Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

SIMULASI INFORMASI PERINGATAN BANJIR BERBASIS TWITTER Ir. Duta Widhya S., MT.; Wisnu Broto, ST., MT.; Agung Saputra, ST., MT.
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 4 (2015): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2015
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.315 KB)

Abstract

Banjir yang diakibatkan oleh luapan air sungai Ciliwung yang mana luapan tersebut akibat dari turun hujan yang terus menerus dan deras di kawasan Puncak, Bogor sehingga luapan tersebut akan mengalir menuju Jakarta yang mengakibatkan banjir, ini yang dinamakan banjir kiriman. Ketinggian debit sungai Ciliwung hulu dapat berubah secara cepat setiap saat sehingga perlu adanya pemantauan yang kontinu. Di Bendung Katulampa, sudah menerapkan dua kamera Circuit Close Television (CCTV) yang terpasang di Mercu Bendung Katulampa, berfungsi untuk memantau ketinggian air Sungai Ciliwung. Namun Hasil pantauan tidak realibel, dimana petugas bendungan Katulampa harus memantau secara manual dan berkala mendatangi tiang pengukur ketinggian air (mercu) untuk melihat kondisi permukaan Sungai Ciliwung. Dimana minimal setiap satu jam petugas harus melihat langsung ke Mercu Bendungan. Dengan demikian maka informasi akan datangnya banjir kiriman terlambat diantisipasi oleh masyarakat, karena masih ketergantung terhadap operator. Diperlukannya konsep rancangan alat simulasi sistem peringatan dini tersebut dimana dalam pengukuran ketinggian/ level air menggunakan sensor ultrasonik, dengan mikrokontroler sebagai pengatur dan pengendali pengiriman hasil pengukuran ke komputer. Media pengiriman menggunakan internet dengan modem router sebagai media pengirim. Hasil data olahan di komputer dapat berupa grafik dan informasi twitter. Kata kunci : peringatan dini, mikrokontroller, informasi twitter.
METODE ARTIFICIAL INTELLIGENCE SEBAGAI APLIKASI PENGENALAN UCAPAN DISABILITAS TUNANETRA DENGAN BASIS PC R.M.Fiori Rainal Destian; Wisnu Broto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 6 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.695 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2017.02.CIP.17

Abstract

Abstrak Bagi penyandang disabilitas penglihatan, di era yang modern ini kekurangan tersebut tidak menjadi penghalang untuk mereka menuntut ilmu agar mendapatkan tujuan hidup yang lebih baik oleh karena itu, diciptakanlah Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence). Kecerdasan Buatan seringkali di identikan dengan kemampuan robot yang dapat berperilaku seperti manusia. Kecerdasan buatan itu sendiri di definisikan sebagai suatu entitas ilmiah. Kecerdasan ini diciptakan dan di masukkan ke dalam suatu alat bantu (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat dilakukan manusia, dan salah satunya adalah dengan pengenalan ucapan (Speech Recognition). Speech Recognition dalah suatu proses identifikasi suara berdasarkan kata yang diucapkan, dengan melakukan konversi sebuah sinyal akustik yang ditangkap oleh audio device. Speech recognition merupakan sistem yang digunakan untuk mengenali perintah kata dari suara manusia, dan kemudian diterjemahkan menjadi suatu data yang dimengerti oleh komputer. Dengan adanya Speech Recognition ini, dapat memudahkan disabilitas tunanetra untuk menjalankan komputer tanpa ragu dalam membuka atau menjalankan aplikasi. Karena dengan Speech Recognition ini, suara mereka dapat di mengerti oleh komputer. Kata-kata kunci: Artificial Intelligence, Speech Recognition, disabilitas tunanetra Abstract For people with visual disabilities, in this modern era the shortcomings are not a barrier for them to study in order to get a better purpose of life therefore, Artificial Intelligence (Artificial Intelligence) is created. Artificial Intelligence is often identified with the ability of robots that can behave like humans. Artificial intelligence itself is defined as a scientific entity. This intelligence is created and inserted into a tool (computer) in order to do the work as humans can do, and one of them is with speech recognition (Speech Recognition). Speech Recognition is a process of voice identification based on a spoken word, by converting an acoustic signal captured by an audio device. Speech recognition is a system used to recognize the word command of human voice, and then translated into a data that is understood by the computer. With this Speech Recognition, it can make it easier for blind people to run the computer without hesitation in opening or running applications. Because with this Speech Recognition, their voice can be understood by computer. Keywords: Artificial Intelligence, Speech Recognition, blind disability
MANAJEMEN SISTEM PENERANGAN DENGAN KENDALI ON/OFF RELAY PADA GEDUNG MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER DAN METODE POLLING Duta Widhya Sasmojo; Agung Saputra; Gunady Haryanto; Sri Rezeki Candra Nursari; Wisnu Broto; Bambang Riono Arsad; Fauzie Busalim; M. Yaser M. Yaser
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 8 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.118 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2019.02.PA.09

