Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HYDROTHERMAL PROCESS FOR CELLULOSIC WASTE DEGRADATION INTO VALUABLE CHEMICALS R. Sarwono
Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 14, No 2 (2012)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.908 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v14i2.348

Abstract

Pada tulisan ini dibahas tentang sifat-sifat air pada kondisi sub dan super kritik dalam kemampuannyauntuk menguraikan biomasa selulosa. Air dalam kondisi super kritik mempunyai sifat oksidator yang kuat, yangmampu menguraikan biomasa selulosa menjadi molekul yang lebih kecil seperti dalam bentuk gas CO2 , H2 danair.  Air pada kondisi sub kritik mempunyai sifat oksidator yang lebih rendah yang mampu menguraikanbiomasa selulosa menjadi molekul yang agak besar seperti glukosa, asam-asam organik dan biofuel.  Penguraianbiomasa selulosa dengan proses hydrothermal biasanya menghasilkan gas, cairan dan padatan tar.  Denganmengubah-ubah kondisi operasi (temperatur dan tekanan), jenis katalis, dan waktu reaksi, dan juga komposisidari biomasa  selulosa  maka  produk  yang akan dihasilkan bisa diperkirakan. Hydrothermal upgrading danliquefaction  menggunakan  media  air  pada  kondisi  subkritik  untuk  menguraikan  biomasa  selulosa  menjadiproduk bentuk cair yang bisa dipakai sebagai bahan bakar.Kata kunci: selulosa, hydrothermal, kondisi operasi, gas, bahan bakar
A LABORATORY STUDY OF FLUIDISED DRUM GRANULATION R. Sarwono
Jurnal Kimia Terapan Indonesia Vol 5, No 1 (1995)
Publisher : Research Center for Chemistry - LIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4911.984 KB) | DOI: 10.14203/jkti.v5i1.240

Abstract

Performance study of laboratory scale Fluidised Drum Granulation (FDG) has been carried out using glass beads as model particles and melted wax as binder. The equipment was running well to coat the particle. The particle growth was simple, agglomerating or layering. Several process variables such as particle size, binder spray rate and amount of binder added, and drum speed were used to determine the unwanted agglomerate formation. The mass fraction of agglomerate formation increased sharply begin from initial particle size 3 mm to smaller. The transition size is 4 mm, there was virtually no agglomerate formation. Agglomerate formation also increased with' increasing binder spray rate, and varies little with drum speed and total amount of binder added.
Produksi Gasbio dari Onggok pada Dijester Skala Pilot-Plant R. Sarwono; Ig. Suharto; E.I. Wiloso
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percobaan produksi gasbio onggok telah dilakukan pada dijester dengan kapasitas kerja masing masing 176 dan 880 liter, secara semi kontinyu pada suhu kamar 23-24°C. Percobaan ini tidak memerlukan penambhan panas dari luar, sehingga memepermudah proses frementasinya.