Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

SOSIALISASI LINGKUNGAN BERSIH SEHAT UNTUK PERUMAHAN DESA BUMIHARJO KECAMATAN BATANGHARI KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Eri Prawati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Sakai Sambayan Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jss.v5i1.224

Abstract

Lingkungan bersih merupakan tanggung jawab kita semua. Lingkungan bersih dan sehat akan membuat penghuninya nyaman dan kesehatan tubuh terjaga baik. Kesehatan tubuh manusia tergantung pada keberagaman kegiatan hidup manusia dalam memenuhi hidupnya. Banyak manfaat yang dirasakan dengan menjaga lingkungan bersih yaitu menjauhkan sumber-sumber penyakit yang berkembang di sekitar kita. Sosialisasi ini bertujuan agar masyarakat Desa Bumiharjo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung berperilaku dan mempunyai kesadaran untuk hidup lebih sehat. Masih banyak masyarakat membuang air di WC cemplung. Warga Dusun Bumi Agung Desa Bumiharjo Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani dan peternak, wawasan dan pengetahuan mereka tentang lingkungan bersih dan lingkungan sehat sangat minim. Oleh sebab itu harus dilakukan upaya peningkatan pemahaman dengan melakukan sosialisasi. Untuk itu kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk : 1) menyadarkan masyarakat tentang manfaat lingkungan bersih sehat dan pengaruhnya bagi kesehatan, 2) meningkatkan pengetahuan warga tentang cara menciptakan lingkungan bersih sehat akan dampak buruk lingkungan yang kotor, 3) mencegah tindakan yang dapat mencemari lingkungan serta menjaga kebersihan lingkungan. Untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan ini, maka dipilih beberapa metode pemecahan diantaranya adalah Metode Ceramah dan Metode Demonstrasi. Metode ceramah menjelaskan dan mensosialisasikan tentang lingkungan bersih sehat. Metode Demonstrasi untuk mempraktekkan cara menciptakan lingkungan bersih sehat, pencegahan pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian berhasil dengan baik, hal ini dilihat dari kemampuan peserta dalam penguasaan materi yang diberikan serta kemampuan dalam pencegahan pencemaran lingkungan.
ANALISA PENYEBARAN STASIUN HUJAN TERHADAP DEBIT BANJIR RANCANGAN PADA DAS KEDUNGLARANGAN (Kabupaten Pasuruan Jawa Timur) Eri Prawati; Very Dermawan
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisa hidrologi merupakan satu bagian analisis awal dalam perancangan bangunan hidrolik. Analisis hidrologi membutuhkan data yang terdiri dari data curah hujan, data debit dan data iklim. Hal ini membutuhkan beberapa jumlah stasiun hujan dan penempatan lokasi stasiun yang tepat. Untuk menetapkan jumlah hujan yang jatuh di dalam suatu DAS, dibutuhkan sejumlah stasiun hujan yang ada pada DAS yang bersangkutan, Ketelitian pengukuran data hujan dipengaruhi oleh jumlah stasiun hujan dan pola penyebaran di dalam DAS. Penempatan stasiun hujan yang tepat, jumlah stasiun hujan, pola penyebaran akan dapat diperoleh data yang akurat mengenai kedalaman, penyebaran dan intensitas hujannya. Kondisi persebaran stasiun hujan di DAS Kedunglarangan tergolong relative banyak, dimana saat ini terdapat 16 stasiun hujan pada wilayah DAS seluas 267,3 km2. Menurut standar WMO cukup diwakili oleh 2 stasiun hujan, sedangkan Bleasdale menyarankan 4 stasiun. Varshney menetapkan 8 stasiun sebagai angka yang ideal, kemudian Sugawara menyarankan 10 atau 15 stasiun hujan.
ANALISIS KAPASITAS SALURAN DRAINASE TERHADAP BANJIR PADA RUAS JALAN RAPOL – GANG LAMBAU KOTA METRO – LAMPUNG Eri Prawati; Agus Karsa Juansyah
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2021): November 2021
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v11i1.1799

