Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Mentari

APLIKASI DAN PENGUATAN NILAI ISLAMI DALAM PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN DI LEMBAGA PENDIDIKAN Hasan, Ishak
Jurnal Mentari Vol 10, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata pelajaran kewirausahaan di perguruan tinggi saat ini semakin terasa penting untuk diajarkan. Hal ini mengingat kondisi kehidupan di masyarakat semakin bersaing ketat dalam memperoleh lapangan pekerjaan, sebab kalau dunia pendidikan tidak mampu membekali peserta didiknya dengan berbagai pengetahuan dan keahlian kewirausahaan maka alumninya akan semakin memperpanjang daftar penganggur baru di masyarakat. Selain itu pembelajaran kewirausahaan di lembaga pendidikan sejauh ini dirasakan masih miskin dengan aplikasi dan penguatan nilai-nilai Islami. Padahal begitu banyak sumber-sumber Islam, baik dalam Alquran, Al Hadist, maupun sumber-sumber Islam lainnya memberikan tuntunan dan dasar filosofis, normatif serta aksi yang kuat dalam berwirausaha. Alumni perguruan tinggi yang setiap tahunnya bertambah kalau tidak diimbangi oleh nilai nilai Islami yang kuat maka akan melahirkan generasi bangsa yang kurang santun dan kurang beretika dalam menjalani hidup dan berusaha di dalam masyarakat. Kata kunci:  Pendidikan Kewirausahaan, Penguatan Nilai Islami dalam Pembelajaran Kewirausahaan     Entrepreneurial subjects in college now more so important to teach. This is because the conditions of life in the community increasingly competing in obtaining employment, because if education can not equip learners with the knowledge and skills of entrepreneurship graduates will increasingly extend the list of new unemployed in the society. Additionally entrepreneurial learning in educational institutions has so far felt still poor with the application and strengthening Islamic values​​. Yet so many Islamic sources, either in the Quran, Al Hadith, and other Islamic sources provide guidance and basic philosophical, normative and strong action in entrepreneurship. College graduates increases every year if not matched by a strong Islamic values ​​that will give birth to generations of people who are less polite and less ethical in life and business in the community. Keywords: Entrepreneurship Education, Strengthening Islamic Value in Learning Entrepreneurship
ADAPTASI DAN FLEKSIBILITAS NILAI KOPERASI DALAM MENGHADAPI PERSAINGAN GLOBAL Hasan, Ishak
Jurnal Mentari Vol 11, No 1 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu sektor atau pelaku ekonomi, koperasi didirikan dan dipacu di atas landasan nilai dan prinsipnya tersendiri. Berbeda dengan bentuk perusahaan non-koperasi. Dalam kenyataan koperasi sebagai pelaku ekonomi  sampai saat ini masih jauh tertinggal dari pelaku ekonomi lainnya. Hal ini tentu ada faktor yang menyebabkannya. Dari sekian banyak faktor yang diperkirakan menghambat kemajuan koperasi salah satunya adalah kekakuan nilai dan prinsip koperasi yang dianut serta diterapkan. Dalam menghadapi persaingan global, lingkungan ekonomi yang dihadapi suatu masyarakat sudah jauh berubah. Persaingan dalam memperoleh manfaat ekonomi semakin tajam. Berdasarkan itu, sudah saatnya koperasi perlu untuk mengadaptasi ulang nilai-nilai dan prinsipnya secara fleksibel, agar koperasi tidak tertinggal dengan bentuk badan usaha lainnya. Kata Kunci:nilai dan prinsip koperasi, persaingan global.       As one of the sectors or economic agents, cooperative founded and driven on a foundation of values ​​and principles of its own. Unlike the non-cooperative form of enterprise. In fact cooperatives as economic actors is still far behind other economic actors. It is of course there are factors that cause it. Of the many factors that is thought to inhibit the progress of the cooperative one is stiffness values ​​and cooperative principles adopted and implemented. In the face of global competition, economic environment faced by the society has changed so much. Competition in the sharp economic benefit. Based on that, its time to re-coop the need to adapt the values ​​and principles are flexible, so that the cooperative is not left with other forms of business entities. Keywords: co-operative values ​​and principles, global competition.
