Herry Agus Susanto
Pendidikan Matematika Univet Bangun Nusantara Sukoharjo

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pemahaman Mahasiswa Field Independent dalam Pemecahan Masalah Pembuktian pada Konsep Grup Susanto, Herry Agus
AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 01 (2012)
Publisher : AKSIOMA Jurnal Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemahaman mahasiswa field independent dalam pemecahan masalah pembuktian konsep grup, Jenis penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian kualitatif-eksploratif. Subjek penelitian sebanyak 1 mahasiswa field independent dari Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo. Metode pengumpulan data dengan wawan­cara,, lembar tugas. Pemahaman mahasiswa field independent dalam memecahkan masalah pembuktian pada konsep grup sebagai berikut: (i) dalam memahami masalah, mahasiswa field independent menyebutkan beberapa kriteria dalam memahami masalah yang terdiri dari: menentukan data apa yang diketahui, menentukan apa yang dibuktikan, konsep-konsep yang berkaitan dengan permasalahan dapat diungkap meskipun tidak menjadi pokok permasalahan, (ii) dalam rencana pemecahan, pertama menentukan rencana yang akan dilaksanakan menggunakan definisi. Kedua, menentukan syarat yang diperlukan yaitu memenuhi 4 aksioma. (iii) dalam melaksanakan penyelesaian, subjek melaksanakan sesuai indikator penyelesaian secara lengkap, yaitu dalam melaksanakan rencana pembuktian  secara runtut dan secara rinci. Dapat menjawab dengan langkah secara benar dan lancar. Selain langkah-langkah yang benar, subjek juga dapat memberikan penjelasan secara rinci dari tahapan-tahapan yang dilakukan. (iv) pengecekan kembali dilakukan dengan menjelaskan langkah dan alasannya. Pengecekan dilakukan terhadap hasil yang diperoleh maupun langkah-langkah yang dilakukan
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA MATERI TRIGONOMETRI Susanto, Herry Agus
AKSIOMA Vol 5, No 1/MARET (2014): AKSIOMA
Publisher : IKIP PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran matematika SMA dengan pendekatan kontekstual sebagai perangkat pembelajaran matematika yang layak dan efektif selama proses pembelajaran berlangsung. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian Research and Development. Penelitian pengembangan menggunakan modifikasi model Thiagaran atau lebih dikenal dengan 4D dengan tahap pendefisian (define), perancangan (design), pengembangan (develop), dan penyebaran (dessiminate).Sebelum diujicobakan di lapangan, perangkat pembelajaran matematika SMA dengan pendekatan kontekstual terlebih dahulu dilakukan uji validasi oleh ahli media dan ahli materi. Selain itu diperlukan juga angket tanggapan siswa mengenai media tersebut. Hasil dari validasi ahli dan angket siswa sebagian besar berkriteria sangat baik. Jadi perangkat pembelajaran matematika tersebut valid untuk diujicobakan. Uji keefektifan media menggunakan uji t pihak kanan yang hasil analisisnya diperoleh Ho ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan perangkat pembelajaran matematika SMA dengan pendekatan kontekstual lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran konvensional pada materi trigonometri. Kata Kunci : Pengembangan, Perangkat Pembelajaran, Pendekatan kontekstual
Pemahaman Mahasiswa Field Independent dalam Pemecahan Masalah Pembuktian pada Konsep Grup Susanto, Herry Agus
Aksioma Vol 1, No 01 (2012)
Publisher : Tadulako University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemahaman mahasiswa field independent dalam pemecahan masalah pembuktian konsep grup, Jenis penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian kualitatif-eksploratif. Subjek penelitian sebanyak 1 mahasiswa field independent dari Universitas Veteran Bangun Nusantara Sukoharjo. Metode pengumpulan data dengan wawan­cara,, lembar tugas. Pemahaman mahasiswa field independent dalam memecahkan masalah pembuktian pada konsep grup sebagai berikut: (i) dalam memahami masalah, mahasiswa field independent menyebutkan beberapa kriteria dalam memahami masalah yang terdiri dari: menentukan data apa yang diketahui, menentukan apa yang dibuktikan, konsep-konsep yang berkaitan dengan permasalahan dapat diungkap meskipun tidak menjadi pokok permasalahan, (ii) dalam rencana pemecahan, pertama menentukan rencana yang akan dilaksanakan menggunakan definisi. Kedua, menentukan syarat yang diperlukan yaitu memenuhi 4 aksioma. (iii) dalam melaksanakan penyelesaian, subjek melaksanakan sesuai indikator penyelesaian secara lengkap, yaitu dalam melaksanakan rencana pembuktian  secara runtut dan secara rinci. Dapat menjawab dengan langkah secara benar dan lancar. Selain langkah-langkah yang benar, subjek juga dapat memberikan penjelasan secara rinci dari tahapan-tahapan yang dilakukan. (iv) pengecekan kembali dilakukan dengan menjelaskan langkah dan alasannya. Pengecekan dilakukan terhadap hasil yang diperoleh maupun langkah-langkah yang dilakukan
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah dalam Menyelesaikan Soal Statistika ditinjau dari Gaya Belajar Deporter dan Hernacki Anggita, Linda; Susanto, Herry Agus; Astutiningtyas, Erika Laras
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 5 (2024): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v6i5.20531