Abstract

Pertumbuhan penduduk perkotaan yang amat pesat khususnya di Kota Metro, pada umumnya melampaui kemampuan penyediaan prasarana dan sarana perkotaan diantaranya permasalahan drainase perkotaan. Akibatnya permasalahan banjir/genangan semakin meningkat pula. Pada umumnya penanganan sistem drainase di kota Metro masih belum memadai, sehingga tidak menyelesaikan permasalahan banjir dan genangan secara tuntas. Pengelolaan drainase perkotaan harus dilaksanakan secara menyeluruh, dimulai dari tahap Survey, Investigasi perencanaan, pembebasan lahan, konstruksi, operasi dan pemeliharaan serta ditunjang dengan peningkatan kelembagaan, pembiayaan serta partisipasi masyarakat. Peningkatan pemahaman mengenai sistem drainase kepada pihak yang terlibat baik pelaksana maupun masyarakat perlu dilakukan secara berkesinambungan, agar penanganan permasalahan sistem drainase dapat  dilakukan secara terus menerus dengan sebaik-baiknya.Dari hasil perhitungan pada penelitian ini maka diperoleh kesimpulan bahwa kapasitas saluran drainase di atas memperlihatkan bahwa terdapat saluran yang tidak aman karena debit saluran eksisting(Qs) lebih kecil dari debit banjir rencana (Qr) yaitu pada saluran 2, sehingga saluran tesebut perlu untuk diredesain. Untuk kapasitas saluran drainase lainnya sudah aman tetapi kondisinya perlu diperhatikan terutama pada saluran 1, dan 3. Pada saluran tersebut banyak terdapat sedimen yang dapat mengurangi kapasitas dari saluran itu sendiri sehingga dapat menyebabkan genangan air di sekitar saluran. Perlu adanya kesadaran masyarakat untuk pemeliharaan guna menanggulangi terjadinya genangan air disekitar saluran tersebut. Untuk perhitungan redesain saluran 2  dapat ditinjau dari debit banjir rencana dan elevasi saluran yang telah dihitung sebelumnya sehingga dapat dengan mudah menentukan dimensi saluran ekonomis yang sesuai dengan debit rencananya
RASIONALISASI JARINGAN STASIUN HUJAN MENGGUNAKAN METODE KAGAN RODDA DENGAN MEMPERHITUNGKAN FAKTOR TOPOGRAFI PADA DAS SAROKAH KABUPATEN SUMENEP (Pulau Madura, Jawa Timur) Eri Prawati; Very Dermawan
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 8, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v8i1.802

Abstract

Data hasil pengukuran hujan didapatkan dari stasiun hujan yang tersebar di beberapa titikpada suatu Daerah Aliran Sungai (DAS). Untuk menetapkan jumlah hujan yang jatuh didalam suatu Daerah Aliran Sungai (DAS), dibutuhkan sejumlah stasiun hujan yang dipasang sedemikian rupa sehingga diperoleh data yang mewakili besaran hujan yang adapada DAS yang bersangkutan. Kesalahan dalam pengukuran seringkali terjadi dan ini yangmenyebabkan data tidak akurat. Jumlah penyebaran dan kondisi stasiun hujan merupakanfaktor yang sangat mempengaruhi kesalahan dalam pengukuran pada stasiun hujan.Ketelitian pengukuran data hujan dipengaruhi oleh jumlah stasiun hujan dan polapenyebaran di dalam DAS.Berdasarkan analisaoWMO dan Kagan – Rodda yang telah dilakukan, diperoleh analisaWMO merekomendasikan jumlahostasiun hujan yang ada di DAS Sarokah adalah 4stasiun hujan. Sedangkan Kagan – Rodda merekomendasikan 7 stasiun hujanodengankualitas data yang baik. Melihatobentuk DAS Sarokah yang memiliki bentuk yangmemanjang, maka dipilih stasiun hujan hasil rekomendasi analisaoKagan – Rodda dengan7 stasiun hujan agar tiap-tiap stasiun hujan dapat mewakili setiap luasan di DAS Sarokah.Kata kunci: rasionalisasi, stasiun hujan, topografi
ANALISIS KEBUTUHAN AIR DAERAH IRIGASI DESA SUMBERGEDE KECAMATAN SEKAMPUNG KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Eri Prawati; Belly Saputra
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2020): November 2020
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v10i1.1336

