Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT PELAYANAN JALAN NASIONAL LINK 014 LINTAS SUMATERA-LAMPUNG Ida Hadijah; Leni Sriharyani
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 11, No 2 (2022): Mei 2022
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v11i2.2024

Abstract

Ruas Jalan Gunung Sugih - Tegineneng Link 014 termasuk jalan Nasional, merupakan jalan dua lajur dua arah tak terbagi (2/2 TT) dengan panjang ruas 25.13 km yang melewati kampung Wates, pemecah dan penghubung ke berbagai daerah terdapat pula Industri Kelapa Sawit, diseputaran daerah Wates Kecamatan Bumiratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung. Analisis tingkat pelayanan yang dilakukan di lokasi penelitian menggunakan pendekatan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI 2014). Penelitian dilakukan selama tujuh hari dengan melakukan survey traffic counting, survey geometrik jalan, survey hambatan samping dan survey kecepatan setempat (spot speed). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa volume lalu lintas pada jam puncak dengan nilai sebesar 1332,75 skr/jam, dengan kecepatan tempuh kendaraan ringan rata-rata 20,80 km/jam. Kapasitas Jalan Lintas Sumatera – Lampung sebesar 2371,62 skr/jam pada jam 16.00 – 17.00 dan memiliki tipe jalan 2/2 TT dengan nilai derajat  kejenuhan 0,56 termasuk dalam kategori tingkat pelayanan jalan C. Dari hasil perhitungan prediksi untuk tahun 2030, dengan memprediksi pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan lalu lintas, dengan tanpa pelebaran badan jalan dan bahu jalan, maka ruas jalan ini tingkat pelayanannya masuk dalam kategori D
Analisis Kekuatan Cement Treated Base Daerah Lampung sebagai Lapis Pondasi Atas Landasan Pacu Bandara Ida Hadijah; Bayu Tri Atmoko
TEKNIKA SAINS Vol 7, No 1 (2022): TEKNIKA SAINS
Publisher : Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24967/teksis.v7i1.1596

Abstract

Cement Treated Base (CTB) adalah bahan untuk lapis pondasi pada perkerasan lentur. CTB memanfaatkan semen portland sebagai bahan pengikatnya. CTB sendiri adalah suatu campuran beton dengan nilai slump sama dengan nol atau dapat dikatakan sebagai beton semi kering. Hanya saja CTB mempunyai kuat tekan yang terbatas. Maka sehubungan dengan hal tersebut, akan dicoba suatu pengembangan CTB dengan bahan agregat kasar dari sumber tiga kuari yang bebeda dengan tujuan untuk meningkatkan kuat tekannya. Pengujian CTB dengan agregat kasar dilakukan pada umur 7 hari dengan variasi kandungan air 2%, 4%, 6%, 8% dan 10% pada kuat tekan rencana 50,2 kg/cm² dan 70,2 kg/cm². Dalam penelitian ini kadar air optimum di dapat dari trial pembuatan CTB dengan prosentase kadar air yang digunakan adalah 4%, 6%, 8%, 10% dari berat agregat. Dari hasil pengujian kuat tekan CTB dapat disimpulkan bahwa kadar air optimum untuk pembuatan CTB adalah 10% dari berat agregat yang berasal dari sumber kuari SBB dengan nilai kuat tekan rata-rata 72,69 kg/cm². Segaimana yang disyaratkan, sehingga dapat digunakan sebagai lapis pondasi atas landasan pacu bandara.
ANALISIS PENGUJIAN MARSHALL PADA ASPHALT CONCRETE-BINDER COURSE DENGAN CAMPURAN LATEKS Ida Hadijah; Leni Sriharyani
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2022): November 2022
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v12i1.2328