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif, yang dilaksanakan di SMP Negeri 7 Wonogiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan pemecahan masalah peserta didik kelas VII SMP Negeri 7 Wonogiri dalam menyelesaikan soal statistika ditinjau dari gaya belajar DePorter dan Hernacki. Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket, tes tertulis, dan wawancara. Subjek penelitian ini berjumlah 9 peserta didik yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian  ini menunjukkan bahwa subjek dengan gaya belajar visual dengan kategori tinggi dan sedang mampu melalui keempat tahapan pemecahan masalah Polya dengan baik sedangkan subjek dengan gaya belajar visual kategori rendah hanya mampu melalui satu tahapan pemecahan masalah Polya. Subjek dengan gaya belajar auditorial dengan kategori tinggi dan sedang mampu melalui keempat tahapan pemecahan masalah Polya dengan baik sedangkan subjek dengan gaya belajar auditorial kategori rendah hanya mampu melalui satu tahapan pemecahan masalah Polya. Subjek dengan gaya belajar kinestetik dengan kategori tinggi dan sedang mampu melalui keempat tahapan pemecahan masalah Polya dengan baik sedangkan subjek dengan gaya belajar kinestetik kategori rendah hanya mampu melalui satu tahapan pemecahan masalah Polya. Hasil dari penelitian  menunjukkan bahwa subjek dengan kategori tinggi dan sedang pada setiap gaya belajar mampu memecahkan permasalahan dengan baik daripada subjek dengan kategori rendah.
Analisis Pemahaman Konsep Matematika Menggunakan Media M4th-Lab Channel Muti'ah, Dian; Susanto, Herry Agus; Exacta, Annisa Prima
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 6, No 5 (2024): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v6i5.20543

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik setelah digunakannya media video youtube bernama m4th-lab Channel pada Peserta Didik Kelas X4 SMA Negeri 1 Nguter Tahun Ajaran 2023/2024. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 33 peserta didik dengan 11 peserta didik yang akan menjadi subjek yang akan diteliti lebih lanjut. Berdasarkan hasil analisis data setelah menggunakan m4th-lab channel, kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik kelas X4 SMA Negeri 1 Nguter dapat dikategorikan menjadi 3 yaitu kategori tinggi, sedang, dan rendah. Jumlah peserta didik kategori tinggi sebanyak 21,2% atau 7 peserta didik, kategori sedang sebanyak 60,6% atau 20 peserta didik, dan kategori rendah 18,2%  atau 6 peserta didik.  Sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematika peserta didik kelas X4 SMA Negeri 1 Nguter setelah menggunakan media m4th-lab channel berada pada kategori tinggi, sedang, rendah.­­­­­­­
Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Garis Singgung Lingkaran Elyana, Dian; Astutiningtyas, Erika Laras; Susanto, Herry Agus
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v3i1.1226

Abstract

Garis singgung lingkaran merupakan salah satu materi dimana siswa banyak melakukan kesalahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jenis-jenis kesalahan dalam menyelesaikan soal pada pokok bahasan garis singgung lingkaran dan faktor-faktor yang menyebabkannya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan subyek penelitian yaitu 29 siswa kelas VIII B pada salah satu SMP Negeri di Ngargoyoso. Teknik pengumpulan data diambil dari hasil tes dan wawancara terhadap siswa. Data dianalisis dengan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan tiga jenis kesalahan dalam menyelesaikan soal pada pokok bahasan garis singgung lingkaran yaitu kesalahan konsep, kesalahan prinsip, dan kesalahan operasi. Kesalahan-kesalahan tersebut diakibatkan oleh dua faktor, yaitu faktor internal seperti rendahnya kemampuan pemahaman, dan faktor eksternal seperti kurangnya konsentrasi. Kesalahan yang terjadi beserta penyebabnya dapat lebih diperhatikan oleh guru untuk meningkatkan penguasaan materi garis singgung lingkaran. The tangent to the circle is one of the materials in which students make many mistakes. The purpose of this research is to find out the types of errors in solving problems on the subject of circle tangents and the factors that cause them. This research is a qualitative descriptive study with research subjects namely 29 students of class VIII B at one of the State Middle Schools in Ngargoyoso. Data collection techniques were taken from the results of tests and interviews with students. Data were analyzed by data triangulation. The results showed that there were three types of errors in solving questions on the topic of tangent lines, namely conceptual errors, principal errors, and operational errors. These errors are caused by two factors, namely internal factors such as low understanding ability, and external factors such as lack of concentration. Errors that occur and their causes can be paid more attention to by the teacher to improve mastery of the tangent to a circle material.
Pemecahan Masalah Menurut Teori Polya, Dewey, Krulick, Dan Rudnick Berdasarkan Kecerdasan Logis Matematis Juliarti, Iftitah; Susanto, Herry Agus; Astutiningtyas, Erika Laras
Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : Jurusan Pendidikan Matematika FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jpm.v15i2.189

