Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Usulan Manajemen Pengunjung Situs Makam Sunan Kalijaga, Kelurahan Kadilangu, Kabupaten Demak Musadad Musadad
Bakti Budaya: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (959.137 KB) | DOI: 10.22146/bb.41088

Abstract

Te Sunan Kalijaga tomb complex located in Kadilangu, Demak, Central Java is an archaeologicalsite that have very high signifcance values in terms of history, culture, and economy. Tis tomb complexis always fully-visited by pilgrims from various regions. Te peak season of the tomb visiting periodis in the month of Syafar, one month before Ramadan. At the time, the visitors must be trapped in along queue in the corridor that was prepared by Yayasan Sunan Kalijaga to enter the tomb complex.Tis condition certainly leads inconveniences for pilgrims and it may decrease the site's signifcancevalues. For this reason, efforts are needed to reduce pilgrimage density in the corridors of pilgrimsfrom the entrance gate to the site complex. Alternative proposals to reduce pilgrim density are proposedin two alternatives. Te frst, after the pilgrimage procession reaches and fnishes their pilgrimage,the visitors should go out through another door and pass the south corridor of the mosque to theroad on the east side of the mosque heading south to the ancient lake and heading to the road to theparking lot. Te second proposal is that pilgrims passes through the existing corridor to enter andto exit, but the corridor is divided into two lanes in frm and very strict arrangements. Tis meansthat pilgrims should not enter the wrong lane and there are restrictions on the amount of entry ata time of high density.
Identifikasi dan Latar Belakang Sejarah Tinggalan Arkeologis Jangkar di Perairan Kepulauan Sangihe Fairuz Azis; nfn. Musadad
Tumotowa Vol 4 No 2 (2021): Tumotowa
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/tmt.v4i2.102

Abstract

Temuan arkeologis jangkar di perairan Kepulauan Sangihe merupakan data baru bagi arkeologi, khususnya arkeologi maritim di Indonesia. Dalam penelitian ini, dilakukan kajian melalui pendekatan arkeologi maritim dan mengkomparasikannya dengan data sejarah terkait untuk mengetahui karakteristik bentuk, identitas, serta latar belakang sejarah dari temuan jangkar tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membuka wawasan baru dalam penelitian arkeologi maritim di Indonesia, terutama dalam hal objek penelitian berupa jangkar. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa temuan jangkar di perairan pantai Desa Lesa, Kepulauan Sangihe tergolong dalam tipe admiralty anchor. Admiralty anchor merupakan desain jangkar yang dikembangkan dan digunakan oleh armada Angkatan Laut Inggris. Berdasarkan sejarah maritim wilayah Laut Sulawesi, terdapat beberapa kemungkinan latar belakang sejarah yang berhubungan dengan keberadaan temuan jangkar di perairan Kepulauan Sangihe. Kemungkinan pertama, yaitu berhubungan dengan perselisihan diantara bangsa asing yang berkuasa di sekitar wilayah Laut Sulawesi. Kemungkinan kedua, yaitu berhubungan dengan eksistensi para perompak di wilayah Laut Sulawesi.