Abstract

Kerusakan jalan di Indonesia sering sekali terjadi, bahkan kerusakan terjadi sebelum jalan tersebut mencapai umur rencana yang telah ditetapkan. Ditambah lagi dengan kondisi iklim tropis di Indonesia yang berubah-ubah sehingga menjadi salah satu penyebab terjadinya kerusakan pada lapisan perkerasan. Dengan kondisi iklim dan kondisi perkerasan jalan di Indonesia tersebut sangat diperlukan bahan pengikat yang bersifat keras, titik lembek tinggi, elastis, pelekatan yang baik dan tahan lama. Untuk meningkatkan mutu aspal tersebut maka perlu penambahan zat aditif lain.   Penelitian ini menggunakan metode desain empiris secara eksperimen yaitu metode yang dilakukan dengan mengadakan kegiatan percobaan untuk mendapatkan data, data tersebut diolah untuk mendapatkan suatu hasil perbandingan dengan syarat-syarat yang ada, penyelidikan eksperimen dapat dilakukan didalam maupun diluar laboratorium. Campuran lateks pada asphalt concrete – binder course dalam penelitian ini menggunakan komposisi yang berbeda sesuai dengan perhitungan hasil gradasi dan menggunakan kadar aspal 4%, 4,5%, 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, kadar lateks 0%, 4%, 7%, 10%, 11%, 13%.Dari hasil analisis diketahui campuran lateks pada Asphalt Concrete – Binder Course (AC-BC) yaitu, untuk kadar lateks 11% menghasilkan kadar aspal optimum pada aspal 4,5%, 5%, 5,5% memenuhi spesifikasi Binamarga (2010), untuk kadar lateks 13% menghasilkan kadar aspal optimum pada aspal 4,5% memenuhi spesifikasi binamarga (2010), sedangkan untuk kadar lateks 4%, 7%, 10% tidak memenuhi spesifikasi binamarga (2010).
ANALISIS SISTEM DRAINASE UNDERPASS UNILA BANDAR LAMPUNG Ryan Rizki; Eri Prawati; Ida Hadijah
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2020): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1163.106 KB) | DOI: 10.24127/jumatisi.v1i1.211

Abstract

Underpas merupakan jalur lalu lintas yang berbentuk terowongan yang dibangun dibawah tanah. Tujuannya adalah untuk mengurangi penumpukan kendaraan dan kemacetan.Bentuk konstruksinya yang menurun memungkinkan air hujan langsung mengalir ke areatersebut. Tentu masalah tersebut akan sangat mempengaruhi kerusakan dari Underpas itusendiri dan akan mengakibatkan tergenangnya daerah sekitar saluran drainase.Pembangunan drainase pada proyek ini bertujuan untuk melindungi badan jalandari limpasan air hujan dan limpasan dari area sekitar rencana jalan sehingga umur rencanajalan dapat dicapai. Pada awal perencanaan sistem dainase perlu direncanakan skemasaluran drainase yang dibuat dengan memperhatikan tinggi – rendah elevasi – elevasipermukaan lahan.Adapun langkah analisis yang akan dilakukan adalah perhitungan hidrologi yangterdiri dari analisa cacthment area, intensitas hujan, debit rencana dan kemudiandicocokan dengan analisa hidrolika yang terdiri dari perhitungan dimensi saluran, dimensigorong-gorong dan kapasitas pembuangan saluran drainase.Berdasarkan hasil analisis saluran pembungan dan box tampungan pada rencanaunderpass, metode analisis yang digunakan metode rasional dengan analisa periode ulang2 tahun Qp = 0,023 m³/dtk, periode ulang 5 tahun Qp = 0,030 m³/dtk, dan periode ulang 10tahun Qp = 0,034 m³/dtk. Kapasitas saluran drainase underpass dijalan Zainal AbidinPagar Alam sebesar drainase persegi =120 x 1,3 x 1,3 = 202,8 m3dan drainase pipa beton3=145 x 1,0 = 145 m, elevasi hilir saluran +142,765 dan elevasi hulu +142,765, sedangkanair luapan sungai saat banjir yang masuk kesaluran drainase tersebut paling maksimum dielevasi +142,315 sebesar 171,11 m3dan dengan demikian tersedia ruang jagaan kelebihanair disaluran drainase sebesar = 101,4m3.
PEMELIHARAAN JALAN BERBASIS KINERJA PERKERASAN MENGGUNAKAN METODE LIFE CYCLE COST Raedi Amirul Haq; Dadang Iskandar; Ida Hadijah
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2020): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1314.171 KB) | DOI: 10.24127/jumatisi.v1i1.214

