Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Komite Audit Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Dengan Dewan Komisaris Sebagai Variabel Intervening Yunita Kurnia Shanti
IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Vol 9 No 2 (2020): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - December
Publisher : LPPM ISNJ Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46367/iqtishaduna.v9i2.241

Abstract

This study aims to examine the effect of the audit committee on the company's financial performance with the board of commissioners as an intervening variable in manufacturing companies in the consumer goods sector in 2016-2018. The population in this study is the manufacturing companies in the consumer goods sector which are listed on the Indonesia stock exchange in the 2016-2018 period. The sampling method uses purposive sampling, which is a sampling technique with certain considerations or criteria. The number of samples obtained that can be processed is 90 samples. The data analysis method used is path analysis which has previously gone through a classic assumption test, testing is done directly and indirectly. The results of this study indicate the audit committee directly and significantly influences the company's financial performance. Both audit committees have an indirect and significant effect on the company's financial performance with the board of commissioners as an intervening variable. This shows that the calculation of the beta coefficient directly is greater than the indirect beta coefficient which is 0.230>0.05552. This result means that the board of Commissioners variable cannot be an intervening variable of the audit committee on financial performance, because the effective supervisory function in evaluating the results of internal and external audits on the presentation of financial statements becomes the role of the audit committee.
PEMAHAMAN PENCATATAN AKUNTANSI KEUANGAN DALAM PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN AKUNTABEL PADA INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL Yunita Kurnia Shanti; Susi Sih Kusumawardhany; Sudarmadi Sudarmadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi (JPMEMA) Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi (JPMEMA - Desembe
Publisher : Yayasan Bina Internusa Mabarindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63893/jpmema.v4i2.331

Abstract

Penerapan sistem akuntabilitas dalam penyusunan laporan keuangani mengacu pada penggunaan serangkaian prosedur dan kebijakan untuk memastikan bahwa semua tahapan dalam proses penyusunan laporan keuangan dilakukan dengan standar yang tinggi dan terukur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pemahaman pencatatan akuntansi keuangan dalam penyusunan laporan keuangan yang akuntabilitas. Akuntansi memiliki peranan yang sangat penting sebagai sarana bantu untuk pengambilan seluruh keputusan-keputusan yang berhubungan dengan ekonomi dan keuangan, baik dalam akuntansi sektor publik maupun sektor swasta. Organisasi sektor publik sering kali dipandang sebagai organisasi yang tidak efisien dan jauh tertinggal dengan kemajuan dan perkembangan yang terjadi di sektor swasta. Hal ini bisa terjadi karena mayoritas manajemen organisasi sektor publik masih tergolong lemah, dan bahkan dianggap tidak begitu penting. Akuntabilitas dan transparansi memiliki hubungan yang sangat erat dalam menjalankan suatu organisasi nirlaba, dalam pengelolaan keuangan organisasi nirlaba harus dilakukan dengan transparan, sesuai fakta, dan tidak melebih-lebihkan atau mengurangi informasi yang disampaikan. Dalam pengelolan organisasi nirlaba sikap amanah harus dilakukan menyangkut kejujuran dan dapat dipercaya, supaya selalu dapat dipercaya untuk menjalankan suatu amanah tersebut. Pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan suatu organisasi nirlaba diharapkan dapat mewujudkan pertanggungjawaban tindakan dan keputusan dalam laporan keuangan. Untuk menumbuhkan sebuah kepercayaan, pengelola memiliki kewajiban melaporkan dan menjelaskan setiap aktivitas transaksi keuangan yang sedang terjadi baik itu dana masuk ataupun keluar. Adanya transparansi dimaksudkan sebagai keterbukaan dalam mengelola laporan keuangan. Metode pengumpulan datanya berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi sistem ini telah secara signifikan meningkatkan transparansi dan akurasi dalam penyusunan laporan keuangan kinerja. Proses yang terdokumentasi dengan baik mempermudah audit dan verifikasi, sehingga informasi yang disajikan dalam laporan lebih lengkap dan jelas. Faktor penghambat penerapan sistem akuntabilitas dalam penyusunan laporan keuangan berupa kurangnya sumber daya manusia yang terlatih dalam akuntabilitas keuangan, terutama dalam manajemen dan pelaporan keuangan yang tepat waktu, serta infrastruktur teknologi yang kurang memadai.