Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Tinjauan Kejadian Keruntuhan Jembatan Kali Sapi Lama Berdasarkan Analisis Debit Kala Ulang Teguh Marhendi; Wahlul Sodikin
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 2 No. 2 September 2018: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (891.172 KB) | DOI: 10.30595/jrst.v2i2.2472

Abstract

Jembatan Kali Sapi yang terletak di Desa Karanganyar Kecamatan Purwanegara, Banjarnegara, mengalami keruntuhan pada 24 Oktober 2010. Besar debit tercatat saat kejadian berlangsung adalah 50,15 m3/dtk dengan   curah hujan tercatat mencapai 105 mm. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kejadian keruntuhan jembatan Kali Sapi berdasarkan debit banjir kala ulang Sungai Kali Sapi. Perhitungan  debit Banjir kala ulang pada penelitian ini menggunakan Metode Haspers, Metode Der Weduwen dan Metode Melchior. Hasil penelitian menunjukkan besar debit banjir kala ulang menggunakan Metode Haspers Q25 = 237,597 m3/dtk, Q50 = 260,055 m3/dtk dan Q100 = 282,347 m3/dtk. Pada Metode Weduwen Q25 = 274,520 m3/dtk, Q50 = 300,468 m3/dtk dan Q100 = 326,225 m3/dtk. Metode Melchior Q25 = 304,837 m3/dtk, Q50 = 333,651 m3/dtk dan Q100 = 362,251 m3/dtk. Selanjutnya berdasarkan umur rencana,  jembatan Kali Sapi didesain dengan umur rencana 50 tahun. Berdasarkan  metode Haspers,  debit pada kala ulang 50 tahuan adalah 260,055 m3/dtk. Jika dibandingkan dengan besaran debit banjir saat kejadiaan ( 50,15 m3/dtk), maka keruntuhan jembatan  bukan disebabkan oleh besaran debit banjir.
Prediksi Peningkatan Debit Puncak Sungai Serayu Berdasarkan Perubahan Penggunaan LahanPrediksi Peningkatan Debit Puncak Sungai Serayu Berdasarkan Perubahan Penggunaan Lahan Teguh Marhendi; Anggit Aji Pramono
JRST (Jurnal Riset Sains dan Teknologi) Volume 3 N0. 1 Maret 2019: JRST
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1215.947 KB) | DOI: 10.30595/jrst.v3i1.3048

Abstract

Perubahan penggunaan lahan yang tidak sesuai kaidah konservasi dapat mengurangi tingkat resapan air tanah dan dapat meningkatkan puncak banjir. Daerah Aliran Sungai Serayu Hulu, sejak tahun 2011-2016 terus mengalami perubahan penggunaan lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan menggunakan ArcGIS.10.3. Perubahan penggunaan lahan yang digunakan antara tahun 2011-2016 dengan prediksi perubahan antara 2017 – 2026. Analisis prediksi dilakukan menggunakan model persamaan statistika. Prediksi debit puncak di dianalisis pada titik kontrol Bendung Gerak Serayu untuk mengetahui perubahan debit puncak antara tahun 2017 – 2026. Hasil analisis menunjukan perubahan penggunaan lahan untuk kawasan vegetasi tahun 2011 – 2016 mengalami penurunan sebesar 9,46%, sedangkan bukan vegetasi mengalami kenaikan sebesar 44,46%.. Hasil prediksi debit puncak di titik kontrol Bendung Gerak Serayu pada tahun 2017 – 2026 relatif mengalami kenaikan, yaitu: Q2017 = 655,55 m3/s, Q2018 = 675,90 m3/s, Q2019 = 693,85 m3/s, Q2020 = 709,91 m3/s, Q2021 = 724,43 m3/s, Q2022 = 737,69 m3/s, Q2023 = 749,89 m3/s, Q2024 = 761,18 m3/s, Q2025 = 771,70 m3/s, Q2026 = 781,53 m3/s.
Studi Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Di Sungai Brukah (Kali Bening, Banjarnegara) Teguh Marhendi
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 20, No 1 (2019): Techno Volume 20 No.1 April 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/techno.v20i1.3619

