Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

BURUKNYA TRASH TALKING SISWA AKIBAT GAME ONLINE Rizqi Chalimatus Sa’diyah; Ainul Yaqin; Hajar Nurma Wachidah
Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling Vol. 5 No. 3 (2024): Liberosis: Jurnal Psikologi dan Bimbingan Konseling
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3287/liberosis.v5i3.5346

Abstract

tingkat SMA yang memang sudah menyebar berbagai jenis game online. Dari game inilah mereka bisa melakukan yang namanya perilaku trash talking. Perilaku trash talking ini dapat di lakukan secara online pada game online. Anak-anak di zaman sekarang dapat menirukan apapun yang dikatakan oleh seseorang melalui media online termasuk pada game online. Efek kecanduan inilah yang kemungkinan besar dapat menimbulkan adanya trash talking. Pada penelitian ini meneliti mengambil SMP gedeg swasta Mojokerto sebagai responden. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh kecanduan game online terhadap trash talking siswa kelas 8 SMP gedeg swasta Mojokerto. Hipotesis sementara yang diajukan adalah bahwa terdapat pengaruh positif antara kecanduan game online terhadap trash talking siswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan kuantitatif regresi linier sederhana. Teknik pengumpulan data dengan penyebaran kuesioner penelitian padal siswa kelas 8. Pada penelitian ini peneliti menganalisis data menggunakan analisis deskriptif, uji prasyarat dan analisis regresi linier sederhana. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh positif signifikan kecanduan game online terhadap trash talking, jadi semakin tinggi kecanduan game maka akan semakin tinggi juga trash talking dengan hasil analisis regresi linier sederhana sebagai berikut persamaan y = 36.907 + 0,311 menyatakan bahwa hasilnya positif yang berarti memang ada pengaruh positif signifikan kecanduan game onlineterhadap trash talking. Saran untuk penelitian selanjutnya yaitu sebaiknya lebih mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi perilaku trash talking dan melakukan penelitian intervensi untuk mengurangi adanya kecanduan game online dan trash talking.
Implementasi Penilaian Kelayakan Validasi Bahan Ajar Keterampilan Berbicara (Maharah Kalam) Bahasa Arab Pada Mahasiswa Bidang Pendidikan Agama Islam Berbasis Digital Visual Literacy Hajar Nurma Wachidah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengetahui kelayakan dan efektivitas bahan ajar berbasis digital visual literacy ianya merupakan tujuan utama dari penelitian ini. Melalui metode ADDIE dengan Instrumen pengumpul data berupa kuesioner dan Forum Group Disscussion (FGD), sehingga diperlukan penilaian oleh ahli atau pakar untuk mengetahui kelayakan bahan ajar keterampilan berbicara (maharah kalam) bahasa arab berbasis digital visual literacy, sedangkan uji validitas isi bahan ajar tersebut menggunakan Aiken’s V yang merupakan indeks kesepakatan rater terhadap V. kesesuaian butir teks (atau sesuai tidaknya butir teks) dengan indikator yang akan diukur menggunakan indeks Aiken V . Hasil analisis kelayakan yang dilakukan oleh ahli media dan ahli Pada indikator aspek bahasa ajar memperoleh hasil Indeks Aiken`s dengan total 1 bermakna aspek bahasa dalam bahan ajar tersebut menggunakan item yang dapat diinterpretasikan dan memiliki koefisien yang tinggi. Pada indikator desain pembelajaran diperoleh angka 1yang dapat diinterpretasikan bahwa aitem memiliki koefisien tinggi. Indikator komunikasi audio visual memperoleh angka 0,916 membuktikan bahwa indikator tersebut memiliki validitas yang tinggi. Selanjutnya pada indikator rekayasa perangkat lunak memperoleh hasil aiken`s sebanyak 0,879 yang dapat diinterpretasikan bahwa aitem memiliki koefisien yang tinggi, kesimpulan yang di dapat adalah seluruh aitem memiliki koefisien yang tinggi, sehingga bahan ajar berbasi digital visual literasi ini sangat efektif dan efesien digunakan dalam pebelajaran keterampilan berbicara bahasa arab oleh mahasiswa di satuan pendidikan.
Penerapan Deep Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Atas Negeri Muchammad Nurhasyim Hasanuddin; Muhammad Ali Rohmad; Hajar Nurma Wachidah
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 31 No. 2 (2025): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v31i2.2130

