Umar Faruq Thohir
Institut Ilmu Keislaman Zainul Hasan Genggong, Probolinggo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Yurisdiksi Hukum Islam dan Implementasinya ; Telaah Konsep Dzimmi dalam Masyarakat Hukum pada Piagam Madinah Umar Faruq Thohir
Isti`dal : Jurnal Studi Hukum Islam Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UNISNU Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/istidal.v2i2.643

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendiskusikan konsep dzimmi dalam Piagam Madinah dan kontekstualisasinya dengan kondisi kekinian. Kajian mengarah pada persoalan yurisdiksi hukum Islam terkait keberadaan komunitas dzimmi dalam sebuah negara Islam atau dengan penduduk mayoritas Muslim. Kajian yang dihasilkan adalah bahwa diskriminasi terhadap minoritas dzimmi dalam hukum Islam disebut sebagai perbuatan yang tak berdasar pada dalil al-Qur'an maupun hadits Nabi. Dalam Piagam Madinah, Nabi tidak membedakan antara mu'min dan kafir, semua tunduk terhadap Piagam Madinah. Karenanya, fiqh klasik amat tidak memadai, apalagi jika mempertahankan sikap ketatnya terhadap ahl al dzimmah. Fiqh klasik mesti direformasi dan merujuk kepada semangat awalnya sebagai komitmen untuk membangun toleransi, kesepahaman dan kesetaraan antara penganut agama. Konsep ummat yang terdapat dalam Piagam Madinah adalah cikal-bakal munculnya suatu paham politik baru di kalangan warga Madinah (khususnya), yakni kesadaran paham bernegara, mengintegrasikan warga Ansar Muhajirin dan kaum Yahudi serta kelompok-kelompok lain dalam satu ikatan persatuan dan perdamaian serta keselarasan hidup, yang tunduk terhadap Peraturan Piagam Madinah.
Konsep Keluarga dalam al-Qur’an; Pendekatan Linguistik dalam Hukum Perwaqilan Islam Umar Faruq Thohir
Isti`dal : Jurnal Studi Hukum Islam Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Sharia and Law UNISNU Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/istidal.v2i1.675

Abstract

Tulisan ini berfujuan untuk menemukan konsepsi keluarga yang diidealkan oleh Islam melalui al Qur'an. Sebagai pedoman bagi agama Islam,al-Qur'an memiliki konsep atau ketentuan tersendiri yang berkaitan dengan keluarga.Kesimpulan yang didapat adalah bahwa al-Qur'an menggunakankata"ql- crhl"unltk menj elaskan keluarga,tidak rn enggunakan.kata “al-usrah”, “al-al”, dan al-dzurriyyah”, Disamping itu, bentuk keluarga dalam perspektif al-Quran terbagi menjadi dua. Pertama, dalam hal fungsi reproduksi, al-Qur’an cenderung pada format keluarga inti ( nuclear family ), di samping karena manusia juga membutuhkan pasangan untuk berbagi yang saling melengkapi dan saling mencintai, di mana hal ini tidak mungkin didapatkan kecuali dalam keluarga inti. Kedua, sebagai fungsi sosial, keluarga di bentuk dengan format keluarga besar ( extended family ). Hal itu terlihat dari konsep perwalian, pemgasuhan anak, dan pembagian warisan yang tidak hanya diperuntukkan bagi anggota keluarga inti, tetapi juga keluarga besar yang secara khusus telah di tetapkan dalam Al-Qur’an. Al-qur’an juga mengkonsepsikan bahwa: (1) Keluarga dapat mententramkan jiwa, (2) Keluarga dapat menghindarkan perbuatan maksiat, (3) keluarga dapat mempermudah dalam pengumpulan harta, (4) pernikahan di lakukan untuk mendapatkan keturunan yang sah. (5) pernikahan merupakan ibadah.