Khoirul Muslih
Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan, FPPB, Universitas Bangka Belitung

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Keragaan Unit Penangkapan Ikan di Desa Tanjung Pura, Bangka Tengah Epanizar Epanizar; Wahyu Adi; Khoirul Muslih
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 11 No 1 (2017): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.381 KB)

Abstract

Desa Tanjung Pura merupakan salah satu desa di pesisir barat Bangka Tengah yang memiliki wilayah perairan laut dan pulau kecil. Sebagian besar masyarakat Desa Tanjung Pura berprofesi sebagai nelayan. Informasi yang akurat mengenai keragaan unit penangkapan serta teknologi perikanan tangkap yang ada dapat digunakan sebagai dasar untuk pengembangan perikanan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi umum perikanan laut, unit penangkapan ikan, dan menganalisis usaha (Keuntungan Usaha (π), Revenue Cost Ratio (R/C), dan Payback Period (PP)) tiap unit penangkapan ikan di Desa Tanjung Pura. Metode yang digunakan adalah metode survei yaitu metode penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada. Unit penangkapan ikan yang dioperasikan di Desa Tanjung Pura ada 8 jenis alat tangkap yaitu jaring talang, jaring bawal, jaring selanget, jaring udang, pancing ulur, rawai, bubu, dan bagan tancap. Berdasarkan hasil analisis usaha (Keuntungan Usaha (π), Revenue Cost Ratio, dan Payback Period) dari 8 jenis alat tangkap yang dioperasikan di Desa Tanjung Pura adalah layak untuk dilanjutkan atau dikembangkan
KEDALAMAN SARANG SEMI ALAMI TERHADAP KEBERHASILAN PENETASAN TELUR PENYU SISIK (Eretmochelys Imbricata) DI PENANGKARAN TUKIK BABEL, SUNGAILIAT Ruspiansyah Maulana; Wahyu Adi; Khoirul Muslih
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 11 No 2 (2017): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (553.812 KB)

Abstract

Salah satu kegiatan konservasi pada penyu sisik (Erethmochelis imbricata) dengan melakukan proses relokasi dengan memindahkan telur dari sarang alami ke tempat penetasan semi alami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbedaan kedalaman sarang semi alami terhadap presentase penetasan telur Penyu Sisik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga perlakuan dan tiga kali pengulangan dengan kedalaman sarang yang bervariasi tingkat kedalamannya. P1 (15cm), P2 (20 cm) dan P3 (25 cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kedalaman sarang terhadap keberhasilan penetasan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap persentase penetasan telur penyu sisik. Berdasarkan hasil analisis data terlihat bahwa F hitung < F table (0,05) dapat disimpulakan bahwa pengaruh kedalaman yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap keberhasilan penetasan. Perlakuan terbaik diperoleh pada kedalaman 20 cm, yaitu ditandai dengan keberhasilan penetasan sebesar 70%.
ANALISIS PENERIMAAN KONSUMEN TERHADAP OLAHAN MAKANAN PRESTO TANGKAPAN SAMPINGAN IKAN PEPETEK Darmansyah Darmansyah; Eva Utami; Khoirul Muslih
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 10 No 2 (2016): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.975 KB)

Abstract

Masyarakat Dusun Tuing Bangka hampir 75% berprofesi sebagai nelayan, selain ada tangkapan utama ada juga tangkapan sampingan seperti ikan pepetek yang tidak memiliki nilai ekonomi. Karateristik ikan pepetek dengan duri yang keras dan banyak, hal ini yang menyebabkan ikan pepetek tidak memiliki nilai ekonomi, sehingga alternatif pengolahan ikan pepetek adalah dengan presto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu terbaik pada taraf perebusan olahan hasil tangkapan sampingan ikan pepetek presto berdasarkan tingkat daya terima masyarakat dan mengetahui kandungan kadar air, kadar abu, kadar protein, dan kadar lemak. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni tahun 2016. Data kuisioner berasal dari 50 orang panelis. Data kuisioner dianalisis dengan analisis Kruskal Wallis dan uji lanjut analisis uji T student. Berdasarkan hasil analisis (P>0,05) rasa, aroma, dan tekstur berbeda nyata. Hasil uji lanjut dengan adanya perbedaan secara signifikan adalah pengujian pada rasa dan tekstur, dengan taraf waktu perebusan terbaik adalah 120 menit. Hasil uji proksimat pepetek presto taraf waktu 120 menit adalah kadar air: 41,82%, kadar abu: 5,85%, kadar lemak: 12,57%, dan kadar protein: 11,86%.
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI EKSTRAK BUNGA MARIGOLD (Tagetas erecta) DAN UDANG REBON PADA PAKAN TERHADAP KECERAHAN WARNA IKAN KOI (Cyprinus carpio carpio) Erlan Widinata; Khoirul muslih; Ardiansyah kurniawan
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 10 No 2 (2016): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (617.549 KB)