Abstract

Penghematan energi listrik dibutuhkan, mengingat saat ini energi baru terbarukan belum banyak berkembang dan masih mengandalkan energi berbasis fosil yang semakin hari semakin langka. Salah satu komponen yang mengkonsumsi energi listrik adalah penggunaan penerangan. Pada umumnya gedung-gedung sebagai pusat kegiatan saat ini masih mengandalkan swith on-off yang terpasang pada dinding untuk mematikan/menghidupkan penerangan dan dibutuhkan operator untuk mengoperasikannya. Faktor manusia dan area yang luas dalam gedung menjadikan tingkat efisiensi penggunaan energi listrik sangat tergantung dari operator tersebut. Ketidak efisienan penggunaan energi listrik untuk penerangan lampu didapat ketika penerangan menyala pada waktu yang tidak tepat, misal pada siang hari, atau area yang seharusnya dimatikan. Sistem kendali on/off terpusat merupakan salah satu solusi untuk mengoptimalisasi penggunaan energi listrik bagi penerangan gedung dengan mengganti kendali on/off switch yang terpasang di dinding dengan penggunaan relay yang dikendalikan oleh mikrokontroler terpusat. Dalam penelitian ini penggunaan relay dikendalikan oleh mikrokontroler Arduino yang bekerja mendapat perintah dengan membaca data secara periodik ke server yang dihubungkan dengan internet. Pengguna dapat mematikan atau menyalakan penerangan lampu dengan mengakses web server yang telah terprogram dan menyimpan status relay tersebut dalam sebuat basis data mysql. Hasil penelitian ini mendapatkan sebuah sistem kendali on/off relay yang bekerja dibalik NAT dengan menggunakan IP lokal yang dapat mengakses ke server di internet. Pembacaan status relay dilakukan secara polling secara periodik 10 detik sekali untuk mengetahui status akhir. Pemasangan peralatan dilakukan dengan cara paralel dengan on/off switch yang sudah terpasang di dinding agar tidak banyak merombak struktur kelistrikan yang ada dan antisipasi cadangan bila sistem kendali on/off otomatis mengalami kegagalan. Electricity energy savings are needed, considering that currently new renewable energy has not developed much and still relies on fossil-based energy which is increasingly scarce. One component that consumes electrical energy is the use of lighting. In general, buildings as a center of activity currently still rely on switch on-off installed on the wall to turn off / turn on lighting and operators need to operate it. Human factors and large areas in the building make the level of efficiency in the use of electrical energy highly dependent on the operator. Inefficient use of electrical energy for lighting lamps is obtained when lighting lights up at an incorrect time, for example during the day, or an area that should be turned off. Centralized on / off control system is one solution to optimize the use of electrical energy for building lighting by replacing wall-mounted on / off switches with the use of a relay controlled by a centralized microcontroller. In this study the use of relays is controlled by an Arduino microcontroller that works by getting orders by reading data periodically to a server connected to the internet. Users can turn off or turn on lighting by accessing a pre-programmed web server and store the status of the relay in a MySQL database. The results of this study get an on / off relay control system that works behind NAT by using a local IP that can access the server on the internet. The relay status readings are carried out in polls and periodically 10 seconds to find out the final status. Installation of equipment is carried out in a parallel with the on / off switch installed on the wall so it won’t need to overhaul the existing electrical structure and anticipate reserves if the automatic on / off control system fails.
UJI KARAKTERISTIK THERMAL DAN RESISTANSI KABEL SERAT TUNGGAL TYPE NYM 2X1.5MM Wisnu Broto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 8 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.941 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2019.02.PA.17

