Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KEPALA SEKOLAH BERWAWASAN VISIONER-TRANSFORMATIF (STUDI KASUS MTS NURUL HUDA SEDATI SIDOARJO) Mahbub Junaidi; M. Mahbubi
Aafiyah: Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 1 No. 02 (2023): Aafiyah: Jurnal Multidisiplin Ilmu
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/ja.v1i02.767

Abstract

Kepemimpinan visioner-transformatif memiliki peran krusial dalam pengelolaan lembaga pendidikan Islam di era modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kepala sekolah di MTs Nurul Huda Sedati Sidoarjo menerapkan kepemimpinan visioner-transformatif dalam meningkatkan mutu pendidikan dan membangun madrasah yang unggul. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah menerapkan strategi kepemimpinan yang berorientasi pada pengembangan kurikulum berbasis Islam dan karakter, inovasi dalam pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), serta integrasi nilai-nilai Islam dalam kebijakan sekolah. Meskipun dihadapkan pada tantangan seperti resistensi terhadap perubahan dan keterbatasan sumber daya, kepala sekolah berhasil mengatasi hambatan tersebut melalui komunikasi yang efektif, kolaborasi dengan berbagai pihak, dan optimalisasi sumber daya yang tersedia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan visioner-transformatif mampu meningkatkan mutu pendidikan di madrasah dengan menciptakan lingkungan belajar yang inovatif dan berbasis nilai-nilai Islam. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kapasitas kepemimpinan kepala madrasah serta perlunya dukungan kebijakan yang mendorong inovasi dalam pendidikan Islam.
PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PENGUATAN KARAKTER BANGSA Mahbub Junaidi
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 1 No 02 (2024): New Trasnformation of Islamic Education
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penguatan karakter bangsa merupakan salah satu tujuan utama pendidikan nasional yang menjadi respon atas berbagai tantangan sosial, budaya, dan moral di era globalisasi dan perkembangan teknologi. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam upaya tersebut karena mengandung nilai-nilai moral dan spiritual yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila dan budaya bangsa Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran Pendidikan Agama Islam dalam penguatan karakter bangsa melalui pendekatan studi literatur. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik studi pustaka, dengan menganalisis berbagai sumber berupa buku ilmiah, artikel jurnal, dokumen kebijakan pendidikan, serta peraturan perundang-undangan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai religius, kejujuran, integritas, toleransi, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian sosial yang menjadi fondasi pembentukan karakter individu dan bangsa. Namun demikian, implementasi Pendidikan Agama Islam di sekolah masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan alokasi waktu pembelajaran, pendekatan pembelajaran yang kurang kontekstual, lemahnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, serta pengaruh globalisasi dan teknologi informasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya optimalisasi melalui pengembangan kurikulum yang berorientasi pada penguatan karakter, peningkatan kompetensi guru, serta penciptaan lingkungan pendidikan yang kondusif dan sinergis agar Pendidikan Agama Islam dapat berfungsi secara efektif dalam membangun karakter bangsa Indonesia.
KEPEMIMPINAN ISLAM DI TENGAH MASYARAKAT: MENGGALI PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA DALAM PEMBINAAN PEMIMPIN SOSIAL Mahbub Junaidi
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 01a (2025): UNUJA Special Editon
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan dalam Islam tidak hanya berfokus pada posisi atau kekuasaan, tetapi lebih pada prinsip-prinsip moral dan etika yang mengedepankan keadilan, tanggung jawab, dan pelayanan kepada umat. Pendidikan agama Islam, sebagai salah satu pilar penting dalam pembentukan karakter, memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang memiliki kualitas kepemimpinan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berbasis nilai-nilai Islam yang mendalam. Artikel ini bertujuan untuk menggali peran guru pendidikan agama Islam dalam membentuk pemimpin sosial melalui keterlibatan dalam kegiatan sosial dan kepemimpinan di komunitas. Guru tidak hanya bertugas mengajarkan pengetahuan agama, tetapi juga menjadi teladan dalam pengembangan karakter dan kepemimpinan siswa. Melalui pendekatan pembelajaran yang melibatkan kegiatan sosial, siswa dapat mengembangkan kemampuan kepemimpinan mereka dengan mempraktikkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menyoroti peran aktif guru dalam mengarahkan siswa untuk terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan, artikel ini akan mengeksplorasi bagaimana pendidikan agama Islam dapat menjadi sarana untuk membangun pemimpin masa depan yang memiliki integritas, empati, dan tanggung jawab sosial. Selain itu, artikel ini juga akan membahas tantangan dan peluang yang dihadapi oleh guru dalam mengintegrasikan pembelajaran kepemimpinan sosial berbasis Islam dalam kurikulum pendidikan agama..      
Sinergisitas Guru PAI dengan Orang Tua Siswa dalam Penanaman Akhlak di SD Negeri Lebaksari Duwi Susanti; Mahbub Junaidi; Siti Lathifatus Sun'iyah
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 9 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i9.8636