Abstract

Jumlah air irigasi yang masuk ke lahan pertanian dapat diketahui melalui debit air yang mengalir. Data debit air merupakan informasi yang sangat penting bagi pengelola sumber daya air, karena debit aliran puncak diperlukan untuk merancang bangunan pengendali banjir, sedangkan debit aliran kecil diperlukan untuk perencanaan alokasi (pemanfaatan) air untuk berbagai macam keperluan, terutama pada musim kemarau panjang. Usaha meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan, adalah dengan pemenuhan kebutuhan air, karena air mempunyai peranan yang sangat penting dalam produktivitas pertanian. Banyak usaha yang dilakukan untuk memenuhinya, antara lain dengan pemanfaatan sumber air, baik sumber air permukaan seperti sungai dan waduk, ataupun sumber air tanah dalam dengan sumur bor. Selain kebutuhan akan air, tanaman juga membutuhkan tempat untuk tumbuh (lahan atau sawah). Sawah dan lahan yang baik untuk pertanian ialah tanah yang mudah dikerjakan (dikelola) yang bersifat produktif dan subur serta cukup akan kebutuhan air.Berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan yang dilakukan, debit air rata-rata yang masuk pada saluran irigasi KBH 14 A Kiri masih lebih besar dari nilai kebutuhan air sawah, namun kenyataannya beberapa areal persawahan masih kekeringan, ini menandakan kalau air irigasi tidak sampai di lahan persawahan tersebut. Penyebab utama hal tersebut adalah pendistribusiannya yang kurang merata, berarti kordinasi antara para petugas dengan petani harus lebih diperbaiki
ANALISA SISTEM DRAINASE TERHADAP PENANGGULANGAN BANJIR DAN GENANGAN DI KECAMATAN METRO TIMUR–KOTA METRO-LAMPUNG Eri Prawati; Eva Rolia; Faldan Ashiddiqy
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 12, No 1 (2022): November 2022
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v12i1.2323

Abstract

Pada ruas jalan di Kecamatan Metro Timur - Kota Metro telah terjadi banjir di beberapa titik jalan tersebut yang diakibatkan limpasan dari saluran drainase. Limpasan tersebut terjadi karena saluran drainase tidak mampu menampung debit air yang tinggi akibat hujan yang terjadi kurang lebih 2 jam dan menimbulkan banjir setinggi 30 – 50 cm. Akibat banjir tersebut menyebabkan terganggunya aktifitas masyarakat ruas jalan di Kecamatan Metro Timur - Kota Metro. Banyak dugaan mengenai faktor penyebab terjadinya banjir di ruas jalan di Kecamatan Metro Timur - Kota Metro salah satunya karena saluran drainase yang mengecil dan saluran yang tidak di rawat dengan baik sehingga saluran drainase tersebut tidak mampu menampung debit air yang tinggi sehingga menyebabkan limpasan air pada area sekitar saluran, dan menyebabkan banjir membuat aktifitas masyarakat terganggu. Sistem drainase perkotaan merupakan salah satu komponen prasarana perkotaan yang sangat erat kaitannya dengan penataan ruang. Bencana banjir yang sering melanda sebagian besar wilayah dan kota di Indonesia disebabkan oleh kesemrawutan penataan ruang.Kolam retensi berfungsi untuk menyimpan dan menampung air sementara dari saluran pembuangan sebelum dialirkan ke sungai sehingga dapat mengurangi debit banjir. Pada perencanaan ini menggunakan tipe kolam retensi di samping badan sungai. Kolam retensi yang direncanakan memiliki panjang sebesar 58 meter dan lebar 24 meter, sehingga memiliki luas 1392 m2 dengan kedalaman 3 meter dan tinggi jagaan 0,5 meter. Kemiringan tanggul 1:2, keliling kolam retensi sebesar 164 meter.
ANALISIS SISTEM DRAINASE UNDERPASS UNILA BANDAR LAMPUNG Ryan Rizki; Eri Prawati; Ida Hadijah
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2020): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1163.106 KB) | DOI: 10.24127/jumatisi.v1i1.211

