Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN USIA, TINGKAT PENDIDIKAN, KEMAMPUAN BEKERJA DAN MASA BEKERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEARSON CORRELATION Susi Susilawati Harahap
Jurnal Teknovasi : Jurnal Teknik dan Inovasi Vol 6, No 2 (2019): TEKNOVASI OKTOBER 2019
Publisher : LPPM Politeknik LP3I Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55445/teknovasi.v6i2.326

Abstract

Kegagalan dalam pengelolaan sumber daya manusia dalam organisasi akan mendatangkan kerugian bagi organisasi yaitu tidak tercapainya tujuan yang telah ditetapkan begitupun sebaliknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia, tingkat pendidikan, kemampuan bekerja terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini dilakukan di Provinsi DKI Jakarta, penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuisioner dengan menggunakan skala Likert (5 skala) kepada 231 responden yang merupakan Pegawai Negeri Sipil yang mengikuti pelatihan di BPSDM Provinsi DKI Jakarta pada bulan Maret – April tahun 2019. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan penyebaran kuisioner dan dokumentasi. Analisis hubungan antar variabel dengan menggunakan metode Pearson Correlation yang menggunakan Software SPSS ver20. Variabel Usia (X1) memiliki nilai signifikansi 0 < 0,05 dan nilai r hitung (0,153) > r tabel (0126) . Artinya terdapat korelasi yang signifikan antara variabel Usia (X1) dengan variabel kinerja (Y). Variabel Tingkat Pendidikan (X2) memiliki nilai signifikansi 0 < 0,05 dan nilai r hitung (0,598) > r tabel (0,126) . Artinya terdapat korelasi yang signifikan antara variabel Tingkat Pendidikan (X2) dengan variabel kinerja (Y). Variabel Kemampuan Bekerja (X3) memiliki nilai signifikansi 0 < 0,05 dan nilai r hitung (0,582) > r tabel (0,126) . Artinya terdapat korelasi yang signifikan antara variabel kemampuan bekerja (X3) dengan variabel kinerja (Y). Variabel Masa Bekerja (X4) memiliki nilai signifikansi 0 < 0,05 dan nilai r hitung (0,526) > r tabel (0,126) . Artinya terdapat korelasi yang signifikan antara variabel Masa Bekerja (X4) dengan variabel kinerja (Y). Berdasarkan nilai F hitung adalah sebesar 59,176 yang lebih kecil daripada F tabel sebesar 2,64. Dari kedua analisi tersebut, maka Ho ditolak, artinya ada secara simultan variabel bebas mempengaruhi variabel terikat. Untuk meningkatkan kinerja ditingkatkan pula usia, tingkat pendidikan, kemampuan bekerja, dan masa bekerja. Beberapa banyak faktor penunjang kinerja faktor tingkat pendidikan, motivasi dan kemamapuan kerja yang mempengaruhi kinerja terbanyak yakni sebesar 50,3%.
Teknik Korelasi dan Kolmogorov Smirnov dalam Menganalisis Pengaruh Motivasi Intrinsik dan Peningkatan Kemampuan Menulis KTI Pada Widyaiswara Susi Susilawati Harahap
Jurnal Teknovasi : Jurnal Teknik dan Inovasi Vol 7, No 1 (2020): TEKNOVASI APRIL 2020
Publisher : LPPM Politeknik LP3I Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55445/teknovasi.v7i1.439

Abstract

Widyaiswara merupakan salah satu Jabatan Fungsional tertentu yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Tertentu. Widyaiswara merupakan salah satu komponen penting yang harus memiliki kompetensi transfer of knowledge dan transfer of value dalam proses pembelajaran dalam kediklatan disamping komponen lainnya yang mendukung berjalannya kegiatan kediklatan. Motivasi yang berasal dari dalam diri (Instrinsik) ini yang menjadi fokus penelitain yang tujuannya untuk melihat Pengaruh motivasi Instrinsik terhadap Kemampuan menulis Karya Tulis Ilmiah Widyaisawara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh motivasi intrinsik terhadap kemampuan menulis KTI bagi Widyaisawara BPSDM Provinsi DKI Jakarta. Setelah dilakukan penelitian dan analisis uji statistik menggunakan program komputer SPSS 22, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi intrinsik terhadap kemampuan menulis KTI bagi Widyaisawara (Ho ditolak, Ha diterima), dengan penjelasan sebagai berikut (1) Terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi intrinsik terhadap kemampuan menulis widyaiswara dengan tingkat hubungan yang kuat, yang ditunjukkan dengan perolehan nilai korelasi sebesar 0,668 dengan angka sig. (2-tailed) = 0,000 sehingga thitung < ttabel = (0,000 < 0,05). (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi intrinsik terhadap kemampuan menulis KTI widyaisawara dengan nilai korelasi/hubungan (R), yaitu sebesar 0,662 sedangkan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,439 yang berarti bahwa pengaruh motivasi intrinsik terhadap kemampuan menulis KTI widyaisawara adalah sebesar 43,9%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel yang lain. Kemudian ada pengaruh Motivasi Intrinsik terhadap Kemampuan menulis KTI Widyaisawsra yang signifikan dengan Fhitung sebesar 28,937 dengan tingkat signifikansi/probabilitas 0,000 < 0,05, dan juga diperoleh hasil nilai t hitung sebesar 5,379 sehingga t hitung lebih besar dari pada t tabel (5,379 > 2,717913) dengan nilai signifikasni 0,000 < 0,005. (3) Dorongan yang timbul dari dalam diri Widyaisawara untuk bekerja secara baik dalam hal ini untuk melaksanakan tugas dari unsur pengembangan profesi memiliki kategori “sedang”. Sedangkan kemampuan menulis KTI widyaiswara juga masuk pada kategori “sedang. Hal ini didukung dengan data bahwa dari 39 orang widyaisawara BPSDM Provinsi DKI Jakarta sebesar 58,97% telah mempunyai pengalaman menulis KTI di berbagai media publikasi yang menjadi sarana untuk pengembangan profesi widyaiswara dan hanya sebesar 41,03% belum pernah menulis KTI.