Abstract

: Penelitian ini mengkaji penerapan deep learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 1 Krembung Sidoarjo. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi deep learning dalam meningkatkan interaksi dan pengalaman belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi deep learning dalam PAI, yang berlandaskan pada mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning, berhasil meningkatkan pemahaman mendalam, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis siswa. Selain itu, pendekatan ini juga berkontribusi pada pembentukan karakter religius dan penguatan nilai-nilai melalui proyek inovatif, sehingga relevan untuk menghadapi tantangan global.
Sikap Kritis Peserta Didik Terhadap Konten Keislaman di Media Sosial Tiktok Adelia Dian Keumalahayati; Ainul Yaqin; Hajar Nurma Wachidah
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid flow of digital information, particularly through social media platforms such as TikTok, requires students to develop critical attitudes toward Islamic content circulating online. Not all religious information available originates from credible authorities, making it necessary to evaluate and filter such content wisely. This study aims to examine how students at SMKN 1 Mojoanyar access and respond to Islamic content on TikTok, as well as analyze the extent of their critical attitudes in assessing the validity of the content. This research employed a qualitative method, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that most students access Islamic content via TikTok’s For You Page (FYP), yet they have not fully developed critical skills in evaluating both the source and the substance of the information. Although Islamic Education teachers have made efforts to instill critical thinking, continuous guidance is still needed to prevent students from being easily influenced by misleading content. The study concludes that students’ critical attitudes toward Islamic content on TikTok remain moderate and should be strengthened through digital literacy education and the cultivation of reflective and logical thinking skills. Pesatnya arus informasi digital, khususnya melalui media sosial seperti TikTok, menuntut peserta didik memiliki sikap kritis terhadap konten keislaman yang beredar. Tidak semua informasi keagamaan yang tersedia bersumber dari otoritas yang kredibel, sehingga diperlukan kemampuan untuk mengevaluasi dan menyaring informasi tersebut secara bijak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peserta didik SMKN 1 Mojoanyar memperoleh dan menanggapi konten keislaman di TikTok, serta menganalisis sejauh mana sikap kritis mereka dalam menilai keabsahan konten tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik memperoleh konten keislaman melalui fitur FYP (For You Page) TikTok, namun belum sepenuhnya memiliki kemampuan kritis dalam mengevaluasi sumber dan isi informasi yang diterima. Meskipun ada upaya dari guru Pendidikan Agama Islam untuk menanamkan sikap kritis, masih diperlukan pembinaan berkelanjutan agar peserta didik tidak mudah terpengaruh oleh konten yang menyesatkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sikap kritis peserta didik terhadap konten keislaman di TikTok masih tergolong sedang, dan perlu ditingkatkan melalui pendidikan literasi digital dan penguatan karakter berpikir reflektif serta logis.
Sikap Kritis Peserta Didik Terhadap Konten Keislaman di Media Sosial Tiktok Adelia Dian Keumalahayati; Ainul Yaqin; Hajar Nurma Wachidah
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 10 No. 1 (2026): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid flow of digital information, particularly through social media platforms such as TikTok, requires students to develop critical attitudes toward Islamic content circulating online. Not all religious information available originates from credible authorities, making it necessary to evaluate and filter such content wisely. This study aims to examine how students at SMKN 1 Mojoanyar access and respond to Islamic content on TikTok, as well as analyze the extent of their critical attitudes in assessing the validity of the content. This research employed a qualitative method, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings reveal that most students access Islamic content via TikTok’s For You Page (FYP), yet they have not fully developed critical skills in evaluating both the source and the substance of the information. Although Islamic Education teachers have made efforts to instill critical thinking, continuous guidance is still needed to prevent students from being easily influenced by misleading content. The study concludes that students’ critical attitudes toward Islamic content on TikTok remain moderate and should be strengthened through digital literacy education and the cultivation of reflective and logical thinking skills. Pesatnya arus informasi digital, khususnya melalui media sosial seperti TikTok, menuntut peserta didik memiliki sikap kritis terhadap konten keislaman yang beredar. Tidak semua informasi keagamaan yang tersedia bersumber dari otoritas yang kredibel, sehingga diperlukan kemampuan untuk mengevaluasi dan menyaring informasi tersebut secara bijak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peserta didik SMKN 1 Mojoanyar memperoleh dan menanggapi konten keislaman di TikTok, serta menganalisis sejauh mana sikap kritis mereka dalam menilai keabsahan konten tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik memperoleh konten keislaman melalui fitur FYP (For You Page) TikTok, namun belum sepenuhnya memiliki kemampuan kritis dalam mengevaluasi sumber dan isi informasi yang diterima. Meskipun ada upaya dari guru Pendidikan Agama Islam untuk menanamkan sikap kritis, masih diperlukan pembinaan berkelanjutan agar peserta didik tidak mudah terpengaruh oleh konten yang menyesatkan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sikap kritis peserta didik terhadap konten keislaman di TikTok masih tergolong sedang, dan perlu ditingkatkan melalui pendidikan literasi digital dan penguatan karakter berpikir reflektif serta logis.