Abstract

Underpas merupakan jalur lalu lintas yang berbentuk terowongan yang dibangun dibawah tanah. Tujuannya adalah untuk mengurangi penumpukan kendaraan dan kemacetan.Bentuk konstruksinya yang menurun memungkinkan air hujan langsung mengalir ke areatersebut. Tentu masalah tersebut akan sangat mempengaruhi kerusakan dari Underpas itusendiri dan akan mengakibatkan tergenangnya daerah sekitar saluran drainase.Pembangunan drainase pada proyek ini bertujuan untuk melindungi badan jalandari limpasan air hujan dan limpasan dari area sekitar rencana jalan sehingga umur rencanajalan dapat dicapai. Pada awal perencanaan sistem dainase perlu direncanakan skemasaluran drainase yang dibuat dengan memperhatikan tinggi – rendah elevasi – elevasipermukaan lahan.Adapun langkah analisis yang akan dilakukan adalah perhitungan hidrologi yangterdiri dari analisa cacthment area, intensitas hujan, debit rencana dan kemudiandicocokan dengan analisa hidrolika yang terdiri dari perhitungan dimensi saluran, dimensigorong-gorong dan kapasitas pembuangan saluran drainase.Berdasarkan hasil analisis saluran pembungan dan box tampungan pada rencanaunderpass, metode analisis yang digunakan metode rasional dengan analisa periode ulang2 tahun Qp = 0,023 m³/dtk, periode ulang 5 tahun Qp = 0,030 m³/dtk, dan periode ulang 10tahun Qp = 0,034 m³/dtk. Kapasitas saluran drainase underpass dijalan Zainal AbidinPagar Alam sebesar drainase persegi =120 x 1,3 x 1,3 = 202,8 m3dan drainase pipa beton3=145 x 1,0 = 145 m, elevasi hilir saluran +142,765 dan elevasi hulu +142,765, sedangkanair luapan sungai saat banjir yang masuk kesaluran drainase tersebut paling maksimum dielevasi +142,315 sebesar 171,11 m3dan dengan demikian tersedia ruang jagaan kelebihanair disaluran drainase sebesar = 101,4m3.
ANALISA POLA PEMBERIAN AIR IRIGASI DI DAERAH SALURAN KBH 14 A KANAN DESA SIDODADI KECAMATAN SEKAMPUNG KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Sigit Nur Eka Putra; Masheri Masherni; Eri Prawati
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2020): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.184 KB) | DOI: 10.24127/jumatisi.v1i1.212

Abstract

Pada saat masuk musim tanam gadu atau musim tanam pada saat kemarau, para petanibanyak yang mengeluhkan bila air irigasi yang ada tidak mencukupi untuk melakukanpenanaman padi. Oleh karena itu harus dicari penyebab utama dari kekurangan airtersebut.Penelitian analisa pemberian air irigasi ini dilakukan di areal persawahan yang dialirisaluran irigasi KBH 14 A Kanan, yang berada di desa Sidodadi Kecamatan SekampungLampung Timur. Penelitian ini meliputi jumlah debit air yang masuk pada salurantersebut, jumlah kehilangan air yang terjadi dan juga tingkat efisiensi penyaluran yangterjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah air yang masuk padasaluran tersebut sudah memenuhi kebutuhan air yang ada atau belum, dan juga untukmengetahui apakah saluran tersebut masih layak digunakan atau tidak.Dari hasil penelitian debit air rata-rata yang masuk pada musim tanam gadu 2017 padaperiode pengolahan adalah sebesar 23,00 ltr/dt, pertumbuhan 14,99 ltr/dt, dan pemasakan10,54 ltr/dt. Sedangkan jumlah kehilangan air yang terjadi saat pengolahan sebesar 3,881ltr/dt, saat pertumbuhan sebesar 3,401 ltr/dt, saat pemasakan 3,131 ltr/dt. Sehinggakebutuhan air total saat pengolahan sebesar 22,24 ltr/dt, saat pertumbuhan sebesar 19,24ltr/dt, saat pemasakan sebesar 10,69 ltr/dt. Terahir tingkat efisiensi penyaluran yang terjadisaat periode pengolahan adalah 83 %, petumbuhan sebesar 77 %, dan pemasakan sebesar70%
PERENCANAAN REHABILITASI TANGGUL PENAHAN BANJIR SUNGAI WAY SEPUTIH KECAMATAN SEPUTIH SURABAYA KABUPATEN LAMPUNG TENGAH PROVINSI LAMPUNG Ahmad Safi'i; Eri Prawati; Yusuf Amran
JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil Vol 1 No 1 (2020): JUMATISI: Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1194.161 KB) | DOI: 10.24127/jumatisi.v1i1.213

