Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN REKAYASA NILAI PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG (STUDI KASUS PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG BALAI PENGELOLAAN SUMBER DAYA PESISIR DAN LAUT DENPASAR) Made Sudiarsa
Matrix : Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika Vol 5 No 3 (2015): MATRIX - Jurnal Manajemen Teknologi dan Informatika
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah, P3M Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.266 KB)

Abstract

Tahap perencanaan pada proyek bangunan gedung seringkali tidak berjalan optimal yang berdampak pada banyak pemborosan dan biaya tidak perlu pada tahap pelaksanaan konstruksi bangunan gedung sehingga upaya penerapan rekayasa nilai bisa menjadi solusi untuk mengoptimalkan nilai manfaat sekaligus mengurangi biaya-biaya yang tidak perlu pada sebuah proyek bangunan gedung. Penerapan rekayasa nilai pada bidang konstruksi merupakan suatu pendekatan terorganisasi dan kreatif yang bertujuan untuk mengadakan pengidentifikasian biaya yang tidak perlu. Biaya yang tidak perlu ini adalah biaya yang tidak memberikan kualitas atau kegunaan/fungsi. Penerapan rekayasa nilai pada proyek konstruksi mempunyai potensi penghematan yang cukup besar dari anggaran biaya proyek. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh penghematan biaya yang dilakukan pada tahap desain dan pelaksanaan proyek gedung. Lingkup kajian pada penelitian ini adalah pekerjaan dinding pada proyek Pembangunan Gedung Balai Pengelolaan Sumber daya Pesisir dan Laut Denpasar. Analisa ini menggunakan tahap-tahap rencana rekayasa nilai, yaitu tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisa, tahap pengembangan dan tahap rekomendasi. Sedangkan kriteria-kriteria yang dipakai untuk mengevaluasi komponen-komponen / sistem, meliputi aspek biaya, mutu, waktu pelaksanaan, metode, pengaruh struktur dan finishing. Pada penelitian ini terdapat 4 alternatif yang akan dianalisis yaitu alternatif 1 dengan menggunakan batu bata (eksisting), alternatif 2 dengan menggunakan batako press, alternatif 3 dengan menggunakan bata ringan, dan alternatif 4 dengan menggunakan M-panel. Berdasarkan hasil analisis rekayasa nilai pada proyek gedung tersebut, alternatif 3 (bata ringan) merupakan alternatif terbaik untuk pasangan dinding dengan biaya sebesar Rp 125.432.959,64 sehingga terdapat penghematan biaya sebesar Rp 5.129.888,59 atau sebesar 3,93 %.
PENATAAN MATA AIR BEJI KALER DENGAN KONSEP ARSITEKTUR TRADISIONAL BALI BERKELANJUTAN I Gst. Lanang M Parwita; I Wayan Arya; I Gede Sastra Wibawa; Made Sudiarsa
JURNAL INERSIA Vol. 8 No. 2 (2016): Jurnal Inersia
Publisher : POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan mata air bagi masyarakat Hindu di Bali mempunyai makna yang sangat penting disamping sebagai sumber air untuk keperluan sehari-hari juga mempunyai makna yang sangat penting yaitu sebagai air suci (tirta) dalam kegiatan upacara keagamaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan pola penataan mata air Beji Kaler sesuai corak masyarakat Desa Ababi dengan mengaplikasikan bangunan berlandaskan konsep arsitektur tradisional Bali yang berkelanjutan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini dengan melakukan pengamatan langsung ke lapangan, melakukan koordinasi dengan instansi terkait serta tokoh dan masyarakat setempat serta kajian literatur. Dari kajian yang dilakukan menunjukkan bahwa masyarakat memerlukan desain penataan bangunan dengan filosofi desain arsitektur tradisional Bali yang sudah ada di masyarakat serta dengan pemakaian bahan-bahan yang ada di sekitar wilayah mata air tersebut. Pola penataan dengan mengadopsi nilai-nilai yang sudah tertanam di masyarakat serta dengan pemakaian material bangunan yang ada di sekitar lokasi menjadikan pola penataan yang dilakukan menyatu dengan semua unsur baik lingkungan, masyarakat serta pola tradsis yang sudah berkembang di wilayah setempat. Pola penataan yang dibutuhkan dalam penataan mata air Beji Kaler adalah pembuatan Tembok keliling (Penyengker), Bangunan Piasan dan Candi Bentar dengan material batu padas hitam Besakih.