Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PERANCANGAN DESAIN PERMAINAN MATERI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI BERBASIS WAYANG BEBER Sutedjo, Agus; Prilosadoso, Basnendar Herry
Acintya Vol. 8 No. 1 (2016)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1084.166 KB) | DOI: 10.33153/acy.v8i1.1909

Abstract

The traditional game contains a lot of important elements such as aspects of educational, recreational, or competitive so that children can benefit. The traditional game according to the nature ofthe game can be divided into two, namely a game to play (games) that are competitive and games toplay (play) that are available. This study aims to provide solutions related to design problems oftraditional children’s games based material introduction wayang beber in Pacitan and learning media character education for children early age as a way to preserve the traditional art to obtainalternative modification of traditional games. The crisis in various dimensions that many hit Indonesian life that impact on the crisis of morality can be prevented by reviving the character educationthrough the incorporation of traditional games children with puppet figure. Character education isthe transformation of the values of life in one’s personality to become one in the behavior of thatperson’s life. Draft experiment will be conducted with the involvement of a team of professors andstudents and practitioners in the field of craftsmen game and the offender (puppeteer) wayang beber.To map data is done through literature studies, interviews, observation, and documentation. Experiments performed with the shape design and game design approach is supported by the psychologicalapproach, educational, social and cultural. The use of SWOT analysis models used when going to theformulation of traditional game design as a medium for the introduction of the figure of wayangbeber and learning material character education to early childhood.Keywords: Wayang beber Pacitan, the character of early childhood education, traditional games,Art Tradition Preservation.
MEDIA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI TEKNOLOGI CETAK SARING UNTUK PEMBUATAN SOUVENIR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUNJUNGAN WISATAWAN DI DESA WISATA BETISREJO, SRAGEN Prilosadoso, Basnendar Herry; Sutedjo, Agus; Soewasta, Muji
Batoboh Vol 2, No 2 (2017): Batoboh -Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/bt.v2i2.353

Abstract

Kawasan desa yang memiliki daya tarik terhadap wisatawan lokal, maupun luar negeri yang mengunjungi kawasan tersebut setidaknya dapat memberikan kenyamanan bagi para wisatawan, seperti halnya infrastruktur yang bagus (jalan), dan ketersedian transportasi, sehingga lebih mempermudah  para wisatawan mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di desa-desa. Fasilitas-fasilitas yang seyogyanya ada di suatu kawasan desa wisata antara lain: sarana transportasi, telekomunikasi, kesehatan, dan akomodasi. Tidak kalah pentingnya, aspek pengadaan souvenir (cinderamata) sebagai media buah tangan juga perlu dipikirkan, selain untuk media promosi yang efektif. Wilayah Kabupaten Sragen yang mempunyai potensi baik dari aspek sumber daya alam dan sumber daya manusia sangat mendukung bidang kepariwisataan. Desa Wisata Betisrejo berada di lokasi yang strategis dengan berada di jalur koneksitas dengan obyek wisata yang ada di wilayah Solo raya, di mana lokasi tersebut dekat dengan wilayah Museum Sangiran, desa Wisata Batik Kliwonan dan Pilang (Masaran), berada dekat dengan Candi Sukuh dan Cetho dan Tawangmangu. Betisrejo merupakan akronim dari nama tiga desa di wilayah Kecamatan Sambirejo, Kabupaten Sragen, yakni : JamBEyan; JeTIS; dan SukoREJO. Desa Wisata Betisrejo terletak 20 km sebelah selatan pusat kabupaten Sragen, tepatnya di sisi utara kaki Gunung Lawu. Betisrejo merupakan Desa Wisata bercorak agro dan banyak lokasi yang menarik dikunjungi. Salah satu daya tarik sebuah tujuan wisata, maka keberadaan souvenir (cinderamata) sangat penting. Souvenir bergam media, salah satunya melalui diproduksi teknologi cetak saring. Pelatihan ketrampilan teknologi cetak saring (sablon) bagi masyarakat yang akan memberi keterampilan (skill) di bidang ketrampilan teknologi cetak saring tingkat dasar. Alasan pemilihan pelatihan ketrampilan teknologi cetak saring bahwa teknologi tepat guna tersebut telah berkembang menjadi prospek yang menjanjikan di bidang industri kreatif yang banyak mencetak wirausahawan sekaligus menjadi salah satu andalan pendukung di bidang ekonomi kreatif yang sedang digalakkan oleh pemerintah Indonesia sekarang ini, khususnya mendukung Desa Wisata Betisrejo.  Permasalahan adanya kendala media, materi dan teknik pelatihan yang belum disesuaikan dengan karakteristik peserta pelatihan karena disebabkan oleh belum adanya lembaga formal maupun non formal (lembaga pelatihan keterampilan teknologi cetak saring yang menyediakan media dan materi yang sesuai dengan masyarakat di Desa Wisata Betisrejo. Melalui model pelatihan yang menggabungkan antara teori dan praktek dengan media pembelajaran yang dikemas dengan menarik, sehingga materi pelatihan dapat diterima oleh peserta sebagai mitra program pengabdian pada masyarakat.
PERANCANGAN DESAIN PERMAINAN MATERI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI BERBASIS WAYANG BEBER Sutedjo, Agus; Prilosadoso, Basnendar Herry
Acintya Vol. 8 No. 1 (2016)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/acy.v8i1.1909

