Latar Belakang : Beberapa penelitian menunjukkan bahwa angka kejadian dismenorea yang cukup tinggi pada remaja. Hasil studi epidemiologi di USA, diperkirakan hampir 90% wanita mengalami dismenorea, dan 10–15% diantaranya mengalami dismenorea berat, yang menyebabkan mereka tidak mampu melakukan kegiatan apapun (Jurnal Occupation And Environmental Medicine,2008). Telah diperkirakan bahwa lebih dari 140 juta jam kerja yang hilang setiap tahunya di Amerika Serikat karena dismenore primer (Schawarz,1998). Di indonesia sendiri angka kejadian dismenore 64,25%, terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder. Dismenorea yang berlebihan dapat menggangu aktivitas atau kegiatan sehari-hari. Keadaan tersebut menyebabkan menurunnya kualitas hidup wanita, sebagai contoh siswi yang mengalami dismenore tidak dapat berkonsentrasi dalam belajar dan motivasi belajar menurun karena nyeri yang dirasakan (Prawirohardjo, 2010). Tujuan : Untuk mengetahui angka kejadian yang mempengaruhi dismenore pada siswi kelas IX di SMP Mutiara II Jakarta Utara periode Maret-April 2014 Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain analitik melalui pendekatan kuantitatif dengan analisa data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan perangkat lunak komputer, Pengumpulan data primer tertulis melalui kuesioner dengan jumlah populasi sebesar 50 siswi, teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampel jenuh yaitu dengan besaran sample sejumlah populasi yang ada sebanyak 50 siswi. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji statistik terdapat hubungan yang signifikan antara usia menarche (p= 0.005; OR=6.944), lama haid ( p=0.002; OR=8.444), status gizi (p=0.014; OR=4.533), kegiatan berolahraga ( p= 0.023;OR= 3.857). Kesimpulan : Terjadinya dismenore pada siswi kelas IX di SMP Mutiara II Jakarta Utara adalah sebesar 92,0% dan terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dan dismenore serta kegiatan berolahraga dengan dismenore.
Copyrights © 2014