Abstract

Konduktivitas kabel sebagai penghantar arus dipengaruhi oleh karakteristik termal dari kadar bahan penyusunnya. Temperatur panas yang meningkat timbul akibat semakin besar arus yang mengalir pada kabel, jika besar arus melebihi ketahanan bahan kabel tidak hanya mengakibatkan kegagalan isolasi saja, namun dapat mengakibatkan putusnya bahan konduktor pada kabel. Pengujian karakteristik thermal dan resistansi konduktor pada kabel NYM 2 x 1.5mm2 ini melalui pembebanan kabel dengan arus yang sangat besar, jauh melebihi batas ambang batas arus maksimalnya. Pengujian konduktifitas kabel dilakukan secara bertahap pada level arus yang berbeda hingga putusnya bahan konduktor pada kabel, kemudian terjadi kegagalan isolasi kabel hingga mencapai titik bakar. Jika hal tersebut terjadi terlalu lama maka panasnya akan sangat tinggi, dengan adanya udara yang mengandung oksigen dan ditambah lagi dengan adanya benda kering yang mudah terbakar maka dapat menimbulnya api, api yang tidak bisa dikendalikan dapat menyebabkan musibah kebakaran. The conductivity of the cable as a conductor of the current is influenced by the thermal characteristics of the content of the constituent material. Increased heat temperature arises due to the greater current flowing in the cable, if the current exceeds the resistance of the cable material does not only result in insulation failure, but can result in the breakdown of conductor material on the cable. Testing the conductor thermal and resistance characteristics on this NYM 2 x 1.5mm2 cable through loading cables with very large currents, far exceeding the maximum current limit. Testing of cable conductivity is carried out in stages at different current levels until the conductor material breaks in the cable, then the cable insulation fails to reach the burn point. If this happens too long then the heat will be very high, with the air containing oxygen and adding to the presence of flammable dry objects that can cause fire, a fire that cannot be controlled can cause a fire accident.
ANALISA PERBANDINGAN KOMUNIKASI AUDIO BERBASIS VOIP DENGAN VOATM Noor Suryaningsih; Ane Prasetyowati; Wisnu Broto
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 10 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.235 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2022.01.FA.04

Abstract

Abstrak Komunikasi suara melalui jaringan paket data kini sudah meluas hampir ke seluruh penjuru dunia. Hal ini tentu saja memberikan kemudahan bagi setiap orang untuk saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya yang terpisah jarak melalui perangkat telekomunikasi dan internet. Kemajuan teknologi menyebabkan teknologi packet switching yang semula digunakan untuk komunikasi data, sekarang ini dapat diterapkan untuk komunikasi suara. Komunikasi suara secara packet switching disebut juga teknologi packet voice. Dengan demikian teknologi ini sangat cocok di terapkan bagi perusahaan yang mempunyai masalah dengan tagihan telepon interlokal/internasional yang besar. Ada dua teknologi packet voice yaitu Voice over IP (VoIP) dan Voice over ATM (VoATM). Kedua teknologi ini memang jelas berbeda dari basis teknologinya yang satu berbasis IP dan yang lain berbasis ATM. Melalui perbandingan pada aspek protokol, signalling message flow, format paket, konsumsi bandwidth, akan terlihat perbedaan kedua teknologi itu secara spesifik. Perbandingan kedua teknologi ini tidak dimaksudkan untuk mencari teknologi mana yang lebih baik tetapi hanya untuk mengetahui perbedaan spesifik itu sehingga dapat dijadikan acuan untuk penyempurnaan kedua teknologi itu lebih lanjut. Kata-kata kunci: Voice over IP (VoIP), Voice over ATM (VoATM), Bandwidth. Abstract Voice communication through packet data networks has now expanded to almost all corners of the world. This of course makes it easy for everyone to communicate with each other who are separated by means of telecommunications and the internet. Technological advances have led to packet switching technology which was originally used for data communication, now it can be applied to voice communications. Packet switching voice communication is also called packet voice technology. Thus this technology is very suitable for companies that have problems with large long distance / international telephone bills. There are two packet voice technologies, namely Voice over IP (VoIP) and Voice over ATM (VoATM). These two technologies are clearly different from their technological bases, one based on IP and the other based on ATM. By comparing the protocol aspects, signaling message flow, packet format, bandwidth consumption, it will be seen that the specific differences between the two technologies will be seen. The comparison of the two technologies is not intended to find which technology is better, but only to find out the specific differences so that it can be used as a reference for further refinement of the two technologies. Keywords: Voice over IP (VoIP), Voice over ATM (VoATM), Bandwidth
ANALISA KERJA SPACE TIME TRELLIS CODE PADA WIFI SISTEM MIMO (2X2) OFDM Wisnu Broto; Noor Suryaningsih; Adhi Mahendra
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 10 (2022): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.214 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2022.01.FA.07

