Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODEL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA MASA PANDEMI DI DESA TERPENCIL DAERAH LAHAN BASAH Nur Husna; Maisarah Maisarah; Dhafa Rania Intan; Muhammad Arif Rahman; Thaibatun Nissa
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol 13 No 2 (2022): April 2022
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v13i2.1202

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui problematika masyarakat dalam memberikan Pendidikan Agama Islam dan mengetahui model Pendidikan Agama Islam yang dilaksanakan masyarakat pada masa pandemi covid-19 di daerah lahan basah kecamatan Bumi Makmur dan kecamatan Kurau, provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, dengan teknik pengambilan sampel pada umumnya secara random. Adapun pengumpulan data diperoleh melalui survey, wawancara, dan kuesioner kepada tenaga pendidik di beberapa sekolah. Berdasarkan hasil survey angket pada 7 guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam SD/MI (58,3%), 4 guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam SMP/MTs (33,3%), dan 1 guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam SMA/MA (8,3%) menunjukkan bahwa sekolah yang berada di kecamatan Bumi Makmur dan Kurau tidak menggunakan aplikasi zoom sebagai media pembelajaran online. Namun ada 41,7% pendidik menggunakan aplikasi whatsapp. Selebihnya pembelajaran dilaksanakan secara terbatas di rumah guru dan di rumah siswa masing-masing. Kemudian terdapat 91% siswa SD-SMP tidak memiliki smartphone, sehingga tidak memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran full online. Kendati terdapat beberapa kendala tersebut, namun para Guru Pendidikan Agama Islam di Bumi Makmur dan Kurau tetap berusaha optimal dalam memberikan materi kepada siswa, ditambah dengan pemanfaatan buku paket dan LKS (Lembar Kerja Siswa) sebagai penunjang pembelajaran. Kata Kunci: Model Pendidikan, Agama Islam, Daerah terpencil, Masa Pandemi
PEMBERIAN REWARD AND PUNISHMENT KEPADA ANAK MENURUT PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Nur Husna
EGALITA Vol 16, No 1 (2021): June
Publisher : Pusat Studi Gender UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/egalita.v16i1.11810

Abstract

Dalam dunia pendidikan, reward diberikan ketika seorang anak telah berhasil mencapai sebuah tahap perkembangan tertentu, achievement yang bagus, atau tercapainya sebuah target. Sebaliknya, punishment biasanya dilakukan ketika apa yang menjadi target-target tertentu tidak tercapai, atau ada perilaku anak yang tidak sesuai dengan norma-norma yang diyakini oleh sekolah tersebut. Dalam Islam ada istilah basyir (berita gembira) dan nadzir (berita ancaman) yang dianalogikan dengan penghargaan dan hukuman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan reward and punishment dalam pendidikan Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analitis dengan pendekatan kualitatif induktif, psikologis, dan ilmu pendidikan. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kepustakaan (library research) dimana seluruh data penelitian merujuk pada literatur yang berkaitan dengan objek penelitian . Hasil temuan yang penulis analisis adalah bahwa Reward and Punishment dalam pendidikan Islam tidak bisa dipisahkan dari konsep tujuan pendidikan Islam itu sendiri, yaitu meciptakan manusia insan kamil yang bertakwa seperti Rasulullah. Penerapannya pun tidak lepas dari peneladanan kepada sikap-sikap Nabi, dan cara-cara beliau dalam mendidik umat Islam baik yang terdapat di Al-Qur’an ataupun Sunnah. Pemberian reward dan punishment juga harus diperhatikan agar tidak salah kaprah, mengena, dan memiliki dampak positif terhadap respon anak.