Radita Gora Tayibnapis
Universitas Satya Negara Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RELASI BAHASA SATIR DAN KRITIK SOSIAL DALAM CERPEN “LELUCON PARA KORUPTOR” KARYA AGUS NOOR Radita Gora Tayibnapis
Pena Literasi Vol 2, No 2 (2019): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.2.2.115-131

Abstract

Fenomena kasus korupsi saat ini tidak lagi menjadi hal yang awam bagi masyarakat, namun di satu sisi kasus korupsi yang ada di Indonesia semakin lama memberikan daya tarik terendiri untuk diceritakan. Seperti halnya dilakukan oleh sastrawan Agus Noor dalam menuliskan tentang sebuah realitas koruptor di dalam penjara yang dikemas dalam bentuk satir yang sarat dengan kritik sosial. Berdasarkan hasil penelitian melalui analisis semiotika Hjlemslev menemukan bahwa bahasa satir yang digunakan dalam cerpen “Lelucon Para Koruptor” memberikan tanda-tanda khusus pada bahasa lelucon yang digunakan dengan penggambaran karakteristik korupsi dan adanya kuasa dominan sebagai representasi realitas dari kasus koruptor tersebut.Kata Kunci: Satir, Kritik Sosial, Cerpen, Semiotika
Sentralitas Aktor dan Distribusi Jaringan Komunikasi Kelompok Prostitusi di Media Sosial Twitter Radita Gora Tayibnapis; Oni Tarsani
Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 3 No. 2 (2021): Calathu: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : School of Communication Science and Media Business

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/calathu.v3i2.2041

Abstract

Fenomena prostitusi di Indonesia kian menggeliat, di masa COVID 19 para pelaku prostitusi semakin menyebar dengan membentuk jaringan-jaringan baru perdagangan wanita di media sosial. Pembentukan jaringan di media sosial semakin memudahkan para pelaku prostitusi membentuk kelompok dan subkelompok baru sehingga akses untuk melakukan komunikasi antarpelaku prostitusi semakin mudah di media sosial. Upaya untuk menganalisis, peneliti menggunakan Teori Jaringan Sosial untuk menganalisis jaringan komunikasi antarpelaku prostitusi dan Computer Mediated Communication (CMC) untuk mendalami permasalahan perluasan jaringan dan pembentukan jaringan melalui metode campuran sekuensial eksplanatori. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa para pelaku prostitusi dapat melakukan perluasan jaringan secara masif melalui jaringan media sosial yang sudah meluas transaksi jaringannya. Selain itu, para pelaku prostitusi online di Twitter tersebar di seluruh kota di Jawa bahkan jaringan tersebut juga dapat meluas hingga luar Pulau Jawa. Motif dari perdagangan jasa seksual online ini tidak terlepas dari kebutuhan ekonomi. Kata kunci: prostitusi, sentralitas aktor, subkelompok, metode campuran, jaringan komunikasi