Abstract

Ikan koi merupakan jenis ikan hias yang memiliki warna dan bentuk tubuh yang menarik. Salah satunya varietas kohaku yang memiliki warna putih dan merah dianggap berkualitas jika warna merahnya cerah. Untuk meningkatkan kecerahan warna ikan koi dapat dilakukan melalui pemberian pakan buatan dengan kombinasi bahan yang mengandung karotenoid seperti bunga marigold dan udang rebon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak bunga marigold dan udang rebon pada pakan terhadap kecerahan warna ikan koi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2015 di Laboratorium Manajemen Sumberdaya Perikanan Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi, Universitas Bangka Belitung. Penelitian menggunakan Rancangan Acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan penambahan pakan dengan kombinasi ekstrak bunga marigold dan udang rebon masing- masing pada konsentrasi yang berbeda dan 3 ulangan. Kelima perlakuan tersebut pakan tanpa penambahan bahan sebagai kontrol, (A) Pakan dengan 5% ekstrak bunga marigold + 5% udang rebon, (B) Pakan dengan 5% ekstrak bunga marigold + 15% udang rebon, (C) Pakan dengan 5% ekstrak bunga marigold + 25% udang rebon, dan (D) Pakan dengan 5% ekstrak bunga marigold + 35% udang rebon. Parameter yang diamati adalah nilai chroma (warna) yang diukur menggunakan color picker sebagai data utama sedangkan pertumbuhan ikan sebagai data penunjang. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan ekstrak bunga marigold dan udang rebon memberikan pengaruh terhadap peningkatan warna dan pertumbuhan ikan koi. Perlakuan terbaik penambahan ekstrak bunga marigold 5% dan udang rebon sebanyak 35% dan total pakan buatan memberikan peningkatan kualitas warna pada perlakuan D nilai chroma sebesar 255.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT RAJUNGAN (Portunus pelagicus) SEBAGAI PENYERAP LOGAM BERAT (Pb, Zn, dan Cu) DI PERAIRAN KOLONG PASCA PENAMBANGAN TIMAH INKONVENSIONAL KHOIRUL MUSLIH; INDRA AMBALIKA
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 5 No 1 (2011): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.965 KB)

Abstract

Blue swimmer crab (Portunus pelagicus) are not only tasty and popular, these animals are the producers of hard shell to protect their body. From its shell waste, we can harvest chitin and process it into chitosan. As blue swimmer crabs waste is easily found in Bangka, we hope that it can be used to solve water pollution caused by heavy metals (Pb, Zn, and Cu) in many open pit areas there. The objective of this study was to evaluate effectivity of blue swimmer crabs’ chitosan in adsorbing heavy metals. This study was conducted from May to December 2010 in Sungailiat. Contaminated water from ex-mining open pit was used in this study. A 0,5%, 1% and 1,5% of chitosan was applied in degrading heavy metal. Research showed that there was a decline of heavy metal content caused by chitosan application. Its adsorbing activity was influenced by pH and temperature. We can benefit from blue swimmer crabs waste shell to improve water quality in ex-mining open pit water.
Karakteristik Habitat dan Keanekaragaman Ikan Air Tawar Sungai Menduk yang Mendapat Pengaruh Penambangan Timah di Kabupaten Bangka Khoirul Muslih; Enan M Adiwilaga; Soeryo Adiwibowo
Akuatik: Jurnal Sumberdaya Perairan Vol 8 No 2 (2014): AKUATIK : Jurnal Sumberdaya Perairan
Publisher : Department of Aquatic Resources Management, Faculty of Agriculture, Fisheries, and Biology, University of Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.583 KB)