Abstract

The cultivation of moral values among elementary school students is a crucial process in shaping religious and ethical character from an early age. Islamic Religious Education (PAI) teachers play a central role in guiding students; however, the success of this process significantly depends on synergy with parents. This study aims to describe the forms of synergy between PAI teachers and parents in instilling moral values at SD Negeri Lebaksari, as well as to identify its supporting and inhibiting factors. This research employed a descriptive qualitative method, using data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. The findings reveal that synergy takes place through digital communication, joint religious activities, and the reporting of students' development. Supporting factors include mutual awareness of the importance of moral education and the principal’s support, while the main obstacles are the lack of parental understanding and their busy schedules. This study underscores the importance of active and continuous collaboration between schools and families in nurturing a generation with noble character. Keywords: Elementary School, Moral Cultivation, Synergy of Islamic Religious Education teachers.
Keteladanan Guru Sebagai Cara Internalisasi Pendidikan Karakter Disiplin dan Tanggung Jawab di SMP Wahid Hasyim Sumberwudi Eva Nur Aini Maghfiroh; Mahbub Junaidi; Khotimatus Sholikhah
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 8 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i8.9264

Abstract

This study aims to describe the role of teacher role models in internalizing the values ​​of character education of discipline and responsibility to students at SMP Wahid Hasyim Sumberwudi. The approach used is descriptive qualitative with data collection methods through in-depth interviews, direct observation, and documentation. The subjects of the study included the principal and teachers. The results of the study indicate that teacher role models are a key factor in shaping students' character. Teachers not only convey the values ​​of discipline and responsibility verbally, but also provide concrete examples in everyday life in the school environment. Internalization of these values ​​takes place through routine interactions between teachers and students, consistent application of rules, and positive behavioral habits. This study concludes that teacher role models have a significant influence in shaping students' character of discipline and responsibility, so it is important for schools to continue to encourage a culture of role models as part of a character education strategy.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Siswa di Lingkungan Sekolah Melalui Kegiatan Muhadhoroh di SMK Muhammadiyah 6 Modo Haniza Nur Octavia; Mahbub Junaidi; Zuli Dwi Rahmawati
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 7 No. 8 (2025): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v7i8.9466

Abstract

This study aims to examine the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers in shaping students' character through muhadhoroh activities at SMK Muhammadiyah 6 Modo. The research employed a descriptive qualitative method with data collected through observation, interviews, and documentation. The results indicate that PAI teachers are involved in designing, guiding, and evaluating muhadhoroh as a medium for character building. The characters developed include responsibility, courage, discipline, self-confidence, and leadership. Challenges encountered include limited student interest, time constraints, and inadequate facilities. Efforts to overcome these challenges involve providing motivation, actively engaging students, and enhancing teacher collaboration. The study concludes that muhadhoroh activities play a strategic role in character development when supported by the consistent and structured involvement of PAI teachers.