Abstract

AbstrakKabupaten Banjarnegara memiliki Daerah Aliran Sungai yang berpotensi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Topografi wilayah berbentuk perbukitan dengan beda tinggi aliran sungai cukup curam berpotensi dapat menghasilkan energi listrik.  Salah satunya adalah Sungai Brukah yang berada di Kali Bening, Banjarnegara. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui potensi Sungai Brukah untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Analisis dilakukan terhadap kapasitas debit, tinggi jatuh efektif aliran, dan potensi daya listrik yang dapat dihasilkan. Metode yang diterapkan dalam analisis debit sungai dilakukan melalui metode profil sungai (cross section), Analisis dilakukan melalui pengukuran penampang vertikal sungai (profil sungai) dan kecepatan aliran air. Sedangkan analisis daya dan energi dihitung berdasarkan analisis debit tersedia (Q) dan tinggi jatuh efektif (Heff) pada potongan memanjang sungai dengan mempertimbangankan efisiensi turbin dan generatorHasil analisis menunjukkan bahwa debit rerata Sungai Brukah terhitung sebesar 1,59 m3/dt dengan tinggi jatuh efektif aliran 50 m dan diperkirakan dapat menghasilkan daya listrik sebesar 510,440 kW. Kata kunci : Potensi PLTMH, daya listrik, Sungai Brukah
Pengaruh Aktivitas Flushing Terhadap Prediksi Reduksi Endapan Sedimen Di Waduk Pangsar Soedirman Banjarnegara Teguh Marhendi; Satrio Triana Putra
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 20, No 2 (2019): Techno Volume 20 No.2 Oktober 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/techno.v20i2.4562

Abstract

Sedimentasi di Waduk Pangsar Soedirman terus mengalami peningkatan. Sedimentasi yang masuk ke waduk sampai tahun 2017 sudah mencapai 77% atau sekitar 114 juta m³. Beberapa upaya terus dilakukan oleh manajemen waduk untuk mengurangi peningkatan sedimentasi yang masuk ke waduk. Salah satu upaya yang rutin dilakukan adalah dengan melakukan Flushing sedimentasi. Penelitian ini bertujuan untuk  menganalisis pengaruh aktivitas Flushing terhadap pengurangan sedimentasi di Waduk Pangsar Soedirman. Data penelitian diambil dari data sekunder hasil pengamatan/pengukuran yang dilakukan oleh PT. Indonesia Power Unit Pembangkitan Mrica Banjarnegara berupa data Sedimen dan data Flushing Waduk Mrica pada tahun 1989-2017. Metode perhitungan pengaruh aktivitas flushing dilakukan menggunakan metode statistika.Hasil analisis menunjukkan bahwa  jumlah total sedimentasi yang mengendap jika tanpa adanya aktivitas flushing dari tahun 1989-2026 sebesar 163,150 juta m³. Dengan adanya total sedimentasi sebersar itu, maka ditahun 2026 Waduk Mrica sudah berhenti beroperasi karena Waduk Mrica hanya dapat menampung dengan kapasitas 148,287 juta m³. Sedangkan jumlah total sedimentasi yang mengendap jika adanya aktivitas flushing dari tahun 1989-2026 sebesar 136,790 juta m³. Dengan adanya total sedimentasi sebersar itu, maka ditahun 2026 Waduk Mrica masih dapat beroperasi meskipun dalam keadaan kritis.Kata kunci :Ssedimentasi, Aktivitas flushing, Waduk Pangsar Soedirman
Prediksi Peningkatan Sedimentasi Dengan Metode Angkutan Sedimen (Studi Kasus Sedimentasi Di Waduk Mrica) Teguh Marhendi; Dewi laras Sulastri Ningsih
Techno (Jurnal Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Purwokerto) Vol 19, No 2 (2018): Techno Volume 19 No.2 Oktober 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/techno.v19i2.3006

Abstract

Permasalahan sedimentasi di Waduk Mrica berdampak pada pengurangan kapasitas maupun umur fungsi waduk. Sedimentasi terjadi karena proses erosi di hulu daerah aliran sungai di hulu Waduk Mrica dan tertampung atau mengendap pada waduk..Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan sedimentasi di Waduk Mrica menggunakan metode angkutan sedimen. Analisis dilakukan  dengan menghitung angkutan sedimen yang melayang dan mengendap menggunakan metode Mayer Petter Mullermelalui pendekatan empirik. Berdasarkan analisis tersebut, selanjutnya dilakukan prediksi 10 tahun terakhir (2005-2014) dan menghitung prediksi 10 tahun mendatang (2015-2024). Analisis Statistika dihitung menggunakan  metode Gumbel dan Log Person Tipe III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa debit sedimen ini diprediksi terus mengalami peningkatan selama 10 tahun mendatang. Kata Kunci : Sedimentasi, angkutan sedimen, metode Mayer Petter Muller, Waduk Mrica