Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

faktor-faktor yang berhubungan dengan pendokumentasian asuhan keperawatan di RSUD NOONGAN. Drova Grano Manorek; Adrian Umboh; Aaltje Manampiring
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 12, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v12i2.992

Abstract

ABSTRACTNursing care documentation is very important and needs to be considered because what is done must be recorded and what is recorded is what is done to help the process of nursing care to patients. The purpose of this study was to examine the factors associated with documenting nursing care at the Noongan Regional Hospital. The number of respondents was 59 people. The activity starts with signing the agreement, filling out the questionnaire and filling out the observation sheet. The research method used quantitative data with aapproach cross sectional. Data were analyzed by univariate, bivariate, and multivariate using Chi-square and logistic regression analysis test. Based on thetest chi square to see the relationship between the independent and dependent variables, it was found that the p value for each independent variable was age (p = 0.775), gender (p = 0.740), level of education (p = 0.000) and supervision of the head of the room (p. = 0,000). The results of the logistic regression test showed that the variable with the highest OR value was the supervision of the head of the room (OR = 41.074). The conclusion of this study is the variables that have a relationship with nursing care documentation, namely the level of education and supervision of the head of the room, the variables that have no relationship are age and gender, and the variable that has the strongest influence is the supervision of the head of the room. The hospital, can carry out training for the head of the room in increasing supervision and for nurses in improving nursing care documentation.Keywords: Nursing care; documenting; factors.
Gambaran Kualitas Hidup Kesehatan Siswa SMP dan SMA di Kota Bitung Pada Masa Pascapandemi Coronavirus Disease 2019 Kevin Arsastha Liang; Jimmy Posangi; Aaltje Manampiring
HEALTH CARE : JURNAL KESEHATAN Vol 11 No 1 (2022): Health Care : Jurnal Kesehatan
Publisher : STIKes Payung Negeri Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36763/healthcare.v11i1.229

Abstract

Pendahuluan: Salah satu masalah kesehatan pada remaja yaitu kualitas hidup. Kualitas hidup bisa dipengaruhi oleh banyak faktor seperti aktifitas fisik dan status gizi. Kota Bitung merupakan kota pelabuhan internasional di Sulawesi Utara. Beberapa penelitian menunjukkan adanya masalah yang berhubungan dengan aktifitas fisik, status gizi dan kualitas hidup pada remaja. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menggambarkan kualitas hidup kesehatan siswa SMP dan SMA di Kota Bitung. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan pada Maret-Mei 2022 di Kota Bitung. Penelitian ini menggunakan sebanyak 423 siswa SMP dan SMA dengan menggunakan metode accidental sampling. Variabel yang diteliti yaitu kualitas hidup kesehatan. Instrumen penelitian ini yaitu kuesioner WHOQoL-Bref, alat tulis menulis dan kamera. Data diperoleh dengan wawancara. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara univariat. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan terbagi dalam 4 domain yaitu kesehatan fisik, hubungan sosial, psikologi dan lingkungan. Hasil jawaban responden dibagi menjadi 3 kategori yaitu baik, sedang dan buruk berdasarkan skor yang diperoleh. Responden paling banyak masuk kategori sedang untuk domain kesehatan fisik (85,6%) dan hubungan sosial (46,6%). Responden paling banyak masuk kategori baik untuk domain kesehatan psikologi (51,3%) dan domain lingkungan (52,2%). Secara umum, responden paling banyak masuk kategori sedang sebanyak 298 responden (70,4%). Nilai skor yang diperoleh pada setiap domain dimana paling rendah ditemukan pada domain kesehatan fisik sebesar 51,74 dan skor rataan tertinggi diperoleh pada domain kesehatan psikologi sebesar 64,69 dimana secara umum kualitas hidup kesehatan memperoleh skor rataan 60,0. Hubungan antara aktifitas fisik dengan kualitas hidup menunjukkan bahwa responden dengan kualitas hidup kurang baik paling banyak masuk kategori aktifitas fisik yang tidak baik sebanyak 80 responden (18,9%) dan responden dengan kategori kualitas hidup baik dan aktifitas fisik baik sebanyak 104 responden (24,6%). Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini yaitu skor terendah ditemukan pada domain kesehatan fisik sebesar 51,74 dan skor tertinggi diperoleh pada domain kesehatan psikologi sebesar 64,69 dimana secara umum kualitas hidup kesehatan memperoleh skor rataan 60,0.