Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KARAKTERISTIK AKSEPTOR KB MOW DI POLI KB GATOT SOEBROTO DITKESAD PERIODE JANUARI 2014 Sudarmi . SST
Jurnal Akbid RSPAD Gatot Soebroto Vol 1 No 1 (2014): JURNAL ILMIAH KEBIDANAN
Publisher : UPPM AKBID RSPAD GATOT SOEBROTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.579 KB)

Abstract

Latar Belakang : Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan berbagai jenis masalah. Masalah utama yang dihadapi diIndonesia adalah dibidang kependudukan yang masih tingginya pertumbuhan penduduk. Keadaan penduduk yang demikian telah mempersulit usaha peningkatan dan pemerataan kesejahteraan rakyat. Semakin tinggi pertumbuhan penduduk semakin besar usaha yang dilakukan untuk mempertahankan kesejahteraan rakyat. Oleh karena itu Pemerintah terus berupaya untuk menekan laju pertumbuhan dengan Program Keluarga Berencana. Program KB ini dirintis sejak tahun 1951 dan terus berkembang, sehingga pada tahun 1970 terbentuk Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Program ini salah satu tujuannya adalah penjarangan kehamilan mengunakan metode kontrasepsi dan menciptakan kesejahteraan ekonomi dan sosial bagi seluruh masyarakat melalui usaha-usaha perencanaan dan pengendalian penduduk. Tujuan : Untuk mengetahui Karakteristik penggunaan akseptor KB MOW di Poli kebidanan RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain analitik melalui pendekatan kuantitatif dengan analisa data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan perangkat lunak komputer, Pengumpulan data primer tertulis melalui kuesioner dengan jumlah populasi sebesar 103 akseptor, teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampel jenuh yaitu dengan besaran sample sejumlah populasi yang ada sebanyak 85 akseptor KB MOW. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji statistik terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu p= 0.000; OR=28.205 CI95% (7.327-108.575), paritas p=0.000; OR=9.398 CI95% (3.476-25.408), Pendidikan p=0.005; OR=3.700 CI95% (1.439-9.516), status pekerjaan p= 0.007;OR= 3.321 CI95% (1.359-8.117). Kesimpulan : Berdasarkan paritas banyak terjadi pada ibu dengan jumlah anak 2-4 orang yaitu sebesar 75,6%, berdasarkan tingkat pendidikan banyak terjadi pada akseptor dengan pendidikan terakhir SMA yaitu sebesar 59,8% dan berdasarkan pekerjaan banyak terjadi pada akseptor dengan tidak bekerja sebesar 62,2%.
ANGKA KEJADIAN YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA DISMENOREA PADA SISWI KELAS IX DI SMP MUTIARA II JAKARTA UTARA PERIODE APRIL 2014 Sudarmi . SST
Jurnal Akbid RSPAD Gatot Soebroto Vol 2 No 2 (2014): JURNAL ILMIAH KEBIDANAN
Publisher : UPPM AKBID RSPAD GATOT SOEBROTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (800.357 KB)

Abstract

Latar Belakang : Beberapa penelitian menunjukkan bahwa angka kejadian dismenorea yang cukup tinggi pada remaja. Hasil studi epidemiologi di USA, diperkirakan hampir 90% wanita mengalami dismenorea, dan 10–15% diantaranya mengalami dismenorea berat, yang menyebabkan mereka tidak mampu melakukan kegiatan apapun (Jurnal Occupation And Environmental Medicine,2008). Telah diperkirakan bahwa lebih dari 140 juta jam kerja yang hilang setiap tahunya di Amerika Serikat karena dismenore primer (Schawarz,1998). Di indonesia sendiri angka kejadian dismenore 64,25%, terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder. Dismenorea yang berlebihan dapat menggangu aktivitas atau kegiatan sehari-hari. Keadaan tersebut menyebabkan menurunnya kualitas hidup wanita, sebagai contoh siswi yang mengalami dismenore tidak dapat berkonsentrasi dalam belajar dan motivasi belajar menurun karena nyeri yang dirasakan (Prawirohardjo, 2010). Tujuan : Untuk mengetahui angka kejadian yang mempengaruhi dismenore pada siswi kelas IX di SMP Mutiara II Jakarta Utara periode Maret-April 2014 Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain analitik melalui pendekatan kuantitatif dengan analisa data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan perangkat lunak komputer, Pengumpulan data primer tertulis melalui kuesioner dengan jumlah populasi sebesar 50 siswi, teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampel jenuh yaitu dengan besaran sample sejumlah populasi yang ada sebanyak 50 siswi. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji statistik terdapat hubungan yang signifikan antara usia menarche (p= 0.005; OR=6.944), lama haid ( p=0.002; OR=8.444), status gizi (p=0.014; OR=4.533), kegiatan berolahraga ( p= 0.023;OR= 3.857). Kesimpulan : Terjadinya dismenore pada siswi kelas IX di SMP Mutiara II Jakarta Utara adalah sebesar 92,0% dan terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dan dismenore serta kegiatan berolahraga dengan dismenore.