujuan dari penciptaan ini adalah mengembangkan motif batik barongan reog Ponorogo dengan memanfaatkan ilustrasi dari julia set, hal ini dilakukan dengan menyusun ilustrasi grafis julia set sedemikian hingga menyerupai bentuk dari komponen yang ada dalam kesenian Reog Ponorogo dalam hal ini barongan. Metode yang digunakan dalam penciptaan ini yaitu observasi, kajian pustaka, eksplorasi (penciptaan) dan dokumentasi. Ilustrasi Julia Set yang digunakan adalah Julia Set yang dibangkitkan oleh persamaan polinomial derajat dua dengan parameter ,  dan , Serta polinomial derajat lima dengan c=0.8+0.6i dan polinomial derajat delapan dengan  Ilustrasi grafis Julia Set yang telah diperoleh disusun sedemikian hingga diperoleh desain motif batik barongan reog ponorogo yang mengacu pada bentuk barongan dalam seni Reog Ponorogo.
Pemberdayaan Pokdarwis Desa Ngrupit Dalam Tata Kelola Usaha Wisata Edukasi Berbasis Etnomatematika Dita Pebriyanti; Siti An Nisa; Fahim Khilda Afiffulloh; Dwi Wulan Sari; Nanda Bayu Aji Argananta; Abdullah Azzam; Efi Rahmayani; Siti Hafifah Komariah; Osfir Candikia Rara Komara; Alvian Bagas Adi Setiawan; Etika Oktaviani; Wahyu Riskina Dita; Satrio Nugroho; Uki Suhendar
Jurnal Nusantara Berbakti Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : Jurnal Nusantara Berbakti
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jnb.v1i4.265

Abstract

The development of Ngrupit Village as a tourism village is inseparable from the participation of all members of the community. One of the important elements in supporting the creation of a tourist village is the existence of an institution that can manage and organize tourism businesses or what we call a Tourism Awareness Group (Pokdarwis). This service activity aims to provide assistance to Pokdarwis Ngrupit Village to increase the understanding and capabilities of its members in tourism business governance. This service begins with the formation of Pokdarwis institutions, tourism potential survey activities, Forum Group Discussion (FGD) activities, and training in tourism business governance. Through this training activity, Pokdarwis of Ngrupit Village was given training, socialization, assistance, and empowerment regarding tourism business management, including financial management, marketing, facilities, and customer service. The benchmark for the success of this service activity is seen from the pre-test and post-test scores in the training activities. The results showed that the average pre-test score was 66.42 and the average post-test score was 87.14 in the tourism business management training. While in the training of Branding and Marketing of Tourism Businesses, the average pre-test score was 50.71 and post-test was 85.71. Based on these results, it was found that there was an increase in the average score before and after attending the training. Thus, this training increased the understanding of Pokdarwis members regarding tourism business management as well as branding and marketing of tourism businesses.