Sri Sulastri S.SiT., M.Keb
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG PERAWATAN PAYUDARA DI PUSKESMAS KECAMATAN KOJA JAKARTA UTARA PERIODE APRIL-MEI 2014 Sri Sulastri S.SiT., M.Keb
Jurnal Akbid RSPAD Gatot Soebroto Vol 1 No 1 (2014): JURNAL ILMIAH KEBIDANAN
Publisher : UPPM AKBID RSPAD GATOT SOEBROTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (899.652 KB)

Abstract

Latar belakang : Air susu ibu merupakan santapan pertama dan utama bagi bayi baru lahir yang terbaik dan alamiah, mengandung semua zat gizi sesuai kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang optimal, oleh karena itu perawatan payudara sangat penting dilakukan selama hamil sampai masa menyusui. Perawatan yang dilakukan terhadap payudara bertujuan untuk melancarkan sirkulasi darah dan mencegah tersumbatnya saluran susu, sehingga memperlancar pengeluaran ASI. Tujuan penelitian : Diketahuinya distribusi frekuensi tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara di Puskesmas Kecamatan Koja April - Mei 2014. Metode penelitian : Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif secara cross sectional yaitu variabel bebas dan variabel ikat di observasi hanya sekali pada saat yang sama yang menjadi sample dalam penelitian ini 50 responden. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa kuesioner dan check list. Analisis data penelitian dilakukan secara Univariat dan bivariat. Hasil penelitian : Variabel yang berhubungan bermakna dengan Pengetahuan perawatan payudara adalah variabel pendidikan (p value 0.013, OR = 4.4; 95%CI 1.337-14.769), status pekerjaan (p value 0.041 ,OR= 5.0 ;95%CI 0.964-25.930), paritas (p value 0.004, OR=6.0 ;95%CI 1.720-21.495) dan sumber informasi (p value 0.002, OR= 8.5 ;95%CI 2.038-35.458). Kesimpulan : bahwa ibu nifas di Puskesmas Kecamatan Koja April – Mei 2013 masih kurang memiliki pengetahuan tentang perawatan payudara dan sebagian besar berpendidikan SLTA, tidak bekerja, primipara, mendapatkan informasi kesehatan dari petugas kesehatan. Saran : Diharapkan petugas kesehatan Puskesmas Kecamatan Koja Jakarta Utara agar tetap mempertahankan dalam memberikan penyuluhan mengenai manfaat dan pentingnya perawatan payudara serta untuk lebih meningkatkan pelayanan kesehatan dalam memberikan asuhan kebidanan pada ibu nifas.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM OLEH WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH PUSKESMAS GAMBIR JAKARTA PUSAT PERIODE JULI 2014 Sri Sulastri S.SiT., M.Keb
Jurnal Akbid RSPAD Gatot Soebroto Vol 2 No 2 (2014): JURNAL ILMIAH KEBIDANAN
Publisher : UPPM AKBID RSPAD GATOT SOEBROTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (976.107 KB)

Abstract

Latar belakang : Angka kematian ibu di Indonesia masih tertinggi, salah satu faktornya adalah jarak kelahiran yang terlalu dekat. Kebijakan pemerintah dalam upaya mengendalikannya dengan cara memaksimalkan akses serta penggunaan kontrasepsi yang efektif, efisien dan berjangka panjang, yaitu AKDR. Dari data Kohort Puskesmas Gambir, pada tahun 2012 terjadi peningkatan penggunaan kontrasepsi AKDR 26,93%. Tujuan penelitian : Tujuan umum dari penulisan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan AKDR oleh wanita usia subur di Puskesmas Gambir 2013. Metode penelitian : Penelitian ini bersifat kuantitatif analitik observasional dengan jenis desain studi penampang analitik (analytic cross-sectional). Populasi dari penelitian ini 2841, sedangkan sampelnya adalah 210 orang yang diambil berdasarkan systematic random sampling. Penggumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan faktor-faktor penggunaan kontrasepsi AKDR pada wanita usia subur. Hasil penelitian : Variabel yang berhubungan bermakna dengan penggunaan AKDR adalah variabel paritas (p value 0.000, OR = 10.9; 95%CI 4.429-27.215), dukungan suami (p value 0.000 ,OR= 6.7 ;95%CI 2.591-17.739 ), jarak (p value 0.030, OR=2.3 ;95%CI 1.086-5.141) dan biaya (p value 0.015, OR= 2.9 ;95%CI 1.234-7.258). Kesimpulan : Responden yang berisiko tidak menggunakan kontrasepsi AKDR adalah paritas < 2 anak, suami yang tidak mendukung, biaya mahal dan jarak yang ditempuh jauh. Disarankan kepada wanita usia subur yang memiliki anak > 2 untuk menggunakan KB, sosialisasi kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk meningkatkan dukungan suami terhadap istri dalam memilih kontrasepsi yang tepat, sosialisasi kepada wanita usia subur bahwa ada program kartu jakarta sehat khususnya kontrasepsi AKDR, dianjurkan kepada tenaga kesehatan khususnya koordinator program KB Puskesmas Gambir agar melaksanakan program bakti sosial pemasangan kontrasepsi AKDR gratis di masyarakat.