Abstract

Pada akhir bulan Februari 2018, terjadi banjir yang cukup besar di daerah IrigasiRawa Seputih Surabaya, banjir ini diakibatkan curah hujan yang tinggi yangmengakibatkan sungai way seputih tidak mampu menampung debit banjir tersebut,akibatnya tanggul penahan banjir berfungsi untuk melindungi lahan persawahan rawatersebut dari luapan sungai way seputih tidak mampu menahan debit banjir tersebut, yangmengakibatkan tanggul penahan banjir jebol di beberapa titik. Penelitian ini bertujuanuntuk merehabilitasi tanggul penahan banjir yang mampu menahan debit banjir yang akanterjadi pada periode ulang tertentu,dan menentukan faktor keamanan pada lereng tanggulyang direncanakan.Hasil perhitungan debit banjir rancangan pada daerah irigasi rawa seputih surabayadidapatkan debit banjir rancangan dengan kala ulang 2 tahun adalah 3272,96 m3/det, kalaulang 5 tahun adalah 3917, 26 m3/det, kala ulang 10 tahun adalah 4267,30 m3/det, kalaulang 25tahun adalah 4744,08 m3/det, kala ulang 50 tahun adalah 5095,09 m3/det, kalaulang 100 tahun adalah 5434,40 m3/det. Penelitian ini menggunakan debit banjir dengankala ulang 5 tahun, sehingga didapatkan tinggi jagaan untuk tanggul adalah 1,2 m, lebarmercu tanggul 5 m, tinggi tanggul 6,4 m. Untuk menghitung faktor keamanan lerengmenggunakan data pengujian tanah di lokasi penlitian didapatkan nilai faktor keamanan(FK) yaitu sebesar 2,902 > 1,5 hal itu menunjukan bahwa tanggul stabil dan aman terhadappotensi kelongsoran. Berdasarkan perhitungan debit rembesan didapatakan debit rembesanpada tubuh tanggul sebesar = 3,128 x 10-73m/det.
OPTIMASI DAERAH IRIGASI KB 6 DESA ADIREJO DAN SIDODADI KECAMATAN PEKALONGAN MENGGUNAKAN PROGRAM LINIER Eri Prawati; Leni Wulandari
TAPAK [Teknologi Aplikasi Konstruksi] : Jurnal Program Studi Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Prodi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/tp.v12i2.2597

Abstract

Air memiliki peranan yang sangat penting bagi tanaman. Peningkatan produksi tanaman dapat dilihat dengan ketersediaan air dan memperhatikan faktor cuaca. Saat ini peningkatan produksi tanaman menjadi prioritas utama dalam upaya pembangunan pertanian. Untuk mengetahui Jumlah air irigasi yang masuk dalam lahan pertanian dapat diketahui dengan debit air yang mengalir. Data debit air menjadi informasi yang penting untuk pengelolaan sumber daya air. Dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan, yaitu dengan memenuhi kebutuhan air. Beberapa usaha yang dapat dilakukan dalam memenuhinya, yaitu dengan pemanfaatan sumber air, baik sumber air permukaan seperti sungai dan waduk, ataupun sumber air tanah dalam dengan sumur bor. Pertumbuhan dan produksi tanaman padi sangat tergantung dengan ketersediaan air. Selama masa pertumbuhan tanaman padi membutuhkan air, jika semakin baik ketersediaan air hasil yang didapat pun juga akan baik. Pada daerah KB.6 Di desa Adirejo dan Sidodadi Kecamatan Pekalongan Kabupaten Lampung Timur ketika memasuki musim tanam lahan petani sering terjadi kekurangan air. Sedangkan air yang dialirkan dari hulu ke hilir cukup besar. Hal ini terjadi dikarenakan pengelolaan air irigasi dan pendistribusinya masih kurang merata, biasa disebabkan karena terdapatnya sedimen pada saluran irigasi, pencurian distribusi air yang dilakukan oleh oknum warga setempat, dan kerusakan pada saluran irigasi. Sehingga hal ini dapat sangat berpengaruh pada hasil produksi petani. Berdasarkan hasil perhitungan, maka jumlah ketersediaan air terbesar 6518,443 liter/detik. Jumlah kebutuhan air terbesar 6502,221 liter/detik. Hasil keuntungan panen yang paling optimal sebesar Rp. 1.811.500.000.