Abstract

The traditional game contains a lot of important elements such as aspects of educational, recreational, or competitive so that children can benefit. The traditional game according to the nature ofthe game can be divided into two, namely a game to play (games) that are competitive and games toplay (play) that are available. This study aims to provide solutions related to design problems oftraditional children’s games based material introduction wayang beber in Pacitan and learning media character education for children early age as a way to preserve the traditional art to obtainalternative modification of traditional games. The crisis in various dimensions that many hit Indonesian life that impact on the crisis of morality can be prevented by reviving the character educationthrough the incorporation of traditional games children with puppet figure. Character education isthe transformation of the values of life in one’s personality to become one in the behavior of thatperson’s life. Draft experiment will be conducted with the involvement of a team of professors andstudents and practitioners in the field of craftsmen game and the offender (puppeteer) wayang beber.To map data is done through literature studies, interviews, observation, and documentation. Experiments performed with the shape design and game design approach is supported by the psychologicalapproach, educational, social and cultural. The use of SWOT analysis models used when going to theformulation of traditional game design as a medium for the introduction of the figure of wayangbeber and learning material character education to early childhood.Keywords: Wayang beber Pacitan, the character of early childhood education, traditional games,Art Tradition Preservation.
IDENTIFIKASI POTENSI DESA MOJO KECAMATAN KALITIDU KABUPATEN BOJONEGORO SEBAGAI DESA WISATA BERDASARKAN COMMUNITY BASED TOURISM (CBT) Sutedjo, Agus
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 17 No 2 (2019): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v17n2.p65-78

Abstract

Desa Wisata Mojo terletak di Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro, dengan empat macam atraksi wisata didalamnya, ingin berusaha menarik wisatawan sebanyak-banyaknya. Sampai saat ini keinginan tersebut belum terwujud, jumlah wisatawan yang berkunjung di desa wisata Mojo sangat sedikit. Berkaitan dengan kondisi tersebut ingin diidentifikasi  potensi wisata Desa Wisata Mojo untuk  digunakan  sebagai modal pengembangan kepariwisataan berbasis masyarakat, meliputi daya tarik atraksi, aksesibilitas, sarana dan prasarana, SDM, motivasi mayarakat, kondisi fisik geografis, dan interaksi dengan objek wisata lain. Untuk mencapai hal itu digunakan pengunjung sebanyak 100 responden sebagai sampel penelitian. Selanjunya dilakukan wawancara untuk mengeathui daya tarik atraksi wisata susur sungai, petik blimbing dan edukasi pengolahan blimbing, serta kondisi tempat perkemahan, data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif.Wawancara terstruktur juga dilakukan untuk mengetahui motivasi dan SDM pengelola Desa Wisata Mojo. Untuk mengetahui kondisi fisik geografis dan interaksi antar objek wisata dilakukan observasi dan dokumenter, selanjutnya data yang dihasilkan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atraksi yang terdapat di Desa Wisata Mojo termasuk menarik,tingkat SDM pengelola termasuk sedang dan motivasi untuk mengembangkan desa wisata tergolong sedang. Sarana dan prasarana wisata yang ada secara kualitas maupun kuantitas termasuk belum memadai untuk pelayanan kepada wisatawan. Dengan lokasi wisata terdekat mempunyai interaksi yang tinggi sehingga berpotensi untuk menarik wisatawan dari wisata terdekat untuk berkunjung ke Desa Wisata Mojo. Beberapa kondisi fisik geografis menguntungkan untuk pengembangan kepariwisataan, namun juga terdapat faktor yang merugikan pengembangan yaitu banjir.       Kata Kunci:  atraksi, SDM, motivasi,  sarana prasarana, interaksi, kondisi fisik
DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PEDAGANG KELILING DI KELURAHAN KEDURUS KOTA SURABAYA. Sutedjo, Agus
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 19 No 1 (2021): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v19n1.p25-34

