Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kajian Etnosains Proses Pembuatan Arak Bali di Desa Tri Eka Buana sebagai Suplemen Materi IPA SMP Ni Luh Putu Pradnya Paramita Dewi; I Nyoman Suardana; Luh Mitha Priyanka
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 5 No. 1 (2022): JPPSI, April 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v5i1.45670

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengkaji, (2) menjelaskan, dan (3) menganalisis proses pembuatan Arak Bali di Desa Tri Eka Buana sebagai suplemen materi IPA SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan termasuk jenis penelitian etnosains. Penelitian ini dilakukan di Desa Tri Eka Buana. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling dengan subjek Petani Arak Bali, Kepala Desa Tri Eka Buana, dan Guru IPA SMP Negeri 2 Sidemen. Objek penelitian ini terdiri atas proses pembuatan arak Bali dan kajian etnosains dalam proses pembuatan arak Bali pada materi IPA SMP. Teknik analisis yang dilakukan dengan model Miles & Huberman (reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data). Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pembuatan Arak Bali di Desa Tri Eka Buana sebagai berikut: penyadapan nira kelapa, fermentasi nira kelapa menjadi tuak, hasil fermentasi kemudian dipanaskan sampai mendidih dan menguap kemudian mengalir menuju pendingin, uap akan berubah wujud menjadi arak. Kajian etnosains pada proses pembuatan arak Bali di Desa Tri Eka Buana dapat dikontruksikan ke dalam pembelajaran IPA SMP, konsep IPA pada proses pembuatan Arak Bali dapat ditemukan dalam KD 3.2 mengklasifikasikan makhluk hidup dan benda berdasarkan kArakteristik yang diamati, KD 3.3 menjelaskan konsep campuran dan zat tunggal, sifat fisika dan kimia, perubahan fisika dan kimia dalam kehidupan sehari-hari, KD 3.4 menganalisis konsep suhu, pemuaian, kalor, perpindahan kalor, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, KD 3.6 menjelaskan berbagai zat aditif dalam makanan dan minuman, zat adiktif serta dampaknya terhadap kesehatan, dan KD 3.7 menerapkan konsep bioteknologi dan penerapannya dalam kehidupan manusia.
Kajian Etnosains Proses Pembuatan Arak Bali di Desa Tri Eka Buana sebagai Suplemen Materi IPA SMP Ni Luh Putu Pradnya Paramita Dewi; I Nyoman Suardana; Luh Mitha Priyanka
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 5 No. 1 (2022): JPPSI, April 2022
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v5i1.45670

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengkaji, (2) menjelaskan, dan (3) menganalisis proses pembuatan Arak Bali di Desa Tri Eka Buana sebagai suplemen materi IPA SMP. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan termasuk jenis penelitian etnosains. Penelitian ini dilakukan di Desa Tri Eka Buana. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling dengan subjek Petani Arak Bali, Kepala Desa Tri Eka Buana, dan Guru IPA SMP Negeri 2 Sidemen. Objek penelitian ini terdiri atas proses pembuatan arak Bali dan kajian etnosains dalam proses pembuatan arak Bali pada materi IPA SMP. Teknik analisis yang dilakukan dengan model Miles & Huberman (reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data). Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pembuatan Arak Bali di Desa Tri Eka Buana sebagai berikut: penyadapan nira kelapa, fermentasi nira kelapa menjadi tuak, hasil fermentasi kemudian dipanaskan sampai mendidih dan menguap kemudian mengalir menuju pendingin, uap akan berubah wujud menjadi arak. Kajian etnosains pada proses pembuatan arak Bali di Desa Tri Eka Buana dapat dikontruksikan ke dalam pembelajaran IPA SMP, konsep IPA pada proses pembuatan Arak Bali dapat ditemukan dalam KD 3.2 mengklasifikasikan makhluk hidup dan benda berdasarkan kArakteristik yang diamati, KD 3.3 menjelaskan konsep campuran dan zat tunggal, sifat fisika dan kimia, perubahan fisika dan kimia dalam kehidupan sehari-hari, KD 3.4 menganalisis konsep suhu, pemuaian, kalor, perpindahan kalor, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, KD 3.6 menjelaskan berbagai zat aditif dalam makanan dan minuman, zat adiktif serta dampaknya terhadap kesehatan, dan KD 3.7 menerapkan konsep bioteknologi dan penerapannya dalam kehidupan manusia.
Kajian Etnosains Tradisi Siat Api di Desa Adat Duda Sebagai Pendukung Materi IPA Made Nia Oktaviana Sasnita; Putri Sarini; Luh Mitha Priyanka
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v15i3.3070

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan mengkaji pengetahuan asli masyarakat mengenai Tradisi Siat Api di Desa Adat Duda sebagai pendukung materi dalam pembelajaran IPA SMP. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan pendekatan etnosains. Penelitian ini berlangsung di Desa Adat Duda, Kabupaten Karangasem. Melalui teknik purposive sampling diperoleh 9 subjek penelitian terdiri dari 2 orang Pemangku, 2 orang Serati Banten, 1 orang Bendesa Adat, dan 1 orang peserta siat api, 3 orang guru SMP N 3 selat SMP dan snowball sampling diperoleh sebanyak 2 orang subjek penelitian, yaitu 2 orang peserta siat api yang merupakan rekomendasi dari subjek awal. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Teknik analisis data yang dimanfaatkan mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil studi inipun menunjukkan bahwa kajian etnosains tradisi siat api seperti bahan baku yang digunakan, pembakaran prakprak, dampak pembakaran, sumber bahan baku, saat siat api, alat-alat untuk persiapan, penggunaan api, petabuhan, obor, kulkul dan baleganjur dapat diintegrasikan ke dalam materi IPA pada pokok bahasan klasifikasi makhluk hidup, perubahan kimia, campuran, pencemaran lingkungan dan konservasi keanekaragaman hayati, bioteknologi konvensional, gerak, gaya dan pesawat sederhana, kalor dan perpindahan kalor, getaran dan gelombang.