Abstract

Tin mining in Bangka has caused a lot of damage to the environment, including rivers. The damage will affect water quality and aquatic habitat that would threaten the diversity of fish resources. This study aims to determine the effect of tin mining activities on water quality and fish species diversity. The study was conducted in Menduk River during February to May 2013 through fish sampling using gill nets with several mesh sizes. Measurement of water quality parameters was performed and analyzed using Pollution Index (PI) and an index of habitat to investigate the disturbance of habitat due to tin mining. The results showed that the tin mining affects water quality, especially the brightness, turbidity, and TSS. PI based Menduk River was declared contaminated with habitat conditions upstream in heavy interference conditions. Lowest diversity index fish in upstream and overall found 21 species of fish from 10 families in the River Menduk
TEKNOLOGI DOMESTIKASI IKAN TAPAH DI DESA TANAH BAWAH KABUPATEN BANGKA Khoirul Muslih; Indra Ambalika Syari
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 3 No 1 (2016): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpu.v3i1.145

Abstract

Tapah fish (Wallago leerii), one of Bangka's local fish species found only along the Jeruk River in Tanah Bawah Village, is now threatened with extinction due to fishing pressure and ecological pressure caused by human activities. Moreover, the trend of environmental degradation due to the rampant tin mining on Bangka Island is feared to threaten the original habitat of tapah fish. Tapah fish is one of the most economically important fish because it is not only very popular with the public due to its large size, good taste and savory, but also because of its nutritional value and high price. So far, the supply of tapah fish has only been obtained from natural catches. If this is done continuously due to higher demand, it will threaten the sustainability and even extinction of tapah fish. This condition will also have an impact on the economy of people who depend on river fish catches, especially tapah fish. Proper management of tapah fisheries is needed so that its utilization can be sustainable and optimal and sustainable, one of which is through domestication efforts. This Ipteks for Communities (IbM) program tries to introduce a simple domestication technology that has been tested in the waters of the Kampar River in Riau. The activity begins with rearing tapah fish fry from nature and then enlarging them to a consumable size. Proper maintenance techniques include acclimatization techniques, selecting the right type and dose of feed to stimulate growth and monitoring the water quality of the cultivation container.
PEMANFAATAN PERAIRAN SUNGAI TANAH BAWAH MELALUI TEKNOLOGI BUDIDAYA POLIKULTUR BERWAWASAN LINGKUNGAN Khoirul Muslih; Ahmad Fahrul Syarif
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jpu.v3i2.155

Abstract

Desa Tanah Bawah memiliki potensi lahan dengan ketersediaan sumber air yang melimpah. Selain dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan air baku konsumsi, mandi dan cuci, potensi lahan perairan dapat dioptimalkan untuk pengembangan budidaya perikanan. Budidaya polikultur diharapkan dapat memberdayakan masyarakat serta menjadikan Desa Tanah Bawah berpotensi menjadi desa mandiri pangan dari produksi padi sawah dan hasil perkebunan yang melimpah serta perikanan budidaya. Teknologi budidaya polikultur dinilai ramah lingkungan karena didesain untuk meminimalisir limbah buangan sisa pakan yang tidak termanfaatkan. Daya dukung lingkungan perairan bisa tetap dipertahankan. Selain itu secara hitungan ekonomi, pilihan teknologi budidaya polikultur dengan sistem KJA dinilai sangat menguntungkan karena hasil panen yang lebih tinggi dibandingkan dengan sistem monokultur. Hasil panen ikan yang berlipat dari dua komoditas yang dibudidayakan (ikan nila dan ikan mas), otomatis akan mendatangkan keuntungan yang berlipat juga walaupun dengan input biaya produksi yang sama, karena efisiensi dan pemanfaatan pakan yang optimal. Pelaksanaan IbM ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat secara signifikan dan dapat berkelanjutan.