Abstract

Dalam analysis period bertambahnya umur jalan dalam jangka waktu terus-menerus akan menyebabkan kondisi perkerasan menurun, dalam studi kasus ini penelitiandi lakukan di jalan Lintas Sumatera – Lampung (STA 44+000 – 46+150) denganmengambi sampel jalan terparah secara visual. Jalan nasional merupakan jalan arteridan jalan kolektor dalam sistem jaringan jalan primer yang menghubungkan antar ibukotaprovinsi dengan volume lalu lintas yang sangat tinggi, penelitian ini di lakukan di lokasikerusakan yang bahkan bisa menyebabkan kemacetan. Oleh karena itu di perlukanpemeliharaan/peremajaan jalan secara rutin dan terus menerus agar umur layan jalanbertambah tentunya dengan biaya ekonomis dan efisien. Dengan skala penilaian PavementCondition index untuk menentukan jenis pemeliharaan yang di lakukan. Titik kerusakanyang teridentifikasi dari 6 lokasi yaitu sebanyak 25 titik kerusakan, 17 titik kerusakan yangakan di buat skenario pemeliharaan jalan.Di buat skenario pemeliharan sebanyak 3 skenario dan memiliki umur 7 tahun dandi lakukan treatment patching, thin overlay, dan overlay di hitung pengaruh tingkat repo 7day BI sebesar 5,08 % terhadap estimasi biaya pemeliharaan skenario pertama di perolehNPV sebesar Rp 235.564.877, skenario kedua di peroleh NPV sebesar Rp 505.634.236,dan skenario ketiga di peroleh NPV Rp 574.936.861.Pemeliharaan jalan yang berpotensi dalam efisiesnsi biaya dihitung benefit costterhadap nilai sisa yang di kurangkan dalam tiap tiap tahun pemeliharaan di dapat hasilskenario pertama diperoleh nilai sisa benfit sebesar Rp 939.420.837, skenario keduadiperoleh nilai sisa benfit sebesar Rp 737.946.147, dan untuk skenario ketiga di perolehnilai sisa benfit sebesar Rp 600.048.853.
KEPADATAN LALU LINTAS AKIBAT HAMBATAN SAMPING RUAS JALAN KI HAJAR DEWANTARA KOTA METRO Leni Sriharyani; Ida Hadijah
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v12i2.2596

Abstract

Ruas Jalan Ki Hajar Dewantara Kota Metro merupakan kawasan pusat pendidikan, dimana di area tersebut  terdapat sekolah mulai  dari tingkat taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Volume lalu lintas pada saat jam puncak pagi dan sore sangatlah tinggi. Hambatan samping jalan pada ruas jalan ini terjadi pada pagi hingga sore hari. Parkir kendaraan orang tua yang menjemput anaknya disisi kanan dan kiri jalan serta pedagang makanan yang berjualan disisi kanan dan kiri jalan bahkan di atas trotoar sangatlah menggangu pengguna jalan. Tingginya kejadian hambatan samping ini sangat berdampak besar terhadap kelancaran arus lalu lintas sehingga menimbulkan kepadatan dan kemacetan terutama pada sore hari ketika jam sekolah telah selesai. Minimnya pengawasan dan rekayasa lalu lintas pada ruas jalan ini membutuhkan solusi untuk penyelesaiannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pengumpulan data dengan pengamatan dan observasi langsung di lapangan dengan melakukan  survei traffic counting, survei hambatan samping, survei kecepatan sesaat dan survei geometrik jalan. Volume lalu lintas yang melintasi ruas jalan Ki Hajar Dewantara adalah sebesar 1229,7 smp/jam. Kepadatan lalu lintasnya adalah 960 kendaraan/km. Aktivitas hambatan samping yang terjadi pada ruas jalan Ki Hajar Dewantara tergolong tinggi pada jam puncak pagi pukul 06.00-07.00 dengan frekuensi kejadian 770 dan frekuensi berbobot 524,4. Kegiatan kendaraan masuk dan keluar segmen jalan mendominasi 85,8 % dari seluruh hambatan samping yang terjadi. Hendaknya ada rambu, fasilitas penyeberangan orang dan petugas yang mengatur ketertiban lalu lintas pada saat jam sibuk pagi dan sore hari
PEMANFAATAN KEMBALI SAMPAH KONSTRUKSI UNTUK PEMBANGUNAN YANG BERKELANJUTAN Dadang Iskandar; Eri Prawati; Ida Hadijah
SEMINAR NASIONAL PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4 No 1 (2022): Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian 4 UM Metro tahun 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekuatan beton dalam perencanaan desain struktur menjadi salah satu tinjauan yang sangat penting. Salah satuparameter utama dalam perencanaan struktur beton adalah kuat tekan. Dengan memanfaatkan material sampahkonstruksi recycled concrete aggregate (RCA) dari pembongkaran jalan tol trans sumatera (JTTS) seksi Lampungsebagai substitusi pembuatan beton baru. Nilai kuat tekan pada penelitian ini merupakan hasil uji kombinasi daricampuran RCA dengan natural aggregate (NA) dengan 3 komposisi campuran agregat kasar RCA yaitu: 30%, 50%,dan 70% yang sisanya diisi menggunakan bahan NA dan 4 komposisi rasio air semen yaitu 0,3; 0,4; 0,5; 0,6. Desaincampuran yang digunakan menggunakan acuan SNI 7656:2012 dengan memodifikasi kebutuhan agregat kasar yang disubstitusi RCA. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada umur beton 7 hari menghasilkan kuat tekan sebesar 25,32 MPa, capaian ini diperoleh untuk komposisi RCA 50% dan rasio air semen 0,3 sedangkan pada umur beton 14 hari menghasilkan kuat tekan sebesar 25,921 MPa yang diperoleh dari hasil campuran RCA 70% dan rasio air semen 0,3. Fenomena peningkatan kekuatan pada RCA 70% terindikasi dikarenakan kualitas mutu RCA yang tinggi menghasilkan beton baru yang cukup tinggi hanya proses pengikatan antar agregat terhambat dikarenakan pasta semen yang masih melekat pada RCA.
PERENCANAAN STRUKTUR PERKERASAN LENTUR JALAN HASANUDIN KOTA METRO Ida Hadijah; Septyanto Kurniawan; Afdal Yusbi
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2023): November 2023
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v13i1.2961