Abstract

Pedagang keliling merupakan pekerjaan di sektor informal, menjajakan dagangannya kepada rumah tangga di perumahan. Pada saat pandemi Covid-19,  aktivitas mereka tidak sesuai dengan aturan selama PSBB. Akan tetapi apabila tidak berjualan mereka tidak mendapat penghasilan sehingga bisa mengganggu kehidupannya, dan dimungknkan tidak dapat bertahan dengan kondisi saat pandemi. Untuk itu ingin diketahui : modal dan pendapatan yang diperoleh,  interaksi dengan pembeli, waktu berjualan, lokasi dan jaluri perjalanan keliling,Sebanyak 30 pedagang keliling di Kelurahan Kedurus  digunakan sebagai sampel penelitian. Data yang diperlukan meliputi umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, modal, pemasukan, jalur keliling, cara berinteraksi dengan pembeli yang dilakukan sebelum dan saat terjadi pandemi, yang diperoleh dengan cara wawancara terstruktur dan observasi. Selanjutnya data  dianalisis dengan cara deskriptif kuantitatif.Modal dan pendapatan pedagang keliling di Kelurahan Kedurus pada saat pandemi mengalami penurunan dibanding sebelum pandemi, karena tidak termotivasi untuk meningkatkan produktivitasnya. Interaksi pedagang keliling dengan pembeli tidak berubah dan mereka tidak melakukan antisipasi untuk mengatasi perubahan situasi yang terjadi. Jam kerja, lama kerja dan lokasi dan jalur keliling tidak mengalami perubahan sehingga tidak dapat mempertahankan jumlah pembeli.
An EFFECTIVENESS OF LEARNING OUTCOMES OF TOURISM GEOGRAPHY TEXTBOOK FOR STUDENT IN GEOGRAPHY EDUCATION STUDY PROGRAM Murtini, Sri; Sutedjo, Agus; Zain, Ita Mardiani; Sabitah, Sabrina Azharia
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 20 No 2 (2022): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v20n2.p66-76

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the resulting textbook development subject Tourism Geography. Development textbook using the Borg and Gall model with five steps. The steps  are (1) initial study to find problems related to geography teaching materials tourism as a product to be developed. (2) create planning development teaching materials, (3) develop products based on the problems found, ( 4 ) conduct field tests on the products being developed, and ( 5 ) revise to correct weaknesses in the field trial phase. The data were obtained from the teaching material validation team, which included material experts, linguists, and learning design experts. The validation results from the expert team showed the textbooks of tourism geography obtain values 92, 4, or category very suitable for learning. While data from the results study class of 2019 programming students subject tourism geography show effective results with an average value of 84.56 or category A-. Keywords: effectiveness, textbooks, geography tourism, learning.
Teacher's Perception of Environment Project-Based Collaborative Learning as Strengthening Implementation Curriculum of Merdeka Utami, Dr. Wiwik Sri; Widodo, Dr. Bambang Sigit; Purnomo, Dr. Nugroho Hari; Zain, Ita Mardiani; Sutedjo, Agus; Prastiyono, Dr. Hendri; Prasad, Dr. Ravinesh Rohit
J-PIPS (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial) Vol 9, No 2 (2023): JPIPS
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jpips.v9i2.20490

Abstract

Collaborative learning based on the environment project as a differentiating model from the implementation of the curriculum of Merdeka. This study aims to obtain teacher perceptions before and after workshops on collaborative learning based on the environment project as a practice of implementing an curriculum of Merdeka in schools. Teacher perceptions are very important in increasing competency in facilitating differentiated learning of their students as 21st-century learners. This study uses an exploratory study through a qualitative approach. This research involved 19 teachers of social and exact sciences at SMAN 3 Sampang. The teachers cover the fields of Geography, Economics, Sociology, History, Mathematics, Biology, and Chemistry. Teachers were as key informant. Data were collected from October 2022 using instruments developed. The data consisted of 17 questions about project-based collaborative learning as a strengthening implementation curriculum of Merdeka. Data collection was carried out through deep interviews, observation, and filling out questionnaires. The instruments used are based on indicators of collaborative learning based on the environment project and guidelines for implementing the curriculum of Merdeka made by the Ministry of Education and Culture. The results of this study indicate that there is a significant increase in teachers' perceptions of collaborative learning based on the environment project as a strengthening implementation of the curriculum of Merdeka, which has increased from before and after participating in learning workshops. As many as 84% of teachers have mastered the flow of the project-based collaborative learning model and as many as 74% of teachers have understood the strengthening implementation of the curriculum of Merdeka. This indicates that there has been a significant change in the mastery and understanding of the exact and social teachers in applying the differentiated learning model as a form of strengthening implementation curriculum of Merdeka. In the future, it is necessary to continue training programs or workshops on the strengthening implementation of the curriculum of Merdeka with a focus on other indicators.