Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektifitas Media Peta Konsep Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Umum I Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Pada Materi Stoikiometri Freddy Tua Musa Panggabean; Nora Susanti
Jurnal Pendidikan Kimia (JPKim) Vol 7, No 3 (2015): Desember
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.029 KB) | DOI: 10.24114/jpkim.v7i3.4255

Abstract

Abstract. Chemistry is very appropriate if taught using chemistry concepts with attractive appearance so it is easy to understand. So that students can be attracted and interested in learning the concepts of chemistry and can improve student learning outcomes are achieved, one way to do lecturer is by applying the concept of learning to use the concept map media. In this study a comparison between groups of students who were learning with media concept map with a group of students who were learning without media concept map. Results of the study proved that learning with concept maps media effectively used in improving student learning outcomes and interest study program mathematics FMIPA UNIMED in following the general chemistry course-I on learning stoichiometry. The average increase in learning outcomes (gain scores) students are given learning with concept maps media (lesson-1 = 0.67±0.20; lesson-2 = 0.68±0.16; lesson-3 = 0.79±0.15; and the overall lesson = 0.71 ± 0.11) higher than the average increase in learning outcomes (gain scores) students are given learning without media concept map (lesson-1 = 0.50±0.20; lesson-2 = 0.58±0.16; lesson-3 = 0.62±0.14; and the overall lesson = 0.57±0.11). Similarly, with an average increase in interest in learning (gain score interests) students are given learning with media concept map (0.46±0.10) was higher than the average increase in interest in learning (gain scores interest) given student learning without media concept maps (0.23±0.11). Keywords: concept map, interest, learning outcomes
Uji Kelayakan Minyak Goreng Curah dan Kemasan yang Digunakan Menggoreng Secara Berulang Bajoka Nainggolan; Nora Susanti; Anna Juniar
Jurnal Pendidikan Kimia (JPKim) Vol 8, No 1 (2016): April
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.048 KB) | DOI: 10.24114/jpkim.v8i1.4424

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui angka peroksida dan asam lemak bebas (FFA = free fatty acid) minyak goreng curah dan kemasan merek A, B, dan C yang dipakai masyarakat menggoreng secara berulang menggunakan metode titrasi alkalimetri dan iodometri. Populasi penelitian adalah minyak goreng curah dan kemasan dan sampel diambil secara  acak 2 kg minyak curah,dan 2 kg masing-masing minyak kemasan merek A, B, dan C yang dijual di pasar tradisional di Medan. Metode penelitian menggunakan titrasi alkalimetri dan iodometri. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara membandingkan angka peroksida dan FFA minyak goreng yang dipakai menggoreng secara berulang (minyak jelanta) terhadap minyak goreng control (sebelum digunakan menggoreng) dan standar mutu minyak goreng SNI 01-3741-2013. Dari analisis data diperoleh hasil sebagai berikut: Angka peroksida sebelum dipakai menggoreng (mek O2/kg); minyak curah: 2,718; minyak kemasan merek A: 2,039; merek B: 2,039; merek C: 2,039; setelah penggorengan I - IV (150-200oC): minyak curah: 6,796; 9,588; 13,659; 17,669: merek-A: 4,757; 8,835; 10,873; 14,951; merek-B: 5,437; 8,834; 11,553; 14,951; merek-C:  4,757; 8,155; 12,912; 15,696. Angka FFA sebelum dipakai menggoreng (mg KOH/gr): minyak curah: 0,0686; minyak kemasan merek A: 0,0480; merek B: 0,0480; merek C: 0,0412; setelah penggorengan I-IV: minyak curah: 0,3981; 0,5215; 0,7007; 1,1262; minyak kemasan merek-A:  0,3294; 0,4187; 0,6451; 0,9540; merek-B: 0,3562; 0,4392; 0,6931; 0,8853; merek-C: 0,3232; 0,3843; 0,6958; 0,8586. Ambang batas standar mutu minyak goreng yang layak dipakai menurutSNI 01-3741-2013: angka peroksida 10 mek O2/kg; FFA. 0,6 mg KOH/g. Dari  analisis data dapat disimpulkan bahwa: Minyak goreng curah dan kemasan merek A, B, C yang dijual di pasartradisional di Medan memenuhi standar kualitas SNI 01-3741-2013 sebelum digunakan untuk menggoreng, dan bila digunakan maka hanya dua kali layak dipakai untuk menggoreng bahan pangan. Disarankan kepada masyarakat khususnya di kota Medan agar pemakaian minyak goreng curah dan kemasan merek A, B, dan C yang dijual di pasar tradisional di Medan cukup hanya dua kali dipakai untuk menggoreng bahan pangan demi menjaga kesehatan masyarakat  yang menggunakannya. Kata kunci: minyak goreng, angka peroksida, angka asam lemak bebas (FFA)