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah sebagai hal terpenting pada matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah mahasiswa Pendidikan Matematika pada mata kuliah Matematika Diskrit. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif yang diadakan di Universitas Veteran Bangun Nusantara. Subjek dalam penelitian adalah lima mahasiswa terdiri dari mahasiswa tingkat kecerdasan logis matematis sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Pengumpulan data dilakukan dengan metode angket, tes, dan wawancara.  Teknik analisis data yang digunakan adalah merangkum data, menyajikan data, dan pembuatan kesimpulan. Hasil analisis data diperoleh bahwa (1) Mahasiswa dengan kecerdasan logis matematis sangat tinggi mampu melalui semua tahapan pemecahan masalah, (2) Mahasiswa dengan kecerdasan logis matematis tinggi  dan sangat rendah mampu melalui semua tahapan pemecahan masalah pada soal nomor 2, akan tetapi hanya mampu sampai pada tahap memilih strategi pada soal nomor 1 dan 3, (3) Mahasiswa dengan kecerdasan logis matematis sedang hanya mampu menyelesaikan pemecahan masalah sampai pada tahap ke tiga saja yaitu tahap memilih strategi pada soal nomor 1, 2, dan 3, (4) Mahasiswa dengan kecerdasan logis matematis rendah mampu melalui semua tahapan pemecahan masalah pada soal nomor 1, akan tetapi hanya mampu sampai pada tahap memilih strategi pada soal nomor 2 dan 3.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita ditinjau dari Gaya Belajar di Kelas XI SMA N 01 Nguter Anggraini, Anisha Riyantika; Susanto, Herry Agus; Wulandari, Andhika Ayu
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2025): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v7i2.21521

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesalahan – kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita yang ditinjau dari gaya belajar serta memberikan solusi untuk mengatasi kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita yang ditinjau dari gaya belajar kelas XI SMA N 01 Nguter. Penelitian menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas XI E2 yang berjumlah 29 siswa. Objek dalam penelitian ini ialah kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita ditinjau dari gaya belajar. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket, tes, dan wawancara. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi metode. Kesimpulan penelitian ini jenis kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita dari ke 3 gaya belajar diatas diperoleh bahwa siswa dengan gaya belajar visual cenderung melakukan kesalahan pada langkah comprehension error, weakness in process skill dan encoding error. Siswa dengan gaya belajar auditorial juga lebih banyak melakukan kesalahan comprehension error , transform error, weakness in process skill error, dan encoding error. Siswa dengan gaya belajar kinestetik hanya melakukan kesalahan langkah pada weakness in process skill.
Analisis Faktor Penyebab Kesulitan Belajar Matematika Siswa pada Materi Kaidah Pencacahan Sholikhah, Nadia Nita Putri; Susanto, Herry Agus; Farahsanti, Isna
Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 7, No 2 (2025): Imajiner: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/imajiner.v7i2.22258

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor – faktor penyebab kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi kaidah pencacahan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII F8 MAN Sukoharjo Tahun Ajaran 2024/2025 yang berjumlah 22 siswa. Instrumen untuk pengambilan data menggunakan angket, wawancara, dan dokumentasi. Validasi data dilakukan dengan triangulasi metode dengan membandingkan hasil angket dan hasil waancara subjek penelitin dengan kategori skor rendah, sedang, dan tinggi. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatatif yang meliputi reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan.. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat 2 faktor yang menjadi penyebab kesulitan belajar siswa, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal sendiri terdiri dari kesehatan siswa, motivasi dan minat dari siswa. Faktor eksternal terdiri dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah ,dan lingkungan sosial.
Eksplorasi Etnomatematika: Integrasi Matematika pada Kesenian Musik Ngesti Swara di Desa Jatisobo Dwi, Agustino Vemas; Susanto, Herry Agus
Edumatica : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 14 No 3 (2024): Edumatica: Jurnal Pendidikan matematika (Desember 2024)
Publisher : Department of Mathematics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/edumatica.v14i3.37548

Abstract

This article aims to explore how mathematics can be applied to Ngesti Swara art in Jatisobo Village. The method used in this research is qualitative with an ethnographic approach. The domain in this research is not limited. This means that every element of mathematics in this art will be explored. The algebraic domain, which discusses the application of sets in mathematics, and the geometry domain, which is studied from the shapes of the tools used in Ngesti Swara art performances, are the most explored domains. Still, these domains are not always the main thing and all elements of mathematics in culture will be discussed in this study. This research was conducted in Jatisobo Village the original place that still preserves this Ngesti Swara culture. This research is supported by Vygotsky's constructivist theory, which discusses social and neighborhood-based learning. The results showed that ethnomathematics is present in the Ngesti Swara art group in Jatisobo Village. This research also contributes to the field of education. Teaching using ethnomathematics as contextual learning can be a medium for learning mathematics. This research concludes that mathematics can be explored from the Ngesti Swara music culture in Jatisobo Village. This is one way to learn math while preserving culture.