Abstract

Abstrak Komunikasi Wireless saat ini menuntut adanya penyediaan sistem dengan performansi yang handal, penggunaan bandwidth yang efisien, power yang efisien serta coverage yang lebih baik karena seiring dengan kebutuhan manusia akan aplikasi-aplikasi yang membutuhkan data rate yang tinggi dan cepat. Salah satu konsep dan metoda untuk memenuhi kebutuhan tersebut yaitu menggunakan teknik antena dengan banyak pengirim dan penerima atau sering disebut dengan Multiple Input Multiple Output (MIMO) dengan menambahkan strategi pada saat pengiriman yaitu teknik Space Time Coding (STC). Selain itu, pengaplikasian Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) pada MIMO-STC akan lebih mengefisiensikan penggunaan bandwidth. Metoda Space Time Trellis Code (STTC) sebagai salah satu teknik diversitas pengiriman data dengan pengkodean yang kompleks sehingga tercapainya penguatan pengkodean dan diterapkan pada sistem MIMO OFDM sehingga diharapkan pencapaian akan sistem dengan performansi yang handal dapat dicapai. Simulasi yang dilakukan ini menyajikan skema STTC dan OFDM pada multi antenna (2 pemancar x 2 penerima) dengan Combiner dan algoritma pendeteksi Maximum Likelihood Sequence Estimator (MLSE) pada receiver untuk mendapatkan kualitas sinyal pengiriman dalam analisa performasi Bit Error Rate (BER) dengan Signal to Noise Ratio (SNR). Hasil simulasi diperlihatkan dengan pemodulasian dengan M-aray Phase Shift Keying (MPSK) dan jumlah simbol yang dikirimkan dengan cara memberi nilai masukan parameter yang berbeda. Hasil menunjukkan bahwa dengan pemakaian jumlah carrier dan ukuran Fast Fourier Transform (FFT) yang besar dan jenis modulasi dengan konstelasi yang sedikit menghasilkan BER yang rendah dan troughput pada SNR tinggi. Kata-kata kunci: MiMo, STC, STTC, OFDM, BER, SNR. Abstract Wireless communication nowadays requires the provision of a system with reliable performance, efficient use of bandwidth, efficient power and better coverage because it is in line with human needs for applications that require high and fast data rates. One of the concepts and methods to meet these needs is using an antenna technique with many transmitters and receivers or often called Multiple Input Multiple Output (MIMO) by adding a strategy at the time of delivery, namely the Space Time Coding (STC) technique. In addition, the application of Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) on MIMO-STC will more efficiently use bandwidth. The Space Time Trellis Code (STTC) method is one of the techniques of diversity in sending data with complex coding so that coding reinforcement is achieved and is applied to the OFDM MIMO system so that it is hoped that the achievement of a system with reliable performance can be achieved. The simulation that is carried out presents the STTC and OFDM schemes on multi antennas (2 transmitters x 2 receivers) with a Combiner and Maximum Likelihood Sequence Estimator (MLSE) detection algorithm on the receiver to get the quality of the sending signal in the performance analysis of Bit Error Rate (BER) with Signal to Noise Ratio (SNR). The simulation results are shown by modulation with M-aray Phase Shift Keying (MPSK) and the number of symbols sent by giving different input parameter values. The results show that the use of the number of carriers and the size of the Fast Fourier Transform (FFT) is large and the modulation type with a small constellation produces a low BER and throughput at high SNR. Keywords: MiMo, STC, STTC, OFDM, BER, SNR.
PEMBINAAN WIRAUSAHA REMAJA PESANTREN DI DESA TAJURHALANG BOGOR DALAM PEMBUATAN SABUN AROMATERAPI Duta Widhya Sasmojo; Ane Prasetyowati; Ayu Herzanita; Dewanto Indra; Untung Priyanto; Adhi Mahendra; Wisnu Broto
Jurnal JANATA Vol 3 No 1 (2023): Jurnal Janata
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/janata.v3i1.5152

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) Teknik Elektro dan Teknik Sipil bekerjasama dengan mitra Pesanten di desa Tajur Halang, Kec. Tajurhalang, Kabupaten Bogor, ini dilaksanakan bertujuan untuk memberikan pemahaman, pelatihan dan menumbuhkan ide-ide kreatif dalam peluang sebagai usaha baru. Dalam pelaksanaan kegiatan ini dibagi dalam 5 tahapan, yaitu : (1) Sosialisasi, (2) Persiapan Bahan, (3) Proses Pembuatan, (4) Pengemasan dan, 5) Pemasaran. Dalam kegiatan ini memberikan pembinaan wirausaha kreatif melalui pembutan sabun aromaterapi yang dapat dijadikan sebagai peluang usaha baru / wirausaha bagi masyarakat pada umumnya dan khususnya remaja serta dapat meningkatkan perekonomian desa Tajur Halang Bogor. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini sebagian besar para peserta mengetahui, memahami pemanfaatan limbah minyak jelantah dan bagaimana proses daur ulang minyak jelantah tersebut sebelum dimanfaatkan lebih lanjut, mengetahui dan memahami cara proses pembuatan sabun yang unik dan menarik serta diperlukannya ide-ide kreatif dalam disain.