Abstract

Jalan Hasanudin merupakan jalan yang menghubungkan akses keluar masuk di wilayah Kota Metro dan jalur menuju Kabupaten Lampung Timur. Ruas jalan tersebut banyak dilalui oleh kendaraan pribadi sampai kendaraan berat yang mengangkut hasil pertanian, ataupun hasil industri. Beberapa kendaraan yang melawati jalan tersebut mempunyai berat 2-12 tonase bahkan lebih, sehingga membuat jalan tersebut menampung beban yang berat. Kondisi saat ini jalan mengalami kerusakan yaitu seperti lapis permukaan jalan yang mengelupas, lubang lubang besar sampai tanah dasar dan bergelombang disepanjang jalan tersebut, bahkan bahu jalan yang ada dijalan tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah. Sehingga kenyamanan dan kelancaran berkendara menjadi terganggu. Maka pada penelitian ini penulis akan merencanakan konstruksi perkerasan lentur berdasarkan nilai CBR tanah pada ruas jalan Hasanudin, Kota Metro, Provinsi Lampung. Pengambilan sampel tanah dilakukan menggunakan Alat DCP (Dynamic Cone Panetrometer) dan data tersebut dikorelasikan menjadi nilai CBR tanah dasar. Perencanaan struktur perkerasan lentur ruas Jalan Hasanudin Kota Metro menggunakan metode Bina Marga 2017 diperoleh ketebalan lapisan untuk perencanaan perkerasan lentur setebal 4 cm untuk Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC, setebal 6 cm untuk Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC), setebal 10 cm Asphalt Concrete Base (AC-BASE), dan setebal 30 cm Lapis Pondasi Atas A (LPA Kelas A).
KARAKTERISTIK LALU LINTASJALAN KI HAJAR DEWANTARA KOTA METRO Leni Sriharyani; Ida Hadijah
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v13i2.3399