PROSPEK PEMBANGUNAN KAWASAN KOPERASI PERTANIAN TERPADU DI ACEH Hasan, Ishak
Jurnal Mentari Vol 11, No 2 (2008)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara nasional subsektor pertanian masih berjalan terpisah satu sama lain, termasuk juga dengan sektor-sektor lainnya. Kondisi ini juga  terjadi di Provinsi Aceh, padahal sektor ini memiliki potensi yang cukup besar apabila dikelola secara terintegratif dan bersifat kooperatif. Sektor pertanian yang terdiri dari subsektor pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, dan perikanan jika disatukan mulai dari kegiatan di hulu sampai ke hilir dalam wadah koperasi akan memiliki kekuatan yang besar dalam memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Gagasan ini menjadi sangat penting di masa depan, mengingat persaingan global semakin ketat yang berakibat buruk pada kemampuan sektor pertanian berkompetisi dengan negara lain. Apabila semua subsektor pertanian ini berjalan secara terpadu maka nilai tambah menjadi meningkat. Di sisi lain ketidakmampuan sektor pertanian berorientasi ekspor juga menjadi masalah yang penting dalam menghadapi persaingan. Hal ini sangat penting karena sebagian besar rakyat kita bergantung hidup pada sektor ini. Koperasi memegang peranan penting dalam menyatukan kekuatan yang tercerai-berai tersebut sehingga memiliki bargaining positon yang kuat dalam menghadapi persaingan. Kawasan terpusat tersebut dapat direncanakan dalam bentuk pilot proyek sedemikian rupa agar sub sektor dimaksud terkait satu sama lain. Apabila gagasan ini dapat diwujudkan secara nyata di lapangan maka diperkirakan pendapatan masyarakat dapat meningkat dan dengan demikian kantong-kantong kemiskinan di Aceh dapat dientaskan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Kata kunci: koperasi pertanian terpadu, temanidirian sektor pertanian. Nationally subsectors of agriculture still runs separate from each other, as well as with other sectors. This condition also occurs in the province of Aceh, but this sector has great potential if managed issue an integrated and cooperative. Agricultural sector, which consists of sub-food crops, plantations, livestock, and fisheries activities taken together ranging from upstream to downstream in the cooperative will have great power in providing for the welfare of the community. This idea is very important in the future, given the global competition becomes more intense the negative impact on the agricultural sectors ability to compete with other countries. If all sub-sectors in an integrated farming runs to increase the value added. On the other hand the inability of the export-oriented agricultural sector is also a significant problem in the face of competition. This is very important because most of our people live dependent on this sector. Cooperatives play an important role in bringing together the scattered forces so that it has a strong bargaining positon in the face of competition. The central region can be plotted in the form of pilot projects in such a way that sub-sector is related to one another. If this idea can be manifested in the field predicted income can be increased and thus the pockets of poverty in Aceh can be alleviated in the not too long. Keywords: integrated agricultural cooperatives, agricultural temanidirian.
