Awal mula Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (TBBI) dikenal pada tahun 1988 bersamaan dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBI). Pada tahun 1998 dianggap sebagai TBBI edisi pertama. Pada tahun 1993 terbit TBBI edisi ke dua, sedangkan pada tahun 1998 merupakan terbitan edisi ke tiga untuk TBBI. Tujuan dibuatnya TBBI adalah sebagai pedoman umum penggunaan tata bahasa baku yang baik dan benar. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah tingkat kemampuan penguasaan TBBI oleh guru SMP di kota Baubau?. Sedangkan yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan penguasaan TBBI yang digunakan oleh guru SMP di kota Baubau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kuantitatif. Sumber data yang digunakan adalah guru SMP se kota Baubau berjumlah 40 orang. Pokok penelitian ini adalah (1) Kemampuan Penguasaan tata bunyi; (2) kemampuan penguasaan tata kata; dan (3) kemampuan penguasaan tata kalimat. Setelah dilakukan penelitian dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Tingkat kemampuan penguasaan TBBI oleh guru SMP di kota Baubau tergolong baik. Simpulan ini dirumuskan berdasarkan rerata skor yang diperoleh mencapai 75. Tingkat kemampuan penguasaan tata bunyi tergolong baik. Simpulan ini dirumuskan berdasarkan rerata skor yang diperoleh mencapai 78. Tingkat penguasaan kata tergolong baik. Simpulan ini dirumuskan berdasarkan rerata skor yang diperoleh mencapai 75. Tingkat penguasaan kalimat tergolong baik. Simpulan ini berdasar rerata skor yang diperoleh mencapai 81. Jadi TBBI yang dirasakan sulit bagi guru SMP di kota Baubau adalah tata kata.