Iftikar Z Sutalaksana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengujian Keandalan Human Factors Analysis and Classification System (HFACS) Lapisan Unsafe Acts dan Unsafe Supervision Menggunakan Metode Index of Concordance Iftikar Z Sutalaksana; Tahera Kania
Jurnal Ergonomi dan K3 VOL 2, NO 1 (2017): MARET 2017
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.658 KB) | DOI: 10.5614/j.ergo.2017.2.1.5

Abstract

Berdasarkan laporan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tahun 2013, penyebab kecelakaan transportasi udara di Indonesia 60% diakibatkan oleh faktor manusia. Berbagai metode telah dikembangkan untuk melakukan identifikasi dan analisis human error, salah satunya adalah Human Factors Analysis and Classification System (HFACS). Metode ini menjelaskan empat tingkatan pada human failure, yaitu unsafe acts, preconditions of unsafe acts, unsafe supervision, dan organizational influences. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keandalan HFACS lapisan unsafe acts dan unsafe supervision dalam menginvestigasi kecelakaan penerbangan di Indonesia serta untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi keandalan tersebut. Metode yang digunakan dalam menguji keandalan HFACS yaitu index of concordance (IOC). Metode ini menghitung persentase kesepakatan (percentage agreement) antar responden. Persentase lebih dari 70% dianggap andal. Berdasarkan hasil kuesioner, didapatkan persentase kesepakatan pada tingkat lapisan yaitu sebesar 89.50% sedangkan persentase kesepakatan pada tingkat sublapisan yaitu sebesar 24.11%. Oleh karena itu, lapisan unsafe acts dan unsafe supervision andal pada tingkat lapisan namun tidak andal pada tingkat sublapisan. Terdapat beberapa faktor-faktor yang memengaruhi keandalan ini yaitu kelengkapan informasi, responden kuesioner HFACS, petunjuk HFACS, dan prosedur penelitian.
Kajian Awal Sistem Keselamatan Kerja Pada Kasus Kecelakaan Di SBU ITS PT. X dengan Menggunakan Metodologi Human Factors Analysis and Classification System (HFACS) Iftikar Z Sutalaksana
Jurnal Ergonomi dan K3 Vol 3, No 1 (2018): Maret 2018
Publisher : Perhimpunan Ergonomi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.55 KB) | DOI: 10.5614/j.ergo.2018.3.1.3

Abstract

Diantara ttahun 1995 hingga 2012, terdapat 16.515 kecelakaan penerbangan yang berakibat fatal. Dari total kecelakaan tersebut, 3.284 kecelakaan disebabkan oleh kesalahan akibat masalah maintenance pesawat terbang. Data ini juga didukung bahwa 70-80% kecelakaan penerbangan diakibatkan oleh kesalahan manusia (human error). Di sisi lain, PT. X merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang bergerak di bidang utama perawatan turbin pesawat terbang. PT. X memiliki peranan penting pada kelancaran dunia penerbangan. Hingga saat ini. PT. X masih memiliki masalah keselamatan pada sistem kerjanya, sehingga berpotensi menghasilkan produk perbaikan turbin yang di kemudian hari justru dapat menimbulkan kecelakaan penerbangan. Fakta ini menunjukkan bahwa perlunya diadakan sebuah penelitian pada sistem kerja PT. X dengan pendekatan faktor manusia. Salah satu metode untuk menganalisa aspek keselamatan secara komprehensif dengan pendekatan kesalahan manusia adalah metode Human Factors Analysis and Classifications System (HFACS). Penelitian ini akan memakai metode HFACS untuk membuat sebuah kajian awal keselamatan kerja di PT. X. Hasil dari penggunaan metode HFACS pada kecelakaan di SBU ITS, dibangun dengan data-data yang didapatkan dari investigasi kecelakaan yang dilakukan dengan metode Event Casual Factors Charting (ECFC) dan (Systemic Cause Analytical Tool (SCAT), serta dari hasil wawancara yang dilakukan pada narasumber-narasumber kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat berbagai permasalahan pada sistem kerja PT. X di bidang keselamatan kerja yang secara lebih lanjut dapat berpotensi mengakibatkan kecelakaan penerbangan pada kemudian hari. Masalah-masalah ini masih berkaitan dengan faktor manusia secara umum. Kata kunci: kajian awal sistem keselamatan kerja, HFACS, sistem kerja, investigasi kecelakaan, ECFC, SCAT.