INTEGRASI UNIT USAHA SIMPAN PINJAM (USP) MILIK KOPERASI KE DALAM BANK KOPERASI (Analisis Potensi dan Penguatan Finansial Koperasi Menuju Kemandirian) Hasan, Ishak
Jurnal Mentari Vol 12, No 2 (2009)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai badan usaha, koperasi sampai dengan saat ini masih menghadapi berbagai persoalan yang mendasar, di antaranya belum adanya lembaga pendukung keuangan yang secara penuh dimiliki oleh koperasi. Selama ini kita mengenal ada lembaga yang ”berbau” koperasi, seperti Bank BUKOPIN. Akan tetapi, lembaga keuangan tersebut bukanlah milik koperasi secara penuh. Sungguhpun, pada awalnya bank tersebut digagas oleh gerakan koperasi, namun di dalam perjalanannya lembaga tersebut telah beralih ke tangan swasta. Dengan demikian, harapan bahwa koperasi memiliki lembaga keuangan guna mendukung aktivitas usahanya sendiri menjadi buyar di tengah jalan. Oleh karena itu, sudah saatnya dirintis kembali lembaga keuangan milik sendiri dengan cara mengintegrasikan usaha-usaha seperti unit usaha simpan-pinjam yang sudah ada menjadi Bank Koperasi. Apabila ini bisa dilakukan, maka posisi tawar koperasi di bidang finansial akan menjadi lebih kuat, dan marwah koperasi akan terjaga. Alasannya, apabila koperasi membutuhkan modal, dan berbagai pembiayaan, aktivitas transaksi, dan jasa keuangan lain akan lebih mudah memperolehnya secara bersama-sama dengan tanpa mengemis kepada pihak lain di luar koperasi, seperti swasta, dan negara.   Keyword: KSP, Lembaga Keuangan Koperasi. DAFTAR PUSTAKA Abrahamsen, A. Martin (1976). Cooperative Business Enterprise, Mc. Graw-Hill, New York. Cobia, David W. & Bruce Anderson (1989). Product And Pricing Strategies, dalam David W. Cobia (ed.), Cooperatives in Agriculture, Prentice Hall, Englewood Cliffs, New Jersey. Cobia, David W. (1989). Special Topics for Marketing Cooperatives, dalam David W. Cobia (ed.), Cooperatives in Agriculture, Prentice Hall, Englewood Cliffs, New Jersey. Departemen Koperasi, PKM (1992). Undang Undang Perkoperasian No. 25 Tahun 1992, Jakarta. ______________(1992). Pemberdayaan Ekonomi Rakyat, Jakarta. Hanel, Alfred (1989). Organisasi Koperasi: Pokok-pokok Pikiran mengenai Organisasi Koperasi dan Kebijakan Pengembangannya di Negara-negara Berkembang, UNPAD, Bandung. __________(1994). Dual or Double Nature of Co-operatives, in International Hand Book of Cooperative oleh Eberhard Dulfer, Vandenhoeck & Ruprech Gottingen, Germany. Hudiyanto (2002). Sistem Koperasi: Ideologi dan Pengelolaan, UIIPRES, Yogyakarta. Ima Suwandi (1986). Koperasi: Organisasi Ekonomi yang Berwatak Sosial, Bhratara, Jakarta. Kuhn, Johannes (1987). Cooperative Organizations for Rural Development, Marburg-UNPAD, Bandung. Munkner, Hans H. (1997). Masa Depan Koperasi, Terjemahan Djabaruddin Djohan, Dekopin, Jakarta. _______________(2001). Penemuan Kembali Koperasi Dalam Kebijakan Pembangunan, Terjemahan Maria P.N., YAKOMA – PGI, Jakarta. Roy, Ewell Paul (1981). Cooperatives: Development, Principles and Management, The Interstate Printers & Publishers, Inc. Danville IIinois. Sjamsuri SA, (1998) Dasar-Dasar Ideologi Dan Teori Koperasi, Babussalam, Bandung. Sri Edi Swasono (1990). Demokrasi Ekonomi, Keterkaitan Usaha, Partisipasi vs Konsentrasi Ekonomi, Dekopin, Jakarta. Suryana (1994). Daya Dukung Usaha Koperasi Unit Desa dan Implikasinya Terhadap Posisi Pendanaan dan Keberhasilan Usaha Koperasi Unit Desa (Suatu Kasus Di Kabupaten Bandung), Tesis, UNPAD, Bandung. Thoby Mutis (1990). Pengembangan Koperasi, Gramedia Grasindo, Jakarta.