Latar belakang : Angka kematian ibu di Indonesia masih tertinggi, salah satu faktornya adalah jarak kelahiran yang terlalu dekat. Kebijakan pemerintah dalam upaya mengendalikannya dengan cara memaksimalkan akses serta penggunaan kontrasepsi yang efektif, efisien dan berjangka panjang, yaitu AKDR. Dari data Kohort Puskesmas Gambir, pada tahun 2012 terjadi peningkatan penggunaan kontrasepsi AKDR 26,93%. Tujuan penelitian : Tujuan umum dari penulisan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan AKDR oleh wanita usia subur di Puskesmas Gambir 2013. Metode penelitian : Penelitian ini bersifat kuantitatif analitik observasional dengan jenis desain studi penampang analitik (analytic cross-sectional). Populasi dari penelitian ini 2841, sedangkan sampelnya adalah 210 orang yang diambil berdasarkan systematic random sampling. Penggumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan faktor-faktor penggunaan kontrasepsi AKDR pada wanita usia subur. Hasil penelitian : Variabel yang berhubungan bermakna dengan penggunaan AKDR adalah variabel paritas (p value 0.000, OR = 10.9; 95%CI 4.429-27.215), dukungan suami (p value 0.000 ,OR= 6.7 ;95%CI 2.591-17.739 ), jarak (p value 0.030, OR=2.3 ;95%CI 1.086-5.141) dan biaya (p value 0.015, OR= 2.9 ;95%CI 1.234-7.258). Kesimpulan : Responden yang berisiko tidak menggunakan kontrasepsi AKDR adalah paritas < 2 anak, suami yang tidak mendukung, biaya mahal dan jarak yang ditempuh jauh. Disarankan kepada wanita usia subur yang memiliki anak > 2 untuk menggunakan KB, sosialisasi kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk meningkatkan dukungan suami terhadap istri dalam memilih kontrasepsi yang tepat, sosialisasi kepada wanita usia subur bahwa ada program kartu jakarta sehat khususnya kontrasepsi AKDR, dianjurkan kepada tenaga kesehatan khususnya koordinator program KB Puskesmas Gambir agar melaksanakan program bakti sosial pemasangan kontrasepsi AKDR gratis di masyarakat.