Abstract

Ruas Jalan Ki Hajar Dewantara Kota Metro merupakan kawasan pusat pendidikan . Jalan ini mempunyai tipe 2/2 UD yakni jalan dengan 2 lajur 2 arah tanpa median. Pada ruas jalan ini volume lalu lintas pada jam puncak pagi dan sore sangat tinggi. Hal ini disebabkan oleh aktivitas sekolah mulai dari taman kanak-kanak hingga  perguruan tingggi. Kecepatan kendaraan menjadi menurun saat jam puncak, sehingga ruas jalan ini mengalami kepadatan lalu lintas.     Metode yang digunakan pada penelitian adalah ini adalah metode pengumpulan data dengan pengamatan dan observasi langsung di lapangan dengan melakukan  survei traffic counting, survei hambatan samping, survei kecepatan kendaraan dan survei geometrik jalan.Berdasarkan Hasil analisis dan perhitungan didapatkan: Nilai korelasi antara kepadatan dan  arus adalah 0,988 termasuk dalam kategori sangat kuat. Nilai koefisien determinasi 0,974 atau 97,4 %. Nilai signifikansi < alpha = 0,05. Dengan model regresi Y = 185,6158 + 13,6325x. Nilai korelasi antara kepadatan dan kecepatan adalah 0,845 termasuk dalam kategori sangat kuat. Nilai koefisien determinasi 0,686 atau 68,6 %. Nilai signifikansi < alpha = 0,05. Dengan model regresi Y = 22,2076 - 0,0915 x. Nilai korelasi antara arus dan kecepatan adalah 0,772 termasuk dalam kategori kuat. Nilai koefisien determinasi 0,555 atau 55,5 %. Nilai signifikansi < alpha = 0,05. Dengan model regresi Y = 22,9507 - 0,006 x. Pada kondisi eksisting pukul 07.00 – 08.00 arus lalu lintas 1170 smp/jam, kapasitas 2499,336 smp/jam, derajat kejenuhan 0,468, dengan tingkat pelayanan C. Kinerja ruas jalan semakin memburuk seiring dengan bertambahnya kendaraan yang melintas saat jam sibuk. Tetapi saat jam tidak sibuk derajat kejenuhannya 0,191 dengan tingkat pelayanan A
Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik dengan Menggunakan Maggot BSF (Black Soldier Fly) di RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro Siti Hajar Aswad; Septyanto Kurniawan; Leni Sriharyani; Yusuf Amran; Eri Prawati; Ida Hadijah; Chica Oktavia; Feby Aristia Putri
SINAR SANG SURYA Vol 8, No 1 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v8i1.3187

Abstract

RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro merupakan salah satu RW yang telah melaksanakan program 3R (Reuse, Reduce, Recycle) dalam pengolahan sampah domestik (Rumah Tangga) non-organik. Hasil survei awal diketahui bahwa RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat mengalami kendala dalam hal pengolahan sampah organik. Hingga saat ini hasil dari pemilahan timbulan sampah domestik berupa sampah organik masih ikut dibuang menuju TPAS (Tempat Pembuangan Akhir Sementara) Karang Rejo Kota Metro. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan penyuluhan dan sosialisasi mengenai pengolahan sampah organik yang dapat membantu masyarakat khususnya RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat dalam mengolah timbulan sampah organiknya.Permasalahan dalam pengolahan sampah organik yang terdapat di RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat, Kecamatan Metro Pusat dapat diselesaikan dengan menerapakan penggunaan maggot BSF dalam proses pengolahan sampah organik warga. Berdasarkan hal tersebut diatas dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat terkait Sosialisasi Pengolahan Sampah Organik dengan Menggunakan Maggot BSF yang bertujuan untuk: (1) meningkatkan pengetahuan warga tentang pengolahan sampah organik dengan menggunakan maggot BSF, (2) meningkatkan keterampilan warga dalam pembuatan wadah tumpuk maggot BSF serta Biopond, (3) memberdayakan masyarakat untuk mengolah sampah organik agar dapat bernilai ekonomi tinggi.Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa sosialisasi, sharing knowledge dan praktik. Pada tahapan sosialisasi, narasumber menjelaskan mengenai maggot BSF yang meliputi siklus hidup, proses penguraian sampah organik, serta nilai ekonomis dari maggot BSF. Pada tahapan sharing knowledge masyarakat berkonsultasi mengenai jenis sampah organik yang dapat diolah, sedangkan pada tahapan praktik, dilakukan praktik pembuatan wadah tumpuk dan kolam biopond.Kegiatan pengabdian di RW 01 Kelurahan Hadimulyo Barat berlangsung dengan lancar dan memberikan hasil yang baik dan memuaskan. Antusiasme warga dalam sharing knowledge dan praktik menjadi tolak ukur keberhasilan kegiatan ini.